
Al dan Queen duduk di ruang tamu luar yang berada di dekat taman belakang. Dengan tumpukan buku dan peralatan yang lainnya berserak di atas meja. Matahari yang menyinari mereka. Suara burung yang berkicau dan serangga lainnya yang ada di dalam hutan.
"Mana jadwal ujian mu? tanya Al kepada Queen. Queen memberikan kepada Al. Al mulai membantu Queen untuk mengisi beberapa soal tahun lalu yang tidak di ketahui oleh Queen.
"Tidak apa-apa jika tidak keluar dan menemani ku?" tanya Queen yang seharusnya hari weekend digunakan untuk liburan me time.
"Begitu juga sudah me time. Lagian besok ujian, sudah seharusnya kamu belajar dengan baik." Jawab Al.
Mereka makam siang lalu kembali lagi ke ruang tamu untuk memulai belajar kembali. Mereka belajar dengan serius hingga sore hari. Sampai Queen ketiduran di ruang tamu dan membuat Al menggendong ya untuk tidur di tempat tidur.
Dan lagi-lagi Al tidur di samping Queen, dan kali ini Al yang kepanasan tidak sadarkan diri telah membuka pakaian atas ya dan tidur di samping Queen.
Queen yang terbangun karena lapar melihat Al yang berada di hadapan ya tanpa menggunakan pakaian.
"Laki-laki ini? Al bangun? apa yang kau lakukan tidur di samping ku dengan bertelanjang dada?" tanya Queen dengan membangunkan Al.
Al yang terbangun karena terjatuh akibat Queen yang mendorong ya dari tempat tidur. Queen menutupi dirinya dengan selimut dan melihat dirinya dari balik selimut bahwa pakaiannya masih utuh.
"Ada apa Queen sampai membuat ku jatuh dari tempat tidur?" tanya Al.
"Kenapa kau bisa bertelanjang dada tidur dengan ku?" tanya Queen.
"Tadi sangat panas jadi aku buka baju. Lagian aku hanya tidur di samping mu, tidak melakukan apapun." Jawab Al yang masih baru saja tidur.
"Kau? Ah sudahlah. Pindah sana tidur di sofa
"Jawab Al.
"Ini pukul berapa?" tanya Al dengan melihat jam yang sudah pukul 20.00 Wib.
"Aku akan membuatkan makan malam. Kita belum makan malam." Jawab Al tanpa mendengarkan pendapat Queen langsung pergi berjalan keluar kamar.
"Al itu suka sekali tidur di samping ku. Tapi apa-apa tadi itu?" tanya Queen dalam hati melihat Al yang pergi menjauh keluar dari kamar.
"Tubuhnya bagus juga. Sixpack seperti roti sobek. Ah benar-benar aku lapar." Jawab Queen yang memang suka makan.
__ADS_1
"Tapi tunggu dulu, luka di tubuhnya kenapa begitu banyak? Dan bekas luka di perutnya itu sepertinya bekas luka terakhir kali aku menolongnya waktu itu."
"Dari mana bekas luka sebanyak itu?" tanya Queen dalam hati.
Queen memikirkan apa yang dilihatnya dari badan Al yang terlalu banyak bekas luka-luka. Queen turun dari tempat tidurnya menuju toilet untuk mencuci mukanya. Kemudian keluar dari kamar menuju ke dapur.
Queen melihat Al yang sedang memanaskan makanan. Al yang memang sudah meminta koki pribadinya untuk mengantarkan makanan di sore hari tadi. Al membawa makanan yang telah dipanaskan di atas meja untuk dimakan bersama dengan Queen.
"Tidak bisakah kau memakai pakaian terlebih dahulu?" tanya Queen.
"Nanti saja setelah makan aku akan membersihkan diri sekaligus. Kenapa? Apakah kau tergoda dengan postur tubuh ku yang bagus ini?" tanya Al yang kembali menggoda Queen.
"Siapa bilang aku tergoda dengan tubuh yang memiliki banyak bekas luka seperti itu." Jawab Queen dengan melahap makanan yang ada di hadapannya sambil berkata.
