Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 180


__ADS_3

Al dan Bram terus berbincang membahas ini dan itu hingga Queen dan Stella selesai memasak. Queen berjalan ke ruang tamu untuk memanggil mereka makan siang bersama di meja makan.


"Ayah dan Al sedang membahas apa? Serius seperti itu?" tanya Queen yang baru saja tiba di ruang tamu.


"Hanya beberapa hal saja." Jawab Bram.


"Oh." Jawab Queen yang tidak ingin memperpanjang pertanyaan.


"Mama sudah menyiapkan makan siangnya. Ayo kita berkumpul ke sana." Jawab Queen.


"Oh, oke." Jawab Bram.


Al juga mengikuti Bram dari belakang.


"Apa yang kalian bicarakan? Beritahu aku nanti." tanya Queen yang berbisik kepada Al lalu melewatinya.


Mereka menikmati makan siang. Setelah itu, Queen dan Al pergi ke kamar yang sudah di siapkan oleh Stella. Mereka di perintahkan oleh Bram dan Stella untuk membersihkan diri dan beristirahat.


"Sayang, aku pergi ke kebun lagi. Biarkan saja mereka istirahat dulu." Jawab Bram.


"Iya. Tapi..." Ucap Stella yang berjalan keluar untuk mengantarkan Bram ke kebun melihat masih ada dua orang yang berdiri di mobil yang mengantarkan Al dan Queen.


"Suruh saja mereka istirahat, beri makan. Kita juga harus baik kepada mereka." Jawab Bram.


"Oke." Jawab Stella.


Stella menuruti apa yang dikatakan oleh Bram. Membiarkan pengawal Al untuk istirahat dan memberi mereka makan siang. Stella memaksa hingga mereka mau. Karena mereka takut menerima kebaikan Stella tanpa persetujuan dari Al.


Stella membujuk mereka untuk mengikuti apa yang dia mau dengan alasan ini adalah perintah Al.


"Dua pengawal ini benar-benar profesional. Jika bukan karena berbohong mereka juga tidak akan berhenti berdiri di sana. " Jawab Stella dalam hati saat memberikan izin mereka masuk ke dalam rumah agar makan siang. Kedua pengawal itu mengikuti apa yang dikatakan oleh Stella.


Di dalam kamar, Queen yang ingin membuka baju dan baru teringat bahwa ia juga masuk bersama dengan Al. Queen menghentikan niatnya dan menoleh ke belakang.


"Buka saja." Jawab Al yang kembali menggoda Queen.

__ADS_1


"Tuan Al yang terhormat, bisakah pergi dari kamar ini dulu?" tanya Queen.


"Tidak bisa. Aku juga lelah ingin tidur." Jawab Al yang membuka sepatu dan kaos kakinya lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur. Queen yang tidak ingin memperpanjang Omelan, melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Dan saat Queen keluar dari kamar mandi, mengecek apakah Al sudah tidur atau belum. Namun saat ia melihat keluar dari balik pintu kamar mandi tidak menemukan Al di dalam kamar.


"Dasar tukang menggoda saja." Jawab Queen yang memakai handuk keluar dari kamar mandi dan melangkah.


"Bagus juga dia mengerti." Jawab Queen dalam hati mengangkat koper ya namun ternyata sudah di atas tempat tidur. Al mengangkat koper Queen agar mudah di buka di atas kasur saat berganti pakaian.


"Pengertian juga."Jawab Queen tersenyum sambil membuka koper.


Sementara Al berjalan keluar melihat kedua pengawal sedang makan siang di meja makan. Kedua pengawal ya yang mengetahui Al langsung berdiri dan memberi salam kepada Al padahal mereka masih menikmati makan siang.


"Tuan." Ucap mereka langsung berdiri dan mengehentikan mulutnya yang masih menguyah makanan.


"Mama yang menyuruh mereka makan. Itu tidak apa-apa kan Al?" tanya Stella yang tiba-tiba datang.


"Tidak apa-apa. Kalian nikmati saja." Jawab Al.


"Kenapa keluar?" tanya Stella.


"Sedang di kebun luar memanen anggur yang sudah dapat di ambil." Jawab Stella.


