Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 199


__ADS_3

"Dia yang pandai menjaga kehormatan, auratnya, pandangannya dan juga hatinya, interaksinya pada lawan jenis, dan selalu menjaga keimanan dirinya. dialah yang akan saya pilih pada akhirnya."


"Pantas saja sangat sulit untuk mencarinya. Tapi guru, kemarin sebelum aku kembali kesini aku bertemu dengan geng mereka. Dan aku mencari informasi juga di bar........." Ucap Al yang menjelaskan kejadian yang telah di lalui oleh dirinya kemarin.


"Jadi kau mendapatkan informasi bahwa mereka itu sedang merencanakan penyebaran wilayah?" tanya Alex.


"Dan juga IP yang ada pada email utama alias server utama dari pesan email itu adalah di rumah Abraham?" tanya Alex lagi.


"Iya. Saat ini Queen sendiri yang masuk ke sana. Dia tidak menginginkan bantuan dari ku. Katanya jika aku yang akan turun tangan tidak akan menemukan apa-apa. Alasan sederhana, karena Queen ingin mencari bukti dengan kekuatan sendiri." Jawab Al.


"Tapi kau tidak akan membiarkannya begitu saja bukan?" tanya Alex dengan tersenyum licik.


"Tentu saja guru, aku sudah mengirimkan beberapa orang kepercayaan untuk menyamar sebagai tugas kebersihan. Keluarga Abraham sering memanggilnya petugas kebersihan sebulan sekali sebagai bentuk kesehatan di sekitar. Jadi mereka besok akan meletakkan beberapa CCTV, sehingga aku dapat mengawasi Queen." Jawab Al yang mengutarakan rencananya.


"Rencana yang bagus. Sekarang fokus pada keselamatan Queen di sana. Sedangkan aku akan bergerak lebih cepat untuk menggali informasi tentang gagak hitam. Saat kau bercerita tadi aku jadi teringat saat hal." Jawab Alex.


"Apa itu?" tanya Al


"Aku pernah masuk ke sebuah bar. Saat aku kesana mencari informasi gagak hitam, jawaban dari orang-orang yang di sana hanya mengahlikan pembicaraan, diam atau mengatakan sebuah kalimat begini 'Jangan sebuah nama itu karena kami juga tidak mengetahuinya dengan jelas karena kebanyakan yang mencari tau tentang organisasi itu akan mati.' Itulah yang di jawab mereka." Ucap Alex yang menjelaskan.


"Dimana? Aku akan meminta Sam ke sana mengecek apa yang sebenernya terjadi." Jawab Al.


"Iya. Aku bersedia untuk ke sana." Jawab Sam yang menjawab.


"Aku juga bisa jika di perlukan." Jawab Joy.


"Tidak perlu, aku akan ke sana sendiri. Seperti yang aku katakan, kau fokus saja untuk melindungi Queen. Karena kita tidak pernah tau siapa yang akan mencelakai Queen sebenarnya. Sam dan Joy tetap pada pekerjaan mu saja." Jawab Alex.


"Aku mengerti guru. Guru ada satu hal lagi yang ingin aku tanyakan, bagaimana sebenarnya Queen hidup selama ini?" tanya Al dengan wajah yang tersipu.


"Hahah." Alex, Sam dan Joy mentertawakan Al yang sedang bertanya.


"Kalian..." Al yang meletakkan tangannya di mulutnya sekilas dan memalingkan wajahnya ke kanan karena tersipu malu.

__ADS_1


"Baik-baik aku mengerti." Jawab Alex.


"Beritahu dia paman Alex. Bos kami ini benar-benar mencintai Queen, tapi cintanya bertepuk sebelah tangan." Jawab Sam yang suka menggoda Al.


"Paman Alex, beritahu Bos kami semua tentang Queen. Aku akan mencatatkannya." Jawab Joy yang langsung membuka aplikasi word ada tablet miliknya.


"Hahahha, kalian berdua benar-benar pengikut Al yang setia." Jawab Alex.


"Mereka saudara ku Guru." Jawab Al.


Sam dan Joy langsung tersipu malu mendengar pernyataan Al yang selalu mengakui mereka bukan sekedar tangan kanan atau pesuruh atau bahkan Anggota. Al selalu menganggap mereka sebagai keluarga, itulah yang menjadi ikatan paling kuat di antara mereka.


