Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 152


__ADS_3

" Semoga Allah Melimpahkan


Kesehatan, Umur yang Panjang, Kebahagiaan dan juga kemudahan pada segala urusan kalian yang telah membaca novel author Wil." 🤲🤲


Selamat Membaca Readers 🔥


"Iya. Karena DNA rambut itu dan juga mayat yang telah meninggal itu sama." Jawab Joy yang sudah menelusurinya.


"Lalu kenapa harus pakai tebak-tebakan?" tanya Queen yang tidak memahami apa yang mereka bicarakan sejak tadi.


"Data yang kami dapatkan adalah tentang penghianat Ezi kepada negara sebagai abdi negara. Data dia telah di hapuskan dari sistem BIN. Namun yang anehnya adalah data Eza selalu mulus tanpa ada cacat sedikit pun." Jawab Joy.


"Lalu apa yang aneh dengan itu?" tanya Queen yang masih belum mengerti.


"Tidak mungkin data yang di berikan di dalam catatan kasus hanya data Ezi. Sedangkan mereka bersekolah di tempat yang sama sejak kecil namun berpisah saat masa perkuliahan. Dan walaupun seperti itu mereka tetap ada di satu negara." Jawab Joy lagi.


"Simpelnya begini, mungkin saja mereka sering berpindah tempat satu dengan lainnya. Ezi membantu Eza, atau Eza membantu Ezi. Orang yang sudah masuk kedalam daftar hitam suatu negara akan sulit bergerak bebas di negara itu sendiri maupun di Negera luar, kecuali dia bisa menyelinap atau dia menggunakan identitas kembarannya. Sampai di sini paham?" tanya Al kepada Queen. Al menjelaskan dengan singkat kepada Queen.


"Jadi maksudnya mereka sering berganti peran dan tempat untuk saling membantu sama lain agar bergerak bebas?" tanya Queen.


"Seperti itu lah." Jawab Al.


"Aku mengerti. Tapi bagaimana pun mereka menutupi hal itu, pada akhirnya akan selalu ada cela yang terlihat oleh orang lain tentang kejahatan yang mereka tutupi. Sekali pun mereka kembar, ada perbedaan mendasar yang tidak di perhatikan oleh orang lain. Kita hanya perlu mencari tahu tentang hal itu." Jawab Queen.


"Benar juga. Aku akan mencari tahu tentang kebiasaan mereka sejak dulu hingga sekarang, satu sama lainnya." Jawab Joy yang berfikir untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam tentang kehidupan Eza dan Ezi di masa lalu


"Aku serahkan itu kepada mu Joy. Oh ya jangan lupa dengan nomor telepon itu, aku ingin mengetahui siapa pemilik itu." Jawab Al yang mengingatkan kembali Joy tentang nomor telepon yang telah di simpan pada pengambilan foto. Beserta dengan melacak nomor ponsel yang menggunakan nomor rahasia pada ponsel.


""Untuk hal itu, aku baru saja mendapatkan berita itu dari staf IT kita bahwa itu adalah nomor telepon Eldon. Dan ponsel yang satunya, sedang memeriksa seluruh panggilan yang dilakukan olehnya." Jawab Joy.


"Memang benar Elena itu tidak bisa untuk di diamkan terus menerus. Dia harus di beri pelajaran yang harus di ingat olehnya dengan baik. " Jawab Queen yang mengepalkan tangannya.


"Tenang saja Queen. Al sudah melakukan hal itu kepada mu tanpa sepengetahuan mu." Jawab Joy.

__ADS_1


"Iya. Dia sudah melakukan itu. Tidak mungkin dia akan memberikan ruang kepada mereka tentang apa yang sudah di lakukan mereka kepada wanitanya." Sam yang menyambung.


"Apa maksudnya Al?" tanya Queen yang bertanya-tanya.


Al memukul dengan pelan kepalanya dan melirik wajah Sam dan Joy dengan aura menekan.


"Aku mengatakan yang sebenarnya." Jawab Joy .


"Aku juga." Jawab Sam.


"Kalian telah menghianati ku." Jawab Al.


"Jelaskan Al." Jawab Queen dengan wajah tanda tanya.


"Oke." Jawab Al yang menghelang napas.