"Aku akan membantu ayah saja." Jawab Al dengan berjalan keluar.


"Kau tidak lelah?" tanya Stella.


"Tenang saja ma," Jawab Al yang pergi meninggalkan Stella di dapur.


Kedua pengawal itu juga baru duduk kembali setelah Al pergi. Stella yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya ya.


Sementara di tempat lain,


"Kenapa bisa kehilangan dia?" tanya Biel kepada Eldon.

__ADS_1


"Saya juga tidak mengetahui ya bos. Mereka sudah memberikan kabar bahwa mereka telah membawa Queen kemari sesuai dengan rencana." Jawab Eldon.


"Lihat lah, orang suruhan mu itu semua pingsan. Dan pengawal yang aku bawa menemukan beberapa jejak yang mungkin sengaja di buat untuk mengelabui kita. Apakah kau tidak melihat dengan jelas siapa yang sebenarnya melindungi Queen?" tanya Biel yang emosi.


"Aku sudah mencari tahu dengan jelas, Queen hanya seorang anak pensiunan dokter yang bernama Bram dan juga Ibu rumah tangga yang bernama Stella. Keluarga mereka tidak ada yang harus di perhatikan karena mereka adalah keluarga biasa." Jawab Eldon.


"Jika bukan dari keluarga ya apakah kau tidak bisa melihat lingkungan dia atau orang-orang terdekat dia." Jawab Biel.


"Saya sudah menyelidikinya dengan jelas kehidupan Queen bos, tapi tidak ada yang perlu di takutkan tentang identitasnya." Jawab Eldon.


"Aku juga mendapat hal yang sama seperti yang dikatakan olehnya. Tapi mengapa dia selalu beruntung?" tanya Biel dalam hati.


"Tapi ada yang aneh." Jawab Eldon.


"Maksud mu?" tanya Biel.


"Pacar Queen itu, identitas ya tidak dapat di ketahui. Kami sudah mencari tahu tentang dia, namun tidak ada yang mengetahui tentang nama ya. Bahkan aku sudah menyogok kepolisian untuk mencari tahu tentang identitas pacar Queen dengan foto yang aku dapatkan ketika diam-diam memotret ya." Jawab Eldon.


"Apa? Bagaimana mungkin bisa?" tanya Biel.


"Hanya ada dua kemungkinan. Dia bukan orang dari negara ini atau identitas miliknya terlalu rahasia." Jawab Eldon.


"Apakah kau sudah menyelidikinya bahwa lelaki itu bukan penduduk asli dari kampung halaman Queen?" tanya Biel.


"Sudah. Queen tidak pernah ada dekat dengan siapapun. Baru kuliah di negara ini dia dekat dengan Pacarnya itu. " Jawab Eldon.


"Kau bisa bertanya dengan teman dekat Queen di kampus untuk mencari tau nama lelaki itu. Atau anak mu untuk mencari tahu tentang hal itu." Jawab Biel.


"Baik bos. Akan aku laksanakan." Jawab Eldon.


Mereka pergi dari tempat itu dengan tangan kosong. Tidak ada mendapatkan apapun dari apa yang ingin mereka lakukan. Mereka gagal dan gagal lagi.


Biel yang sudah berpisah dengan Eldon. Di dalam mobilnya sendiri sedang berfikir tentang siapa yang sebenarnya sudah melindungi Queen selama ini.


"Apakah pacarnya itu yang sudah melindungi Queen?" tanya Biel dalam hati sedang berfikir.

__ADS_1


Mereka berdua sama sekali tidak menemukan informasi apapun tentang Al. Bahkan nama saja mereka tidak mengetahui. Dan sebenarnya saat pencarian wajah Al, informasi identitas Al secara sederhana muncul. Namun yang mencari identitas Al itu adalah anggota Al yang bekerja di kepolisian.


Mereka tidak berani untuk memberikan informasi tentang Al. Mereka hanya memberikan alasan kepada Eldon bahwa wajah yang di berikan oleh Eldon tidak begitu jelas. Bahkan sudah dilakukan pada aplikasi agar terlihat jelas namun tidak di temukan.


__ADS_2