Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 159


__ADS_3

Selamat Membaca Readers 🔥🔥🔥


Jangan lupa tekan tombol suka terlebih dahulu


Lalu komentar setelah membaca


hehehhe, terima kasih atas dukungannya 🙏


Eldon menerima dua lembar kertas yang berisi tentang sketsa wajah Joy dan bawahannya yang sedang menyamar saat mereka memasuki casino. Eldon yang begitu melihat serius melihat sketsa wajah. Eldon mengingat ingat tentang wajah mereka berdua yang mungkin di kenali olehnya.


"Aku tidak mengenalnya." Jawab Eldon setelah beberapa saat berfikir melihat sketsa itu.


"Saya sudah menyebarkan sketsa wajah ini ke beberapa anggota untuk mencari tahu tentang keberadaan mereka." Jawabnya.


"Lalu hasilnya?" tanya Eldon.


"Belum ada menemukan hingga saat ini. Masih berjalan satu hari." Jawabnya.


"Aku akan melaporkan ke markas pusat. Mereka akan mencari tahu tentang hal ini juga." Jawab Eldon.


"Baik tuan."


"Lalu sisa uang dalam rekening khusus untuk casino?" tanya Eldon.


"Maaf tuan, saya tidak menemukan ATM yang tersimpan di kantor saya. Dan juga percuma saja jika kita menemukannya. Karena saldo yang terdapat di dalamnya hanya tersisa saldo untuk ATM. Tidak dapat di ambil lagi." Jawab lelaki itu dengan menunjukkan aplikasi m-banking dari ponselnya kepada Eldon.


"Jadi saldo yang ada di dalam ATM ini sudah tertransfer ke dalam ATM kedua orang itu?" tanya Eldon.


"Iya tuan benar. Makanya itu aku mengatakan bahwa ini seperti kebetulan yang sudah di rencanakan. Aku berpikir bahwa mereka hanya mengincar uang yang dimiliki oleh Kasino kita dan membuat bangkrut dengan cara menghancurkan gedung casino." Jawabnya.


"Masuk akal yang dikatakan oleh mu. Mereka bermotif hanya untuk menghancurkan Casino dan mengambil semua modal di ATM milik kita. Jika saja mereka musuh dari musuh yang kita bantu tidak mungkin akan sebaik ini. Mereka tidak mungkin tidak mencelakakan orang-orang kita." Jawab Eldon.


"Tuan benar, mengapa mereka menghancurkan gedung ketika semua orang sudah keluar dari gedung dengan cara membuat keributan alarm kebakaran." Jawabnya.


"Tapi yang menjadi aneh adalah mengapa mereka mengebom 4 sisi gedung?" tanya Eldon.

__ADS_1


"Maksud tuan? " laki-laki itu yang tidak mengetahui bahwa pada gedung casino terdapat 4 bom yang khusus untuk dihancurkan ketika ketauan oleh pihak hukum.


"Posisi ledakan yang terjadi pada gedung itu adalah posisi aku meletakkan 4 perangkap bom yang sewaktu-waktu akan diaktifkan jika ketahuan oleh pihak hukum atau ada musuh yang menyedang. Bom itu dapat di aktifkan melalui komputer server yang ada di ruangan kelas." Jelas Eldon.


"Apa? Kenapa aku tidak pernah tau?" tanyanya.


"Ini memang rahasia yang tidak diketahui oleh banyak orang kecuali aku dan juga atasan." Jawab Eldon.


"Pantas saja saya tidak mengetahuinya." Jawab nya.


"Apakah kau berfikir bahwa mereka adalah orang-orang kita sendiri?" tanya Eldon.


"Entahlah tuan, karena seingat dalam ingatanku ketika keluar dari gedung. Aku memperhatikan semua orang yang keluar dari gedung. Dan tidak ada satu orang pun pekerja kita yang tidak ada di depan gedung saat semuanya terjadi." Jawabnya.


"Kau yakin?" tanya Eldon.


"Saya sangat yakin tuan, saya tidak mungkin lupa karena baru saja terjadi kemarin jadi tidak mungkin saya melupakan apa yang baru saja terjadi." Jawabnya lagi yang mengingat bahwa rekan-rekannya semua telah keluar dari gedung casino. Dari jajaran penjaga permainan, kebersihan, kasir dan juga penjaga keamanan. Semuanya keluar dari gedung casino.


