Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 114


__ADS_3

Sam dan Joy sedang memegang bahu Al pada sisi masing-masing sambil menatap dan berkata bersamaan.


"Kenapa kalian sok kompak begini?" tanya Al.


"Kami merindukan kau yang seperti ini." Jawab Sam.


"Ada apa dengan ku?" tanya Al.


"Selama kau bersama dengan Queen, aku lihat kau sedikit melembut. Tapi kami tidak mempermasalahkan itu. Karena itu cukup baik, namun jangan pernah meninggalkan sifat asli mu Al yang tidak suka di tindas orang lain." Jawab Joy.


"Hahahha, tenanglah aku tidak akan pernah membiarkan orang-orang yang mencari Masalah dengan orang-orang ku hidup dengan tenang. Kalian juga mengetahui sifat ku itu, aku juga tidak akan membiarkan jika kalian melalui hal yang sama seperti Queen." Jawab Al


"Hahhaha, sudahlah jangan di pungkiri lagi. Ini untuk pertama kalinya kau memperhatikan seorang wanita." Jawab Sam.


"Iya. Kau itu bos sekaligus teman ku. Jadi kami berdua paham tentang mu." Jawab Joy.


Queen yang mendengarkan hal itu mengurungkan niatnya yang tadinya ingin muncul menjadi pergi kembali ke rumah kaca. Queen tidak ingin mendengar apa yang katakan oleh Al. Lebih baik ia pergi dari tempat itu.


"Sudahlah, kalian pergi. Jangan ganggu aku bersama dengan ya. Ingat laksanakan apa yang aku katakan. Aku kasih waktu satu Minggu untuk menyiapkan semuanya." Jawab Al.


"Oke." Jawab Joy dan Sam.


Al pergi meninggalkan mereka berdua di taman dan kembali bergegas ke rumah kaca.


"Lihatlah tempramen miliknya itu. Tetap saja kejam seperti biasanya tapi penyayang." Jawab Sam.


"Hahahha, ia. Tapi Queen itu benar-benar hebat bisa menaklukkan serigala hitam yang menyendiri itu." Jawab Joy.


"Sudahlah, ayo lakukan sedikit demi sedikit balas dendam itu. Kita harus perlahan memanipulasi bisnis mereka. Lagi pula suruh siapa mencari masalah dengan Al, apalagi menyinggung wanitanya. Aku zaman dia tidak akan tenang." Jawab Sam.


"Aku mengerti. Tapi Sam, aku berfikir ini semua bukan karena Elena saja. Tapi ada hal lain yang tidak bisa aku jelaskan. Al juga sejak awal mengetakan hal itu. Tapi karena bukti menunjukkan ke Elena. Jadi sudah pasti dia yang bersalah." Jawab Joy.


"Sudahlah, nanti saja itu di fikirkan. Jadi sekarang sudah bisa kita untuk istirahat? Aku ngatuk." Jawab Sam.

__ADS_1


"Ya sudah, aku yang menyetir. Kau tidur lah " Jawab Joy.


"Bagus. Terima kasih bro." Jawab Sam yang senang karena ia bisa tidur di perjalanan.


Sam dan Al pergi dari vila. Sedangkan Al masuk ke dalam rumah kaca.


Al yang menaiki tempat tidur, duduk di samping Queen yang sedang memiringkan tubuhnya yang membelakangi Al. Queen berpura-pura tertidur. Al kembali membelai kepala Queen sesekali.


"Aku pasti akan membuat mereka membayar satu persatu apa yang telah terjadi kepada mu. Dari penculikan, pencemaran nama baik hingga penembakan itu. Entah apa yang sebenarnya terjadi mengapa Elena bisa berbuat sedemikian rupa hanya karena hal sepele." Jawab Al yang berbicara sambil membelai kepala Queen.


Al yang membicarakan hal itu, kemudian membaringkan tubuhnya di samping Queen dan memeluk Queen dari belakang pada posisi tidur. Queen yang ingin menyingkirkan tangan Al yang telah melingkari perut ya Bu telah di urungkan karena takut Al mengetahui dirinya sudah terbangun.


