
Sementara di sisi lain, orang-orang yang berada di dalam ruang bawah tanah sedang mendengarkan suara alarm yang di bunyikan. Menandakan bahwa ada hal yang terjadi. Mereka semua sedang bersiap-siap di depan lift dengan berbagai senjata. Ada 20 orang yang berada di ruang bawah tanah. Mereka semua menodongkan pistol di depan dan menunggu orang yang berada di dalam lift.
"Kalian berhati-hati, mungkin di dalam ruang bawah tanah ini juga ada orang-orang organisasi gagak hitam." Jawab Al.
"Aku mengerti." Jawab Sam dan Joy.
"Kau di sini saja. Biar kami bertiga saja yang masuk." Jawab Al kepada pihak kepolisian.
"Tapi..." ucapnya yang ingin memberikan alasan namun di hentikan oleh Joy.
"Kalau mau ikut boleh saja tapi kami tidak menjamin keselamatan kalian." Jawab Joy.
"Ini bukan tentang penggerebekan menggunakan sistem hukum. Tapi ini tentang pertarungan antara mafia." Jawab Sam yang membuat pihak kepolisian terdiam.
Sam dan Joy mempersilahkan Al untuk masuk ke dalam lift. Al masuk lebih dulu dan di ikuti oleh Sam dan Joy. Mereka bertiga masuk ke dalam lift dan mulai turun ke lantai paling bawah.
"Bagaimana ini pak?" tanya anggota kepolisian ini.
"Ikuti saja kemauan mereka. Karena kita juga tidak akan berhasil seperti ini jika bukan karena mereka. Lagi pula yang dikatakan mereka benar, aku tidak ingin kehilangan rekan lagi. Nyawa kalian lebih penting daripada misi ini." Jawabnya.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanyanya.
"Kumpulkan saja barang bukti yang sudah di temukan. Dan membantu membereskan hal ini." Jawabnya.
Disisi lain, Al yang sedang mempersiapkan pistol yang ada di sisi kanan kiri pinggang untuk mengisi peluru. Joy dan Sam juga mengikuti apa yang dilakukan Al.
"Kalian harus berhati-hati, mungkin saja mereka sudah menunggu kita." Jawab Al.
"Kami mengerti." Jawab Sam dan Joy.
"Aku membawa asap bius. Bisa di gunakan." Jawab Sam tersenyum.
"Bagus." Jawab Al.
Beberapa menit mereka di dalam akhirnya pintu lift terbuka. Orang-orang yang menunggu orang keluar dari lift namun tidak menemukannya karena Sam, Joy dan Al di sisi kanan kiri pintu lift. Sam langsung membuka botol asap bius dan melemparkannya.
20 orang yang sudah bersiap hanya melihat botol kaleng yang menggelinding dari lift. Kaleng itu mengeluarkan asap yang berisi bius. Mereka langsung tersadar dan menutup hidungnya dengan tangan sehingga kuda-kuda memegang pistol terganggu.
__ADS_1
Al, Sam dan Joy langsung menggunakan kedua pistolnya dan menembakkan ke seluruh target yang ada. Seperti biasa, mereka dengan cepat menghabiskan semua orang dan menyisakan satu orang saja. Dan lawan tanpa bisa melakukan perlawanan.
"Kerja bagus." Jawab Al yang telah menembak tangan lelaki terakhir yang di sialan hidup untuk mengintrogasi. Al menebak tangan untuk menjatuhkan pistol yang di pegang oleh lelaki terakhir itu.
"Kau semakin hebat Sam." Jawab Joy.
"Tentu saja." Jawab Sam dengan menghembuskan pistolnya yang telah membantu ia menghabiskan seluruh musuh.
19 laki-laki semuanya telah terjatuh di lantai dengan berbagai luka tembak di tubuhnya, ada yang di kepala, dada, maupun perut. Mereka semua di tembak tepat pada titik vital. Sehingga tidak dapat melakukan perlawanan.
Al langsung mengintrogasi lelaki terakhir ini.
"Kalian siapa? Kenapa menyerang kami?" tanya lelaki itu yang sudah kesakitan pada luka tembak di tangannya. Dan tidak dapat melawan karena sedang di todong pistol oleh Al.
