
Sementara di kampus, Grace yang sedang mengurusi para mahasiswa yang dipulangkan. Grace memastikan bahwa seluruh mahasiswa sudah kembali ke rumah masing-masing. Dan melaporkan semuanya kepada dekan.
Setelah dari kampus, Grace langsung ke rumah John, rumah keluarga Abraham. Grace mencari keberadaan sang Ayah. Saat tiba, John sudah tertidur, begitu pula dengan Biel. Namun Grace membangunkan Biel dari tidurnya.
"Ayah bangunlah!" Ucap Grace yang sedang membangunkan Biel.
"Sayang? Kapan kau pulang?" tanya Biel yang membuka matanya melihat Grace ada di sampingnya sedang berdiri.
"Ayah bangunlah! Ada yang ingin aku bicarakan." Jawab Grace.
"Ada apa?" tanya Biel yang duduk di tempat tidur sambil mengucek matanya.
"Berapa orang yang ayah kirimkan untuk membunuh Queen?" tanya Grace.
"Hanya 1 orang." Jawab Biel.
"Hanya 1?" tanya Grace memastikan kembali.
"Iya. Ada apa?" tanya Biel.
"Ayah sudah tahu apa yang terjadi malam ini di arena camping?" tanya Grace.
"Tentu saja. Queen baru saja ditemukan di bawah jurang dan ia pun meninggal." Jawab Biel.
"Ayah salah besar." Jawab Grace.
"Apa salah?" tanya Biel yang kemudian melotot melihat Grace yang berdiri di depannya.
"Ayah harus tahu bahwa Queen baik-baik saja hanya terluka sedikit. Dan kami semua dibubarkan karena ada 4 mayat yang berjenis kelamin laki-laki ditemukan di dalam hutan. Di katakan oleh tentara itu bahwa mereka adalah incaran mafia kayu yang menantang pohon sembarangan." Jawab Grace menjelaskan.
"Apa? Bagiamana mungkin itu? Ezi sudah memberi tahu bahwa dia telah menyelesaikan tugasnya." Jawab Biel.
"Tidak Ayah, para tentara itu telah membunuh 4 orang yang telah berada di dalam hutan dan menemukan Queen di bawah jurang." Jawab Grace.
"Jadi Ezi meninggalkan?" tanya Biel.
__ADS_1
"Siapa yang ayah maksud dari ke 4 mayat itu?" tanya Grace dengan memberikan foto 4 mayat yang telah dilihat olehnya di arena camping kepada Biel.
Biel menerima ponsel Grace dan melihat 4 foto mayat yang telah di bawa ke arena camping. Biel langsung terkejut karena orang suruhannya telah mati terbunuh. Namun Ia berpikir bahwa baru saja menelepon Ezi.
"Kapan mereka datang?" tanya Biel.
"Sekitar 2 jam." Jawab Grace.
"Bagaimana mungkin. Aku baru saja menelponnya 2 jam setengah yang lalu." Jawab Biel.
"Siapa yang mengangkat telepon ku?" tanya Biel.
"Apa jangan-jangan itu adalah para tentara?" tanya Grace.
"Mungkin saja." Jawab Biel.
"Ezi dia meninggal? Padahal dia adalah salah satu bawahanku yang handal. Tidak ada satu misi pun yang pernah dilakukan olehnya itu gagal." Jawab Biel yang menunjukkan foto kepada Grace.
"Ini Ezi?" tanya Grace yang terkejut melihatnya.
"Ayah, mayat ini wajahnya sama dengan seorang pemandu yang ada di arena camping. Namanya Eza, iya Eza. Pantas saja." Jawab Grace yang sudah berpikir bahwa mereka adalah kembaran karena memiliki nama yang hampir sama.
"Kenapa?" tanya Biel.
"Eza, dia sangat mirip dengan Ezi." Jawab Grace.
"Apa? Eza? Si kembaran Ezi juga ada di sana?" tanya Biel.
"Ayah mengenalnya?" tanya Grace.
"Tentu saja. Mereka berdua adalah kembaran yang memiliki masing-masing keahlian. Jika Ezi lebih introvert tapi keahlian bertahan dan bertarung ya luar biasa. Sedangkan Eza lebih ekstrovert, keahliannya lebih ke sosialisasi dan menipu." Jawab Biel.