"Aku pasti melindungi mu seperti janji ku pada guru dan kepada mu." Jawab Al dengan memejamkan matanya dan mendekatkan wajahnya tunduk dalam tidur mencium kepala Queen.


"Dasar! Aku tidak bisa bergerak, jika aku langsung menonjok ya pasti di kira aku sudah terbangun sejak tadi. Jadi aku tetap seperti ini, aku sangat risih." Jawab Queen dalam hati.


Queen mencari ide lalu mendapatkannya. Ia tetap memejamkan mata dan bersikap seperti orang yang sedang mengigau. Queen membalikkan tubuhnya sehingga membuat Al kaget dan melepaskan pelukannya. Kening Queen terkena dengan bibi Al. Lalu Queen yang kaget langsung membuat tindakan yang sempurna.


"Pergilah, aku tidak ingin di dekati." Jawab Queen dengan mendorong Al di depannya dan tetap memasang wajah mata yang tertutup seperti sedang tidur.


Al merapikan selimut untuk menutupi tubuh Queen dan sedikit menjauh dari tubuh Queen. Al memiringkan tubuhnya ke arah kiri dan menatap Queen hingga tertidur kembali.


"Dia sudah tidur?" tanya Queen dalam hati dan perlahan-lahan membuka matanya dan melihat Al yang sedang terlelap tidur.


"Baguslah." Jawab Queen dalam hati dan memejamkan matanya kembali.


Mereka kembali tidur. Di pagi hari, saat Queen sudah terbangun dari rumah kaca tidak melihat ada Al di sisinya.


"Kemana dia?" tanya Queen dalam hati sambil mencari Al.


Suara pintu terbuka dan Al masuk ke dalam rumah kaca.


"Baru saja ingin aku bangunkan." Jawab Al yang tersenyum kepada Queen dengan penampilan yang sudah rapi. Menggunakan jas dan wajahnya berstyle Azlan.

__ADS_1


"Kau menjadi Azlan?" tanya Queen.


"Kau lupa hari ini ujian semester di mulai?" tanya Al.


"Oh iya, kenapa tidak membangunkan aku sejak tadi. Pukul berapa ini?" tanya Queen yang terburu-buru turun dari tempat tidur lalu memakai sendalnya dan ingin kabur dari rumah kaca.


" Masih jam 5 pagi, pergilah membersihkan diri mu. Aku tunggu di meja makan untuk sarapan." Jawab Al.


"Oke." Jawab Queen yang berlari melewati Al, membuka pintu dan berlari menuju villa.


Al hanya tersenyum melihat Queen yang sedikit panik karena takut telat.


"Kenapa aku bisa sampai lupa kalau hari ini ujian di mulai? Semua ini karena Al." Jawab Queen yang bergumam di dalam hatinya.


Mereka berdua sarapan bersama.


"Makan dulu, nanti selama perjalan ke kampus bisa membacanya." Jawab Al yang melihat Queen sedang membaca catatan sambil menikmati roti yang telah dihidangkan sebagai sarapannya.


"Hmm baiklah." Jawab Queen yang menikmati makanan dengan cepat.


Al juga makan dengan pelan-pelan sementara Queen dengan cepat. Queen sudah selesaikan makanan ya lalu berdiri untuk berjalan keluar.


"Ayo berangkat." Jawab Queen yang sudah membawa buku catatan miliknya dan tas sandangnya.


Al mengikuti Queen dari belakang dan saat di depan villa ia menekan tombol kunci mobil untuk membuka pintu mobil Lamborghini.


"Kita naik ini?" tanya Queen yang terkejut saat melihat mobil Lamborghini putih di hadapannya.


"Tenang saja, aku tidak akan masuk ke kampus. Hanya mengantarkan sampai depan gerbang kampus. Dan aku akan ke apartemen dulu baru ke kampus." Jawab Al.


"Oh." Jawab Queen yang menganggukan kepalanya.


"Masuklah atau kita akan terlambat!" Jawab Al kepada Queen.

__ADS_1


Queen masuk ke dalam mobil dan Al masuk juga di kursi pengemudi. Menekan tombol untuk menutup pintu dan segera pergi ke kampus.


__ADS_2