
Al, Queen dan Fiona pergi untuk mengambil barang-barang mereka yang berada di tenda. Setelah selesai berkemas. Mereka hanya membawa barang-barang yang ada di tas mereka sedangkan tenda pribadi mereka itu di tinggalkan begitu saja.
"Aku akan mengganti tenda kalian. Jangan terlalu lama di sini, Queen juga butuh istirahat." Jawab Al yang melihat Fiona ingin merobohkan tenda.
"Baiklah. Lagian sekarang yang terpenting adalah Queen." Jawab Fiona.
Mereka naik ke atas, Queen yang tidak di bolehkan oleh Al untuk berjalan menaiki tangga ke tanah ke atas di gendong oleh Al sampai di atas
"Aku bisa jalan sendiri." Jawab Queen kepada Al.
"Jangan bergerak atau kita akan jatuh." Jawab Al.
"Kau bisa membawa tasnya kan?" tanya Al.
"Tentu." Jawab Fiona.
Sampai di atas, sebuah mobil sudah menunggu kedatangan mereka. Supir membuka pintu untuk Al dan Queen masuk ke dalam mobil di posisi kursi pintu tengah. Supir juga membantu Fiona meletakkan tas ke dalam bagasi.
"Sudah selesai?"tanya supir.
"Sudah terima kasih pak." Jawab Fiona.
"Ayo masuk." Jawab supir.
"Kita kemana tuan?" tanya supir.
"Pergi ke vila paling dekat dari sini. Setelah itu, antarkan Fiona ke rumahnya." Jawab Al.
"Iya antarkan saja aku pulang ke rumah setelah mengantarkan Queen dan Al ke vila." Jawab Fiona yang duduk di depan.
"Kenapa kita ke Villa?" tanya Queen.
"Kau juga tidak paham dengan situasinya?" tanya Al berbisik. Queen diam kembali dan berfikir.
"Queen maaf, mungkin saat aku tidak meninggalkan mu di toilet sendiri, kau tidak akan mengalami hal yang seperti ini." Ucap Fiona.
"Fiona ini bukan salah mu, lagian sekarang aku sudah baik-baik saja. Jangan berfikir yang aneh-aneh." Jawab Queen.
"Tapi kan?" tanya Fiona lalu pembicaraannya di potong oleh Al.
"Queen memang sedang di incar oleh seseorang. Jadi jangan menyalahkan diri mu " Jawab Al yang memotong.
"Al!" ucap Queen dengan nada tidak suka dan melototi Al.
"Apa? Maksudnya bagaimana?" tanya Fiona.
"Maksud Al tadi, mungkin karena ketika aku waktu mencari kayu bakar melihat penjahat itu. Karena takut aku membocorkan apa yang aku lihat mereka sudah mengincar ku." Jawab Queen.
"Ha? Kenapa kau tidak mengatakan apapun tentang itu?" tanya Fiona.
"Tenanglah. Semuanya sudah baik-baik saja." Jawab Queen.
"Queen aku pastikan, kalau kau pindah kampus aku juga akan pindah kampus. Lagi pula buat aku harus tetap di situ, mereka semua tidak punya hati." Jawab Fiona.
"Iya, kalian pindah kampus saja. Aku akan mengurusnya nanti." Jawab Al kepada mereka berdua.
__ADS_1
"Tidak " Jawab Queen kepada Al.
"Ha? Kenapa tidak?" tanya Al.
"Iya Queen, kenapa tidak ingin pindah?" tanya Fiona.
"Karena di kampus Belta adalah cita-cita ku sejak dulu." Jawab Queen.
"Apakah dia memikirkan bahwa itu adalah cita-cita Sella Queen?" tanya Al dalam hati melihat Queen.
"Baiklah, aku akan mengurus libur mu saja hingga kau benar-benar sembuh." Jawab Al.
"Iya. Itu jauh lebih baik, Queen istirahat dulu hingga sembuh. Setelah itu baru kembali ke kampus. Lagian kita juga masih ada waktu liburan semester." Jawab Fiona.
"Iya." Jawab Queen tersenyum.
Mereka akhirnya tiba di villa. Queen dan Al keluar dari mobil setelah pintunya di buka oleh supir.
"Silahkan keluar tuan dan nyoya." Ucap Supir dengan ramah membukakan pintu mobil.
Fiona juga keluar untuk berpamitan kepada Queen.