Alex mulai menceritakan Queen sejak kecil hingg sekarang dengan singkat. Tentang sifat, perilaku, kesukaan maupun hal yang tidak di sukai. Alex menceritakan semuanya. Al, Sam dan Joy mendengar dengan seksama. Mereka seperti sedang mendengarkan dongeng berkepanjangan.


Di sini lain, Queen yang sudah sampai di apartemen dan menelpon John. Beberapa waktu kemudian Zaki dan John menjemput Queen.


Queen keluar dari pintu gedung apartemen dengan membawa koper miliknya, Zaki mendatangi Queen untuk meletakkan kopernya di bagasi belakang mobil. Zaki juga membuka pintu mobil untuk Queen.


"Aku benar-benar terkejut kau menghubungi ku seperti ini. Terimakasih." Jawab John yang menyambut Queen yang masuk kedalam mobil.


"Kau tetap dingin seperti biasanya." Jawab John.


"Kakek jangan salah sangka, aku datang karena ingin memastikan sesuatu." Jawab Queen.


"Apa itu?" tanya John.


"Tapi tunggu, kau tadi memanggilku dengan sebutan kakek?" tanya John lalu di anggukan oleh Queen.


"Gawat, mulut ini susah sekali untuk berbohong." Jawab Queen dalam hati.


"Memastikan bahwa kalian benar-benar keluarga ayah dan ibu kandung ku. Aku hanya ingin mengetahui bagaimana ibu ku tumbuh selama ini." Jawab Queen kepada John.


"Itu sudah lebih dari cukup dengan mengakui aku sebagai kakek mu." Jawab John tersenyum.

__ADS_1


"Aku pasti akan menceritakan seluruhnya tentang anak ku." Jawab John dengan tersenyum.


Setelah itu mereka hanya diam satu sama lain selama perjalanan hingga sampai. Queen yang sudah sampai di rumah Abraham sudah di tunggu oleh Grace dan Biel. Queen sedikit terkejut dengan apa yang di lihatnya saat ini. Namun ia tetap pada wajah dingin dan datar.


"Selamat datang sepupu." Jawab Grace dengan ketus menyambut Queen yang tiba.


"Kakek." Jawab Grace yang langsung memeluk John saat sampai dengan melewati Queen begitu saja yang berada di samping John.


"Jadi yang belum mengetahui hanya Queen? Baiklah, aku perkenalkan. Queen ini Grace, cucu ku dari Biel Abraham." Jawab John yang melepaskan pelukan dari Grace yang manja kepadanya.


"Oh tenyata Bu Grace adalah sepupu ku?" tanya Queen dengan tersenyum.


"Hy murid ku." Jawab Grace yang ada di dekat Queen.


"Jadi kalian sudah kenal satu sama lain?" tanya John.


"Iya kakek, aku kan sudah pernah mengatakan bahwa aku mengabdi di sebuah kampus sebelum mau bekerja di perusahaan." Jawab Grace.


"Oh pantas saja. Baguslah jika begitu. Ternyata selama ini Queen sangat dekat dengan kita." Jawab John.


"Tuan saya akan meletakkan koper nona ke kamar." Jawab Zaki.


"Oke." Jawab John.


"Kakek aku akan ikut dengannya ke kamar. Aku ingin istirahat." Jawab Queen.


"Dasar orang desa gak tau adab." Jawab Grace dalam hati.


"Baiklah. Istirahatlah."Jawab John.


"Ayah, aku akan pergi ke kantor karena tugas ku untuk menyambut anak kakak sudah aku lakukan. Ayah lihat sendiri sepertinya dia tidak ingin dekat-dekat dengan kami." Jawab Biel.


"Terimakasih paman Biel. Maaf tidak mengapa mu terlebih dulu. Tapi aku sangat lelah setelah melakukan perjalanan dari liburan." Jawab Queen dengan menundukkan kepalanya membuat Biel dan Grace terdiam membeku.

__ADS_1


"Zaki tunjukkan jalannya." Jawab John tersenyum.


"Kalau hanya berakting baik aku juga bisa. Sebenarnya kalian yang tidak menerima aku datang ke sini." Jawab Queen dalam hati namun melangkah pergi.


__ADS_2