"Pantas saja. Tapi ayah mengatakan hanya mengirim 1 orang." Jawab Grace.
"Iya memang hanya 1 orang yaitu Ezi. Tapi mengapa ada Eza juga. Dan siapa 3 mayat lainnya?" tanya Biel.
__ADS_1
"Entahlah Ayah aku tidak tahu. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan. Karena ayah, acara yang aku buat hancur dan juga pihak kampus menjadi tersangka utama. Para tentara itu melakukan penyelidikan kepada kami semua. Terutama kepada Eza. Eza dibawa oleh mereka." Jawab Grace.
"Apa? Eza di bawa oleh mereka?" tanya Biel.
"Iya." Jawab Grace.
"Aku mengerti. Aku akan membereskan itu." Jawab Biel.
"Ayah ingat, Jangan pernah libatkan aku dalam hal ini. Jadi kedatanganku kemari hanya untuk memperingati ayah. Berhati-hatilah dalam melakukan tindakan." Jawab Grace.
"Tentu sayang. Kamu pasti lelah kan? Lebih baik pergilah ke kamar mu dan istirahat, ini sudah jam 2 pagi." Jawab Biel yang membujuk Grace untuk tidur dan istirahat.
"Baiklah." Jawab Grace yang keluar dari kamar Biel dan meninggalkannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah hanya kebetulan Eza ada di sana atau ini ada kaitannya dengan Eldon?" tanya Biel dalam hati.
"Aku akan mempertanyakan hal itu kepadanya besok pagi. Sekarang aku masih terlalu mengantuk." Jawab Biel yang membaringkan tubuhnya kembali.
......
Di sisi lain, Eldon ya sudah mengetahui situasi dari Elena membuatnya pusing dan berfikir apakah kedatangan Ezi untuk membantunya menyingkirkan Queen atas perintahnya Biel. Namun tiba-tiba ponsel Eldon berbunyi.
"Bos maaf baru saja dapat mengabari bahwa gedung casino kita telah roboh. Kami juga tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa bom yang telah kita pasang di empat sisi telah meledak. Padahal kontrol bom itu ada pada komputer yang terdapat di dalam ruangan Bos. Dan kami semua yang berada di sini tidak memiliki akses ke tempat itu." Jawab lelaki yang menelpon Eldon.
"Apa? Bagaimana mungkin bisa terjadi?" tanya Eldon yang terkejut karena mendapatkan kabar yang tidak baik. Baru saja memikirkan karena telah gagal melakukan pembalasan dendam terhadap Queen. Saat ini mendapatkan kabar tentang usaha casino yang di bawah pengawasan olehnya telah hancur.
"Bos apa yang harus kami lakukan? Saat ini di tempat ini tidak ada 1 korban jiwa pun hanya saja kami sudah berusaha untuk menyelamatkan yang bisa di selamatkan. Namun runtuhan beton telah menutupi semuanya. Tidak ada satu barang pun yang bisa diselamatkan dan juga untuk mencari bukti betul-betul sangat sulit." Jawabnya.
"Aku mengerti. Kalian pergilah menghilangkan sejauh mungkin dan juga jangan muncul lebih dulu. Karena polisi setempat akan mencari tahu akan hal itu. Lebih baik tidak ada satu apapun tentang Casino ini. Walaupun mereka mengetahui bahwa itu bangunan itu adalah gedung casino. Mereka tidak akan dapat mengetahui siapa pemiliknya selama bukti itu terkubur di dalam reruntuhan." Jawab Eldon.
"Baiklah kami mengerti." Jawabnya.
Baru saja mengakhiri telepon dari masalah gedung casino. Eldon mendapatkan telepon kembali dari usaha pengiriman makanan online yang sebenarnya adalah pengiriman narkotika di beberapa bar di kota yang sama seperti gedung casino itu. Eldon kembali stress mendapatkan berita itu. Karena beberapa bawahannya telah tertangkap oleh pihak hukum. Dan kemungkinan besar pihak hukum akan mencari tahu siapa datang dari semua itu.
Dan Eldon juga mendapatkan beberapa telepon lainnya tentang usaha yang telah di pegang olehnya. Seketika semua nya berantakan begitu saja.
__ADS_1