"Sebenarnya aku ingin sekali menyuruh Queen tinggal dengan ku bersama keluarga ku tapi aku yakin Al juga tidak mengizinkannya." Jawab Fiona.
"Aku akan baik-baik saja." Jawab Queen.
"Al jaga baik-baik sahabat ku. Aku titip dia." Jawab Fiona kepada Al.
"Sudah tugas dan tanggung jawab ku tanpa perintah siapapun." Jawab Al.
"Tentu. Dah..." Ucap Fiona kepada Queen setelah berpelukan dengan Queen.
"Hati-hati di jalan." Jawab Queen dan Fiona mengangguk kepalanya di depan pintu mobil melihat Queen.
Fiona kembali ke rumahnya. Queen dan Al masuk ke dalam Vila.
"Jangan biarkan Fiona mengetahui apa yang sebenernya terjadi. Anak itu tidak perlu terlibat apapun. Karena semakin sedikit yang dia ketahui akan semakin aman keselamatan dirinya." Jawab Queen kepada Al.
"Aku mengerti. Kau juga tidak ingin memberitahukan dia tentang siapa kau sebenarnya. Dan tetap menyembunyikan bahwa kau hanyalah Sella Queen." Jawab Al.
"Iya." Jawab Queen.
"Baiklah jangan bahas itu dulu, istirahatkan tubuh mu. Aku akan membuatkan teh jahe hangat untuk mu." Jawab Al.
"Aku sedang tidak ingin minum teh jahe. Bisakah memberikan ku lemon tea hangat saja?" tanya Queen yang sudah duduk di atas kasur besar di dalam kamar.
"Tentu saja nona." Jawab Al kepada Queen dengan tersenyum.
Fiona yang di dalam mobil ingin mengorek sedikit informasi tentang Al yang dia memang tidak mengetahui dengan jelas siapa Al sebenarnya. Apalagi saat dia tiba di villa. Fiona benar-benar terkejut dengan kemegahan villa itu.
"Pak bisa aku bertanya?" tanya Fiona kepada supir itu.
"Silahkan nona." Jawab supir.
"Al itu sebenarnya siapa?" tanya Fiona.
__ADS_1
"Anda tidak mengenal ya?" tanya supir itu kaget.
"Tidak, aku hanya mengetahui bahwa Al itu temannya Kakak Sam dan juga pacarnya Queen." Jawab Fiona.
"Maaf nona, saya tidak bisa menjawabnya. Anda seharusnya bertanya langsung kepada Tuan Al. Dia akan pasti akan menjawab ya." Jawab Supir.
"Kenapa kau tidak bisa menjawabnya apakah segitu susahnya menjawab." Jawab Fiona.
"Bukan seperti itu nona. Saya juga sulit menjelaskan tentang siapa sebenarnya tuan Al itu. Jadi lebih baik Anda bertanya langsung kepadanya." Jawab Supir.
"Hmmmm. Begini saja, aku bertanya kau hanya perlu menjawab ia atau tidak." Jawab Fiona.
"Apakah Al adalah orang yang baik?" tanya Fiona langsung memberikan pertanyaan.
"Iya." Jawab Supir.
"Apakah Al memiliki banyak wanita?" tanya Fiona.
"Tidak." Jawab supir.
"Apakah itu villa Al?" tanya Fiona.
"Tidak." Jawab supir.
"Lalu villa itu milik siapa?" tanya Fiona.
"Bukannya tadi anda bilang hanya menjawab ia atau tidak?" tanya Supir.
"Jawab saja jika tahu." Jawab Fiona.
"Villa itu adalah milik nyoya Queen. Hadiah dari tuan Al untuk nona Queen." Jawab supir.
"Apa? Hadiah?" tanya Fiona.
"Apakah Al sekaya itu?" tanya Fiona.
"Iya." Jawab supir.
"Sekaya apa?" tanya Fiona lagi.
"Anda bisa bertanya langsung kepada tuan Al " Jawab supir.
"Apakah mereka di villa tinggal berdua?" tanya Fiona.
"Iya." Jawab supir
"Apakah tidak ada keluarga Al seperti ayah ibu atau keluarga yang lainnya?" tanya Fiona.
"Tidak ada." Jawab supir.
"Pembantu?" tanya Fiona.
"Ada, tapi mereka tinggal terpisah." Jawab supir memberikan sedikit penjelasan.
Fiona terus mengintrogasi supir hingga ia tiba di rumah. Sang supir juga hanya menjawab iya atau tidak.
__ADS_1