"Aku sudah memerintahkan Joy untuk membuat beberapa bisnis Eldon, ayah Elena rusak. Dan juga membuat orang suruhan Elena yang menyebabkan rumor itu telah aku beri pelajaran." Jawab Al.


"Huh." Jawab Queen.


Tiba-tiba ponsel Queen berdering. Nomor yang tidak di kenal yang tidak tersimpan di nomor ponsel Queen.


"Hallo, siapa ini?" tanya Queen yang mengangkat telepon itu.


"Queen, apakah kau baik-baik saja?" kalimat pertama yang terdengar dari ponsel itu.


"Siapa ini?" tanya Queen sekali lagi dan semua orang terbengong dengan Queen mengangkat nomor yang tidak di kenal.


"Kakek, ini Kakek Queen. John Abraham." Jawab nomor telepon yang tidak di kenal itu adalah John Abraham, Kakek Queen.


"Oh." Jawab Queen.


"Kakek dengar dari kampus bahwa kau telah mengalami kecelakaan masuk ke dalam jurang. Kakek sangat khawatir tentang keadaan mu, kakek sudah mencari satu malam keberadaan mu, namun kata dekan kau pergi dengan seorang lelaki yang mengaku bahwa dia adalah pacar mu. Dimana kamu sekarang Queen?" tanya John yang terus mempertanyakan Queen.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa." Jawab Queen dengan singkat.


"Kirim alamat mu sekarang. Kakek ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja." Jawab John.


"Datang saja ke apartemen ku." Jawab Queen.


"Kakek baru saja dari sana. Ini lagi di depan gedung apartemen mu." Jawab John.


"Hmmm. Aku sedang di rumah sakit menjenguk Sam." Jawab Queen.


"Tunggu di situ, Kakek kesana." Jawab John yang langsung bergegas ke sana lalu mematikan ponselnya.


"Siapa?" tanya Al bersama dengan Joy dan Sam yang ingin mengetahui siapa yang telah menelpon Queen.


"John Abraham. Dia akan kemari." Jawab Queen.


"Kakek kandung mu itu?" tanya Joy.


"Hmmm, mungkin seperti itu." Jawab Queen yang belum bisa menerima sepenuhnya tentang keluarga Abraham terutama sang kakek.


Beberapa jam sebelum ini, John yang mendapatkan kabar dari Zaki bahwa Queen telah mengalami kecelakaan jatuh ke dalam jurang saat mengadakan camping. Zaki juga mengetahui hal ini langsung dari dekan. Karena Zaki sudah menyatakan kepada Dekan untuk memberitahu segala sesuatu yang terjadi dengan Queen.


Zaki yang sudah memberitahukan John, di pagi hari langsung pergi mencari keberadaan Queen hingga siang hari ini. Mereka mencari keberadaan Queen kesana kemari namun tidak menemukannya.


Dari hasil informasi yang diberitahukan bahwa Queen di bawa oleh seorang lelaki yang tidak di ketahui. Lelaki itu mengaku bahwa Queen adalah seorang wanitanya. Dan di simpulkan bahwa itu adalah pacar Queen.


Zaki juga sudah menghubungi orangtua Fiona untuk meminta nomor telepon Fiona. setelah mendapatkan nomor telepon Fiona, Zaki meminta nomor telepon Queen yang dapat do hubungi. Fiona juga memberikan nomor telepon itu sehingga mereka bisa menghubungi Queen.


Setelah mendapatkan nomor telepon Queen di saat John dan Zaki sudah sampai di apartemen Queen. Namun saat tiba di dalam apartemen, Zaki yang terus menerus menekan tombol bel berulang kali tidak ada jawaban sama sekali. Dan saat Queen mengangkat telpon itu, Zaki dan John langsung bergegas menuju ke rumah sakit untuk memastikan bahwa Queen memang sedang baik-baik saja.


....


"Suruh saja langsung ke lantai atas rumah sakit. Sepertinya aku harus bertemu dengan kakek mu untuk memperkenalkan diri." Jawab Al.

__ADS_1


"Aku akan memerintahkan pengurus rumah menyiapkan makan siang. Sekalian saja kita makan siang bersama." Jawab Sam kepada mereka.


__ADS_2