
Al mengambil ponselnya dan mencari nomor yang bertuliskan nama Paz. Al langsung menekan tombol panggil terhadap nama itu.
"Hallo tuan Al."
"Aku ada sedikit meminta bantuan kepadamu. Aku akan menjelaskannya saat tiba di kantormu." Jawab Al lalu mematikan panggilannya begitu saja.
Paz adalah Jendral polisi yang ada di negara Boyalia. Paz yang saat ini mendapatkan panggilan dari Al, berdiri dari tempat duduknya dan terbengong panggilan itu mati.
"Gawat, apa yang membuat tuan besar mengunjungiku?" tanya Paz dengan meletakkan ponselnya lalu berjalan ke luar ruangan. Paz langsung memanggil seluruh staf polisi yang ada di kantornya sebagai panggilan darurat. Ia membariskan mereka semua di depan kantor.
"Ada apa ini?"
"Apa yang membuat pak kepala menampilkan wajah seperti itu."
"Kita lihat saja apa yang akan terjadi."
"Aku memohon bantuan kepada kalian untuk segera membersihkan seluruh ruangan tanpa ada debu sedikitpun dengan waktu sesingkat-singkatnya." Ucap Paz.
"Apa?"
"Tidak ada waktu lagi untuk menjelaskannya. Segera laksanakan dengan cepat!" Ucap Paz
"Siap laksanakan." Ucap mereka.
Semua orang bergegas mengambil pekerjaan untuk membersihkan kantor. Ada yang menyapu, mengepel, mengelap kaca, dan sebagainya. Mereka semua sibuk jam tangan termurah untuk menyelesaikan tugas yang diperintahkan oleh Paz.
Karena dengan kerjasama yang baik dan juga kecepatan yang maksimal dalam mengerjakan pembersihan kantor, mereka berhasil dengan waktu yang cepat. Mereka kembali dibariskan di depan kantor dengan wajah yang sudah bercucuran keringat. Mereka kelelahan dan juga dehidrasi.
"Segera gunakan kamar mandi yang ada untuk bergantian. Yang ingin minum dan istirahat sebentar silakan ke kafe sebelah karena aku sudah memesankan untuk kalian nikmati. Tapi ingat jangan berlama-lama. Berganti satu sama lain. Waktu kalian hanya satu jam. Satu jam lagi tiba di kantor dengan pakaian yang lengkap dan rapi." Jawab Paz lagi.
"Alasan pada hari ini kita melakukan semua nya Karena untuk menyambut seorang yang memiliki kekuatan dan kekuasaan yang sangat berpengaruh di negara ini." Jawab Paz.
"Baik laksanakan."
__ADS_1
Al yang membutuhkan waktu selama 2 jam sampai ke kantor itu. Al yang keluar dari mobil langsung di sambut oleh Paz. Semua orang berada di tempat kerjanya masing-masing dengan pakaian yang rapi dan juga sangat berseri. Kantor yang bersih tanpa ada debu sedikit pun.
"Selamat datang tuan Al." Jawab Paz dengan mengulurkan tangan kanan untuk menyalami Al. Al langsung mengalaminya dengan menundukkan kepala.
"Tuan tidak berubah, seharunya aku yang tunduk." Jawab Paz.
"Paman lebih tua di bandingkan aku." Jawab Al dengan tersenyum di balik topeng.
"Silahkan masuk." Jawab Paz.
Semua orang benar-benar terkejut dengan Al yang baru saja datang dengan menggunakan topeng. Mereka sangat penasaran siapa orang yang ada di hadapan mereka sebenarnya.
Namun, mereka tidak dapat bertanya karena situasi saat ini benar-benar sangat tegang. Aura yang dipancarkan oleh Al saat berjalan benar-benar mendominasi orang-orang sekitar.
Joy yang mengikuti Al dari belakang menggunakan masker.
Al yang masuk ke dalam kantor dengan melihat sekeliling kantor yang sangat bersih dan rapi. Saat mereka masuk ke dalam ruangan Paz yang tertutup dan tidak terlihat oleh orang-orang yang. Al membuka topengnya dan juga diikuti oleh Jo yang membuka maskernya. Al dan Joy langsung duduk tanpa diperintahkan oleh Paz.