" Dan aku juga masih ingat bahwa yang terakhir keluar dari gedung adalah 2 orang menjaga CCTV. Mereka berdua seperti baru tertidur pulas. Mereka juga di bangunkan oleh petugas kebersihan yang saat masuk ke ruangan mereka, mereka tertidur." Jawabnya yang sudah menanyakan semua anggota pekerja yang berada di casino.


"Tunggu, apa kau bilang?" tanya Eldon.


"Yang terakhir keluar adalah petugas keamanan ruang CCTV bersama dengan petugas kebersihan?" tanyanya.


"Bukan, setelahnya?" tanya Eldon kembali.


"Petugas kebersihan membangunkan petugas keamanan CCTV saat membersihkan ruangan CCTV?" tanya kembali.


"Iya itu." Jawab Eldon.


" Kenapa dengan hal itu?" tanyanya.


"Kau seharusnya berfikir ada yang aneh dengan hal ini. Petugas CCTV itu ada dua orang yang menjaga. Jadi jika yang satu tertidur maka yang satu sedang menjaga. Mereka akan saling berganti shif untuk memantau keadaan." Jawab Eldon.


" Kau juga masih belum mengerti apa yang aku maksud?" tanya Eldon yang melihat ekspresi laki-laki itu sedikit bingung dengan pernyataan yang telah dikatakan oleh Eldon.

__ADS_1


"Kenapa mereka harus tidur bersama-sama dan dapat terbangun ketika penjaga kebersihan datang ke ruangan mereka?" tanya Eldon.


"Oh iya ya. Pekerja yang bekerja di Casino yang khusunya adalah penjaga keamanan pasti tidak akan bersama-sama untuk istirahat. Mereka akan melakukan pergantian shift." Jawabnya baru mengerti.


"Iya. Sekarang kumpulkan semua pekerja kita kemari. Aku mau mengintrogasi mereka semua. Kita lakukan secara daring saja." Jawab Eldon.


"Baik tuan, saya akan membuat meeting online sekarang juga. " Jawab nya.


"Baiklah aku tunggu." Jawab Eldon.


Seorang pelayan datang membawa pesanan mereka yang sudah cukup lama di pesan.


"Bisakah saya memesan sebuah ruangan tertutup VIP di cafe ini?" tanya Eldon ketika ada seorang pelayan yang datang membawa pesanan mereka.


"Bisa tuan, silahkan ikut dengan saya. Jika jadi pesanan ini nanti saya akan antar kembali." Jawab Pelayan.


"Jadi. Gunakan saja kartu ini untuk pembayaran ruang VIP dan juga pesanan itu. " Jawab Eldon dengan memberikan kartu bank miliknya untuk membayar semua tagihan.


"Baik tuan." Jawabnya dengan menerima kartu itu dari tangan Eldon.


"Silahkan ikut dengan saya tuan." Jawab pelayan yang mengantarkan mereka ke dalam sebuah ruangan tertutup yang berada cafe tersebut.


Eldon dan laki-laki itu mengikuti pelayan. Mereka masuk ke dalam ruangan VIP. Pelayan kembali ke meja pertama mereka untuk membawa pesanannya kembali ke ruangan VIP.


"Tuan apakah kit bisa mulai?" tanya lelaki itu yang sudah selesai menghubungi pekerja yang di bawah perintahnya untuk segera bergabung bersama untuk melakukan rapat online yang sebenarnya adalah introgasi online.


"Lakukanlah." Jawab Eldon yang sudah siap.


Lelaki itu membawa sebuah tablet yang berukuran 10 inch. Lelaki itu sudah membuat video call online dalam rapat kali ini. Mereka memulai pembicaraan. Eldon juga memulai mengintrogasi mereka satu persatu saat kejadian sudah mulai terjadi.


"Baiklah. Aku mengerti. Kalian sudah bekerja keras dan syukurlah kalian semua baik-baik saja." Jawab Eldon untuk menyenangkan para bawahannya agar tidak terlihat sedang mengintrogasi mereka satu persatu.


"Ini sudah tuan?"


"Sudah. Matikan lah." Jawab Eldon yang sudah menyerap segala jawaban dari para pekerja yang diberi pertanyaan oleh nya. Jawab yang diberikan oleh mereka menjadi sebuah informasi untuk mengumpulkan data menjadi rangkuman hipotesis Eldon tentang kejadian.

__ADS_1


__ADS_2