Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 24


__ADS_3

Al yang menerima bungkus narkotika yang diberikan oleh Queen kepadanya. Tidak memperhatikan Queen ini yang sudah pergi meninggalkannya. Queen hanya mengambil jaket untuk pergi meninggalkan hotel namun bertemu dengan Al dan melihat kejadian tadi..


"Queen!" panggil Al pelan dengan melihat Queen yang sudah masuk ke dalam lift. Al yang ingin mengejarnya namun pintu lift sudah tertutup.


"Sebuah kebetulan yang sangat baik." Jawab Al memegang bungkusan itu sambil tersenyum lalu berjalan untuk menyelesaikan kekacauan yang ada di dalam kamar 28.


Mereka sudah membawa mayat itu untuk diotopsi menggunakan ambulans. Al berjalan ke kantor CCTV untuk melihat kejadian yang ada di lorong kamar 28 dan 27. Saat Al melihat kejadian itu dimana Queen di tabrak oleh orang yang di tahan mereka. Al langsung menuju ruangan Sam yang masih mengintrogasi orang tersebut.


"Sudah menemukan?" tanya Al.


"Dia juga tidak mengetahui apa-apa. Dia hanya di perintahkan secara paksa untuk mengantar paket dua buah tas." Jawab Sam.


"Oh." Jawab Al lalu mendekati pria itu dengan mengeluarkan pisau belati yang sudah di ambil olehnya tadi sebelum masuk ruangan.


"Aku paling suka menyayat kulit manusia. Tapi aku lebih suka menyiksa manusia yang berbohong untuk segera jujur." Ucap Al dengan menggoreskan belati kecil itu ke leher pria yang tidak di kenal itu.


"Sudah saya katakan bahwa saya tidak mengetahui banyak hal. Saya hanya memerlukan uang untuk hidup. Dan sebagai pekerja jasa kurir saya hanya datang untuk bekerja." Ucapnya dengan ketakutan.


"Hahah. Lalu ini apa?" tanya Al dengan memutuskan begitu saja kalung perak yang di gunakan pria itu dengan belati miliknya sehingga leher pria itu terluka lagi.


"Maksud Anda?" tanyanya dengan menahan sakit.


"Liontin kalung ini menandakan bahwa kau adalah salah satu dari mereka." Ucap Al yang menunjukkan sebuah liontin berbentuk daun ganja.


"Hehehe." Suara tawa kecil keluar dari mulut laki-laki itu.

__ADS_1


Al langsung menancapkan belatinya ke atas paha pria itu. Suara teriakan keras keluar dari pria itu yang menahan sakit akibat tusukkan belati dari Al.


"Kau sengaja menyerahkan diri untuk mengulur waktu?" tanya Al dengan tegas.


"Hahahaha. Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan sosok yang selama ini dicari oleh bos. Tuan Al yang legendaris. Ternyata memang benar bahwa Tuan Al tidak bisa untuk di tipu. Dengan mudahnya memecahkan masalah ini " Jawabnya.


"Katakan padaku, kalian bawa kemana barang itu?" tanya Al.


"Bunuh saja aku. Bahkan jika Kau menyiksaku hingga mati aku juga tidak akan pernah mengatakan apa yang aku ketahui." Jawabnya.


"Al apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Sam yang masih bingung dengan apa yang dilihat dirinya saat ini.


"Mengapa dia bisa mengetahui identitas mu?"


"Dan kenapa kau mengetahui bahwa dia dari salah satu kelompok mafia narkotika yang terkenal?" tanya Sam lagi dan lagi.


"Aku mengerti. Kerja bagus." Jawab Al yang menjawab telepon setelah beberapa saat mendengarkan penjelasan dari ponsel. Al meletakkan ponselnya kembali ke dalam sakunya dan mulai menjelaskan kepada Sam.


"Laki-laki ini adalah salah satu anggota inti dari kelompok Sativa. Sativa sendiri di ambil dari nama latin pohon ganja itu sendiri yang bernama Canabis Sativa yang berarti pohon ganja itu sendiri."


