
Dekan dan Grace yang langsung menyimpulkan berita itu dengan sendirinya tanpa mencari tahu kebenaran apa yang telah terjadi. Queen tidak berniat untuk menjelaskan apa-apa.
"Tidak ada yang perlu di jelaskan. Saya permisi." Jawab Queen dengan berdiri dan berjalan keluar dari ruang dekan.
Fiona, Grace dan Dekan sangat terkejut tentang apa yang telah dilakukan oleh Queen. Queen meninggalkan ruangan itu tanpa penjelasan apapun. Dan ekspresinya yang datar.
"Dia memang seperti itu. Pak dekan, Bu Grace saya mewakili sebagai temannya untuk meminta maaf karena ketidak sopanan Queen terhadap kalian. Tapi saya sedikit menjelaskan tentang apa yang saya ketahui." Jawab Fiona.
"Apa itu?" tanya Grace.
"Saya juga bingung untuk menjelaskan dari awal cerita ini namun intinya adalah Queen adalah cucu kandungan dari John Abraham. Jadi tidak mungkin Queen bermain dengan tuan Zaki. Bisa di katakan bahwa tuan Zaki menjemput Queen sebagai suruhan kakek John Abraham. Dan untuk foto yang pertama mungkin itu adalah kenalan Queen, pacar atau Abang nya. Jadi seharusnya pihak kampus terkhususnya fakultas ini lebih adil untuk mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi tanpa harus menyimpulkan dengan cepat." Jawab Fiona.
"Saya permisi pak, Bu " Jawab Fiona yang menjelaskan dengan cepat lalu keluar dari kantor depan untuk mengusulkan Queen.
"Dia cucu kakek? Pantas saja aku tidak asing dengan wajah itu dari samping. Ternyata dia adalah Paman Zaki." Jawab Grace.
"Kau mengenal ya?" tanya Dekan.
"Tentu saja aku mengenalnya pak. Anda lupa bahwa aku sebenarnya adalah anak dari Biel, Biel Abraham. Keluarga Abraham." Jawab Grace.
"Oh iya, pantas saja aku tidak asing dengan kata Abraham. Aku baru saja ingat." Jawab Dekan.
"Sepertinya apa yang di katakan oleh Fiona itu benar adanya. Karena tadi malam saya mendapatkan berita bahwa kakek mengumumkan tentang cucu kandungnya. Tadi malam saya pergi ke pesta ulang tahun Kakek." Jawab Grace.
"Baiklah. Aku akan mencari tahu tentang kebenaran yang terjadi, tapi berita ini harus segera dihilangkan sebelum lebih menyebar ke seluruh wilayah." Jawab Dekan.
"Baik pak. Kita sepertinya butuh pertolongan dari jurusan IT untuk menghapus berita ini." jawab Grace memberikan solusi dari hal yang terjadi.
__ADS_1
"Baiklah. Aku akan menghubungi pihak jurusan IT untuk meminta bantuan." Jawab Dekan.
"Baik pak, saya undur diri." Jawab Grace yang keluar dari ruangan degan lalu masuk ke ruang dosen yang berada di samping.
Fiona yang mengejar Queen tidak menemukan keberadaan Queen. Queen dengan cepat telah hilang dari pandangan Fiona yang melihat sekitar. Ternyata Queen pergi ke arah kanan berjalan ke perpustakaan.
"Bu, saya ingin bertanya, berapakah waktu peminjaman komputer di ruang digital perpustakaan itu?" tanya Queen.
"Kau boleh menggunakannya selama 1 jam setelah itu bergantian dengan yang lainnya atau bisa lebih banyak memakai jika tidak ada yang memakai." Jawab pustakawan.
"Sudah cukup bagi ku waktunya." Jawab Queen dalam hati.
"Apakah jaringan ini bersatu dengan seluruh kampus?" tanya Queen.
"Maksud mu satu server?" tanya Pustakawan lagi.
""Ia, semua komputer yang ada di sekolah terhubung pada satu jaringan server." Jawab Pustakawan.
"Ok terima kasih." Jawab Queen.
"Sama-sama." Jawab pustakawan.