"Oh, tentang luka ini? Hanya kecelakaan kecil saja." Jawab Al dengan percaya dirinya.
"Siapa yang bertanya tentang bekas luka itu?" tanya Queen dengan melihat Al.
"Aku kira tadi sedang bertanya tentang bekas luka yang ada di tubuh ku ini." Jawab Al dengan tersenyum.
"Siapa yang bertanya?" tanya Queen.
"Hanya memberi tahu bahwa dari seluruh luka yang ada di tubuh ku. Hanya bekas luka ini yang aku sukai. Karena memiliki kenangan yang indah bisa bertemu dengan yang mengobati." Jawab Al yang menggoda lagi.
"Percaya diri sekali." Jawab Queen dalam hati.
"Aku mau tidur lagi." Jawab Queen.
"Apakah masih mengantuk?" tanya Al.
"Iya." Jawab Queen yang berdiri ingin melangkah pergi.
"Jangan pergi dulu, mau ku ajak ke suatu tempat." Jawab Al dengan memegang tangan dan menahan Queen
Al membawa Queen begitu saja untuk keluar dari villa, Al membawa Queen menelusuri jalan taman bunga yang berada di depan Villa.
"Kita mau kemana?" tanya Queen.
__ADS_1
"Sebentar lagi sampai." Jawab Al.
Mereka memasuki sebuah pintu yang tertutupi dengan tanaman berjalar. Mereka masuk ke sebuah rumah kaca yang berukuran 5 meter persegi.
"Ini di mana?" tanya Quuen.
"Taman samping." Jawab Al kepada Queen saat membuka pintu.
Melihat dalam rumah kaca itu hanya ada 1 buah tempat tidur dan juga teropong bintang yang sangat besar. Teleskop 🔠jenis refraktor .
"Tidurlah." Jawab Al kepada Queen.
"Ha tidur?" tanya Queen.
" Tenang saja aku tidak akan macam-macam. Kita hanya ingin melihat bintang dengan teleskop." Jawab Al.
"Oh." Jawab Queen yang masih bingung karena melihat bintang dari mana.
Al menekan sebuah tombol pada remote yang dipegang olehnya. Lalu terbuka atap rumah kaca itu dengan pemandangan langit malam. Al menekan kembali tombol pada remote kemudian teleskop turun ke arah tempat tidur.
Al langsung tidur di tempat tidur dan mencoba teleskop bintang. Al melihat bintang menggunakan teleskop yang ada di depannya dalam posisi tidur. Teleskop itu tergantung dengan besi yang mendekati tempat tidur. Bukan berdiri pada tempat.
"Wah sungguh canggih? Jadi ini yang kau katakan untuk mengajak ku mencari bintang?" tanya Queen.
"Iya. Kemari berbaring bersama denganku untuk melihat pemandangan malam ini. Sungguh cantik pemandangan malam ini bahwa bintang-bintang sedang bermunculan." Jawab Al kepada Queen dengan menepuk tempat tidur untuk memerintahkan berbaring disampingnya.
Queen menaiki tempat tidur lalu membaringkan tubuhnya di samping Al. Queen yang sedikit demi sedikit menggeser tubuhnya untuk lebih dekat dengan Al. Al menariknya agar lebih dekat.
"Ke marilah! Lihat pemandangan langit malam berbintang dengan menggunakan teleskop ini." Jawab Al dengan besarkan teleskop yang ada di atasnya ke arah Queen.
Queen memulai untuk memegang teleskop itu lalu meletakkan matanya ke lensa teleskop untuk melihat pemandangan langit malam berbintang.
"Bagaimana?" tanya Al kepada Queen.
"Al ini sungguh indah, terlihat jelas bintang yang terang dan beberapa bintang yang tidak terlalu terang. Mereka membentuk rasio yang berbeda-beda." Jawab Queen dengan wajah yang bahagia.
"Baguslah jika kau menyukainya." Jawab Al tersenyum.
__ADS_1