"Dia laki-laki yang pertama kali masuk ke dalam hotel dan menyewa kamar 28?" tanya Sam.


"Iya. Setelah melihat situasi dan kondisi hotel. Ia hanya bisa memanggil kurir jasa antar yang terdiri dari 2 orang. Hal ini untuk memudahkannya dalam menyebarkan barang ini." Ucap Al dengan menunjukkan bungkus yang diberikan oleh Queen tadi.


"Apa?" tanya Sam yang langsung mengambil bungkus itu.

__ADS_1


"Jangan kau buka bungkus itu dengan sembarangan Sam. Karena aku sudah memerintahkan orang untuk melihat kandungan racun yang ada di dalam. Yah, telepon tadi adalah hasil dari kandungan dari barang ini yang cocok dengan mayat laki-laki yang ada di dalam." Jawab Al.


"Apa?" Sam yang terkejut mendengarkan penjelasan dari Al.


"Dan orang yang membawa paket itu untuk menyebarkan di arena balap. Hal ini untuk membuat keadaan daerah ini kacau. Jika semakin banyak kecelakaan menteri jadi ke arah hotel ini maka akan menjadi sorotan publik untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dan saat pihak berwajib menyelidikinya maka akan mendapatkan bahwa semua orang yang mengalami kecelakaan mengalami efek mabuk dari narkotika itu sendiri. Dengan begitu mereka akan berhasil untuk menjebak ku." Jawab Al yang memberikan kesimpulan dari pengamatan yang didapatkan oleh ia dalam beberapa menit yang lalu setelah menganalisa tentang apa yang sudah terjadi dan juga beberapa bukti yang di dapat." Jawab Al yang menjelaskan tentang hipotesis yang di milikinya.


"Apa?" tanya Sam semakin terkejut.


"Hahahaha. Memang benar-benar menakjubkan. Aku tidak akan pernah merasa menyesal untuk meninggalkan dunia ini setelah di beri kesempatan untuk bertemu dengan mu langsung. Dan rumor yang beredar memang benar adanya. Bahwa kau bisa dengan cepat mendeskripsikan apa yang sedang terjadi dalam situasi waktu yang singkat." Jawab Pria itu.


"Benarkah? Jadi apakah kau sudah siap mati?" Tanya Al


"Walaupun kau membunuh ku, rencana bos tidak akan terganggu karena percuma saja kau sudah mengetahui orang yang membawa barang itu maupun mengetahui tempat penyebaran barang itu. Karena kau tidak mengetahui kapan waktu itu akan terjadi." Jawabnya dengan tertawa.


"Sam, aku serahkan kepada mu sisanya." Jawab Al yang langsung berfikir bahwa ia harus segera pergi menuju arena balapan.


"Aku mengerti. Kau berhati-hatilah, aku merasa ini hanya jebakan semata." Jawab Sam.


"Tentu." Jawab Al dengan menepuk pundak Sam dan berjalan keluar dari ruangan.


Al yang langsung menuju ke arah parkiran membawa sebuah sepeda motor balap yang berwarna merah dengan menggunakan helm yang juga berwarna merah. Al langsung melajukan sepeda motor dengan kecepatan maksimal untuk tiba tepat waktu.


Malam yang begitu sunyi, hanya ada beberapa lampu yang menerangi jalan dan angin malam dari partai yang dingin menusuk kulit Al saat berkendara. Al melajukan sepeda motornya melewati jalan curam tebing. Al hanya membutuhkan 30 menit Untuk sampai ke lokasi balap liar.


Al dengan segala persiapan yang di miliknya untuk menyelesaikan masalah hari ini.

__ADS_1


"Sebenarnya ada dendam apa aku dengan kelompok Sativa?" tanya Al memikirkan sebuah alasan tentang kelompok Sativa yang sedang mencari masalah dengannya.


Al yang dalam perjalanan sambil memikirkan tentang apa yang terjadi mengapa kelompok Sativa mencari gara-gara dengannya. Al juga tidak merasa pernah menyinggung mereka sama sekali.


__ADS_2