Queen langsung berjalan menuju ruang digital untuk menggunakan satu komputer. Queen memilih di arena paling belakang sebelah kanan. Queen meletakkan tasnya di samping meja komputer dan menghidupkan komputer.
Queen menggulung rambut yang telah dikuncir satu untuk tidak jatuh ke bawah. Queen mengambil posisi dengan sangat nyaman. Tangan kanan yang memegang mouse dan tangan kiri yang jari-jarinya sudah siap untuk mengetik. Kedua mata Queen fokus memandang layar monitor.
Queen langsung membuka web berita itu dan membuka pemograman untuk mencari tahu dari mana lokasi IP yang telah menyebarkan berita ini. Queen dengan membutuhkan waktu 10 menit dengan jari jemari tangan kiri dengan cepat mengetik tombol-tombol yang ada di keyboard beserta dengan tangan kanan yang menekan dan menggeser mouse dengan cepat. Mata yang terus fokus melihat layar monitor.
__ADS_1
Setelah 10 menit waktu berlalu, Queen sudah mendapatkan lokasi IP yang telah menyebarkan berita itu. Queen langsung mengkirimkan lokasi itu ke ponselnya. Dan Queen langsung menghapus berita itu dari Web. Queen juga menggunakan keahlian teknologi untuk menghapus group kampus tentang berita tersebut.
"Siapapun kau, aku tidak akan memaafkanmu." Jawab Queen dengan tatapan tajam sambil berdiri mengambil tasnya dan berjalan keluar dari ruang digital.
Queen berjalan keluar dari perpustakaan hingga ke apartemen. Queen mengambil kunci sepeda motor miliknya di dalam apartemen sambil berganti pakaian. Queen menggunakan celana kulit dan jaket kulit berwarna hitam.
Queen tiba di parkiran, mengambil helm dan memasang di kepalanya. Lalu dirinya naik ke atas sepeda motor. Dan menyalakan sepeda motor menuju ke arah lokasi yang sudah ada di ponselnya.
Dengan kecepatan maksimal, set-set, Queen tiba di sebuah gedung seperti kantor kecil. Queen mempakirkan sepeda motornya di depan kantor itu lalu berjalan masuk dengan tetap menggunakan help.
"Siapa kau masuk ke perusahaan kami dengan penampilan seperti itu?" tanya seseorang yang berada di dalam ruangan dan melihat Queen baru saja melangkahkan satu langkah masuk dari balik pintu masuk.
Queen tidak memperdulikan orang yang bertanya kepadanya, Queen terus berjalan mengikuti GPRS keberadaan IP tersebut.
"Siapa kau berani -beraninya menerobos masuk?" lelaki dengan mencegah Queen masuk.
Queen yang melihat beberapa jajaran komputer dengan beberapa orang yang ada di depan layar komputer itu sedang bermain mengetik mengerjakan sesuatu. Queen berhenti di sebuah komputer sebelah kanan, namun tidak ada orang yang berada di komputer itu. Berbeda dari yang lain yang di setiap komponen ada orangnya.
Lelaki dan wanita yang telah melihat Queen mencoba mencegah Queen untuk masuk dan mengusir Queen dengan secara paksa. Queen langsung melepaskannya dirinya dari mereka yang menarik Queen untuk keluar.
"Kau siapa masuk ke perusahaan kami,. pergilah." lelaki itu dengan memegang kedua tangan Queen ke belakang dan akan mendorong Queen keluar dari ruangan. Hal ini membuat semua orang meninggalkan pekerjaan mereka dan melihat kejadian yang ada di hadapan mereka.
Queen yang kedua tangannya sudah dipegang oleh lelaki itu ke belakang, Queen dengan menggunakan kepalanya untuk menyerang orang dari belakang saat dirinya telah di kunci pada posisi kedua tangan di kunci di belakang.
Satu gerakan dari kepala Queen rahang laki-laki itu sehingga membuatnya melepaskan Queen.
"Sepertinya aku akan sedikit berkeringat." Jawab Queen dengan dengan membuka helmnya lalu mulai berkelahi dengan karyawan lainnya yang ada di dalam kantor. Mereka semua sebagai karyawan membantu lelaki yang telah di lukai Queen itu. Ternyata lelaki itu adalah bos dari mereka semua.
__ADS_1