"Tuan mau minum apa?" tanya Paz
"Baik." Jawab Paz dengan tersenyum dan jantung yang berdetak dengan kencang karena takut telah melakukan kesalahan sehingga membuat Al tiba di kantor nya.
"Aku persingkat saja kedatanganku kali ini." Jawab Al yang memberikan kode pada Joy untuk menunjukkan video yang telah tersebar di di internet dan juga media.
"Kau tau bahwa hotel itu milik ku dan dikelola oleh Sam. Beberapa hari yang lalu orang-orang suruhan dari negara tetangga mengirimkan beberapa hal yang sudah kau lihat dari putih itu. Itu adalah ulah mereka untuk menjebak ku. Semua yang dilakukan oleh mereka karena mereka tidak berhasil mendapatkan kerjasama. Mereka ingin menjadi distributor narkotika di negara kita........." Jelas Al dengan singkat apa yang terjadi pada malam itu.
"Jadi apa yang harus saya lakukan tuan?" tanya Paz.
"Keluarkan Sam dari semua tuduhan itu dengan cara menyelidiki kebenaran. Kalian bisa mendapatkan bukti itu dari hotel. Dan soal kejadian di arena balap aku akan mencari cara mendapatkan buktinya." Jawab Al.
"Aku mengerti. Aku akan memberikan klarifikasi kepada media." Jawab Paz.
"Baguslah. Lakukan dengan baik." Jawab Al
__ADS_1
"Baik tuan." Jawab Paz.
Al yang langsung berdiri dari tempat duduknya memakai topeng ia kembali lalu pergi meninggalkan ruangan Paz begitu saja yang diikuti oleh Joy.
"Pak kepala, sebenarnya siapa orang itu?"
"Iya siapa orang itu?"
Mereka sudah dapat bertanya kepada Paz karena Al dan Joy sudah pergi.
"Dia adalah Alteza Altaric, orang yang telah menguasai dunia bawah di usia 18 tahun dan dapat membangun perusahaan Altaric pada usia 20 tahun. Dia adalah raja iblis sekaligus raja bisnis yang tidak bisa dipungkiri lagi dari sejarahnya." Jawab Paz.
"Apa? Jadi dia adalah sosok misterius yang tidak pernah muncul di hadapan publik?"
"Aku pernah dengan namanya tapi tidak ada satu media mendapatkan wajahnya."
"Kalian benar, karena dia bekerja tanpa terlihat. Dan yang terpenting dia bisa menyamar jadi siapapun karena dia menyukai sebuah kebebasan. Dan hal itu juga yang membuatnya dapat menguasai hal-hal yang tidak mungkin dipercaya oleh kita sendiri." Jawab Paz lagi.
"Lalu apa yang membuat kita takut kepadanya?" tanya mereka.
"Apa kalian pernah mendengar 7 tahun belakangan ini tidak terlalu banyak tindak kejahatan yang tinggi? Semua itu karena kendalinya. Bisa di katakan bahwa dia adalah penguasa negara Boyalia ini. Pejabat, pembisnis, hukum, dan semuanya tunduk kepadanya." Jawab Paz kepada mereka
"Sampai seperti itu pengaruhnya?" tanya mereka satu persatu yang mengajukan pertanyaan.
"Iya. Untuk alasan pribadi bahwa aku menghormatinya adalah karena dialah yang menyelamatkanku dari mau." Jawab Paz.
"Tapi ku lihat saat dia menyambut uluran tangan mu ia menunduk kepala. Sepertinya dia tidak seseram itu?" tanya Mereka.
"Dia memang seperti itu. Dia memiliki tata krama yang begitu tinggi terhadap orang-orang di sekitarnya. Tapi terkadang dia tidak di hati sama sekali kepada orang-orang yang membuatnya tidak menyukai. Bisa di katakan dia dapat menyesuaikan dirinya sesuai dengan lawan mainnya. Jika dengan pembunuh maka dia akan menjadi pembunuh yang paling sadis, jika dia dengan orang baik maka dia akan baik. Tergantung lawan mainnya." Jawab Paz lagi.
"Benarkah?"
"Baru kali ini aku mendapatkan informasi yang tidak didapatkan dari majalah manapun."
__ADS_1
"Tidak perlu di bahas lagi. Aku langsung ke intinya saja tentang apa yang membuatnya datang kemari." Jawab Paz