"Seharusnya kau jangan bertanya, cukup jawab pertanyaan kami. Mungkin kau akan di berikan kehidupan." Jawab Sam yang mendekat.
"Kau bisa lihat sendiri betapa kejam dan cekatan lelaki yang sedang menodong mu ini tadi?" tanya Joy yang memberikan pengakuan kepada lelaki itu untuk mengikuti perkataan Al. Karena ia juga melihat bagaimana Al dengan cepat membunuh musuh tepat di kepala selalu.
"Apa yang kalian inginkan dari ku?"
"Katakan semua informasi yang kau ketahui tentang organisasi gagak hitam. Hmmm tapi sepertinya kau juga tidak akan memberi tahu." Jawab Al yang bertanya dan menjawab sendiri.
"Baik." Jawab Sam.
"Aku sepertinya melihat ada hal yang harus di periksa." Jawab Joy yang melihat seperti ada ruangan tertutup di ujung ruang bawah tanah. Situasi desain ruang bawah tanah ini tidak terlalu mewah. hanya barisan komputer sejumlah sepuluh di setiap sisi kanan dan kiri. Toilet, dapur dan di ujungnya ada ruangan yang cukup jelas terlihat.
Joy memeriksa kesana, Sam juga memeriksa komputer yang di perintahkan oleh Al.
"Aku beritahu jika kau ingin tahu, aku ingin memusnahkan seluruh anggota kalian." Jawab Al.
"Kenapa?"
"Karena kalian telah mengincar orang yang salah." Jawab Al.
"Siapa?"
"Bos, disini ternyata adalah pusat IT dari informasi gagal hitam. Bisa di katakan ini adalah pusat inti informasi." Jawab Sam.
__ADS_1
"Bos, kau bisa lihat kemari." Jawab Joy yang melambaikan tangannya keluar dari ruangan itu.
"Jalan." Jawab Sam yang memerintah lelaki itu untuk jalan ke tempat Joy. Al hanya diam dan pergi kesana serta menurunkan pistolnya. Sam yang tadi jahil mengambil borgol pihak polisi, memasangnya kepada lelaki itu. Dan mengikat luka tembak lelaki itu dengan balutan sapu tangan. Serta menyuntikkan sesuatu kepada lelaki itu.
"Tenang saja. Kau tidak akan mati, suntikan ini untuk menghentikan pendarahan. Jika kau masih mau hidup maka jangan memberontak." Jawab Sam.
"Bos lihatlah ini." Jawab Joy.
"Sepertinya ini ruangan Biel." Jawab Joy.
Joy memberikan bukti-bukti berkas yang berisi tentang Queen dan juga melihat komputer serta ada foto Biel di meja itu.
"Jadi benar bahwa dia adalah ketua dari gagak hitam?" tanya Al.
"Lihatlah, mereka memiliki titik markas." Jawab Joy yang memberikan informasi yang di dapat olehnya kepada Al.
"Al sepertinya dia terlalu berbahaya." Jawab Joy.
"Queen." Jawab Al yang langsung berfikir tentang keadaan Queen.
"Joy aku serahkan semuanya di sini dengan mu. Aku harus menyusul Queen." Jawab Al.
"Aku mengerti. Berarti target titik tempat markas yang kita dapatkan memang benar. Apakah kita harus melakukan sekarang bersamaan?" tanya Joy.
"Iya." Jawab Al.
"Sam kau ikut aku, aku tidak ingin ada yang terjadi pada Queen. Dan jika dia mengalami luka ada kau yang akan langsung mengobati." Jawab Al.
"Kami mengerti. Serahkan saja semuanya dengan ku sini." Jawab Joy.
"Oke." Jawab Al.
"Sam bawa lelaki itu," jawab Al lagi.
"Oke."
Joy di tinggalkan di ruangan itu untuk melakukan tugasnya. Sementara Al dan Sam membawa lelaki yang terluka itu. Saat mereka keluar dari lift di sambut oleh pihak kepolisian.
__ADS_1
"Kami menyerahkan dia sebagai saksi bukti yang hidup. Jangan sampai lolos. Dan bantu teman ku yang ada di bawah untuk mengumpulkan bukti lainnya." Jawab Al.