
Suara mesin pesawat yang yang hidup berputar terdengar jelas sedih bandara kota A negara A. Suara langkah kaki yang terdengar dari segala sudut tempat di bandara. Orang-orang yang akan berpergian menggunakan akomodasi udara pesawat terbang. Dan beberapa orang yang baru saja tiba di kota A dengan menggunakan akomodasi udara pesawat terbang. Zaki menjadi salah satu penumpang yang baru saja turun dari pesawat.
Zaki langsung menuju ke pemeriksaan untuk membuat stempel pasport miliknya yang hanya berada di negara ini seminggu sebagai perjalanan bisnis. Zaki yang sudah memesan mobil rental yang akan digunakan olehnya selama seminggu di kota ini. Mobil itu, sudah terparkir di depan lobby pintu keluar bandara. Seseorang yang sedang menunggu Zaki tiba.
Melihat Zaki yang sudah datang, seseorang itu memberikan kunci mobil beserta surat-surat yang dibutuhkan selama berkendara di kota itu. Zaki menerimanya dan langsung masuk ke dalam.
"Tuan ingin aku antar ke mana?"
Zaki ya langsung memberikan alamat rumah sakit tempat bekerja Bram. Zaki sudah memiliki persiapan untuk mencari tahu informasi tentang Bram dengan cara menggunakan riwayat penyakit lambungnya untuk bertemu dengan dokter spesialis penyakit dalam.
Saat tiba di rumah sakit, Zaki langsung pergi ke ruangan spesialis dokter penyakit dalam.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya suster yang sedang berjaga di meja informasi
"Saya ingin konsultasi dengan dokter Bram. Dimana mengambil nomor antrian ya?" tanya Zaki.
"Dokter Bram?" tanya Suster yang terkejut.
"Di sini tidak ada yang bernama dokter Bram. Mungkin anda salah mencari orang?" tanya suster.
"Tidak Suster, aku mendapatkan rekomendasi dari teman bahwa ia adalah pasien dokter Bram. Karena teman saya memiliki riwayat penyakit yang sama, oleh karena itu memerintahkan ku untuk mencoba perobatan dokter Bram." Jawab Zaki.
"Oh jadi anda adalah kenalan pasien dokter Bram. Maaf saya tadi mengatakan hal itu, karena dokter belum tidak menerima siapapun yang mencarinya tanpa ada rekomendasi dari pasiennya." Jawab suster yang membantu Zaki untuk lebih dulu duduk di di meja antrian.
__ADS_1
"Jadi, jam berapa saya bisa bertemu dengan dokter Bram?" tanya Zaki.
"Maaf sekali pak, dokter Bram baru saja menyelesaikan administrasi pemberhentian dirinya dari rumah sakit ini jadi saya bisa merekomendasikan dengan dokter lain yang tidak kalah baik dari kemampuan dokter Bram." Jawab Suster.
"Dia sudah pergi dari rumah sakit ini?" tanya Zaki dalam hati.
"Tapi saya ingin dia mengecek penyakit saya." Jawab Zaki.
"Maaf, jika anda terus bersikukuh untuk diperiksa oleh dokter Bram. Saya tidak bisa menghalanginya. Tapi saya katakan saya tidak mengetahui bagaiman bisa dokter Bram dapat mengecek penyakit Anda." Jawab suster.
"Maksudnya?" tanya Zaki.
"Iya, kami semua yang berada di rumah sakit ini tidak mengetahui keberadaan dokter Bram saat ini. Beberapa jam yang lalu dia baru saja pergi dari rumah sakit ini. Dan tidak ada yang mengetahui dia akan pergi kemana." Jawab Sister.
"Baiklah, saya akan memberikan alamatnya, tunggu sebentar. Tapi ingat jangan beritahu orang lain jika saya yang memberikannya karena saya sudah berjanji kepada dokter Bram untuk merahasiakan hal ini." Jawab Suster.
"Terima kasih suster sudah menolong pria tua yang malang ini." Jawab Zaki dengan muka memelas.
Beberapa hari yang lalu, Zaki sudah mengutus seseorang untuk mencari tahu tentang keberadaan Bram yang ada di kota A. Namun, utusan yang diutus itu tidak mendapatkan sedikitpun informasi tentang Bram. Hal itu membuat Zaki benar-benar aneh. Dan karena hal itu, ia memutuskan untuk pergi sendiri mengecek situasi dengan mendapatkan beberapa petunjuk yang mengarah ke rumah sakit Bram bekerja.
Karena hanya ada 1 data dokter yang sama saat kecelakaan 20 tahun yang lalu. Zaki mendapatkan informasi itu dari hacker data dokter yang ada di negara A. Namun saat di periksa tidak ada petunjuk apapun bahkan tidak ada yang mengatakan bahwa ada dokter yang bernama dokter Bram.
Hal itu membuat Zaki penasaran apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat identitas Bram begitu sangat tertutupi. Dan saat ia sendiri yang datang, tentang orang-orang yang berada di rumah sakit sudah kompak dengan menyembunyikan indentitas Bram.
__ADS_1
"Tuan ini alamat dokter Bram." Jawab Suster yang memberikan selembar kertas yang berisi tulisan alamat rumah Bram.
"Tapi bolehkan saya bertanya kenapa pasien sangat sulit bertemu dengan dokter Bram. Bahkan saya kira tadi telah salah pergi ke rumah sakit karena Anda mengatakan kan tidak ada dokter yang bernama Bram." Jawab Zaki.
"Saya juga tidak bisa menjelaskannya dengan begitu detail karena sudah menjadi rahasia umum di lingkungan rumah sakit ini bahwa dokter Bram meminta kami semua untuk tidak membocorkan identitas dirinya kepada orang luar." Jawab suster
"Kenapa bisa gitu?" tanya Zaki.
"Saya juga tidak mengetahui, menurut rumor semua itu dilakukan untuk kebaikan rumah sakit ini sendiri. Saya dengar bahwa dokter Bram adalah dokter berbakat yang sudah dikenal di seluruh kalangan rumah sakit ternama karena bakatnya. Oleh karena itu dia meminta kesepakatan oleh rumah sakit untuk membuat perjanjian itu. Begitulah, aku juga tidak mengetahui dengan jelas." Jawab Suster yang keceplosan tidak memikirkan bahwa ia sedang menjelaskan tentang identitas Bram.
"Terima kasih atas pertolongannya." Jawab Zaki.
"Tentu, saya sarankan Anda langsung pergi ke rumah dokter Bram. Karena gosip yang beredar bahwa dokter itu akan langsung pergi meninggalkan kota ini. Pergi entah kemana tidak ada yang mengetahui hal itu." Jawab Suster.
"Baiklah. Aku akan segera ke rumahnya untuk mendapatkan kesempatan bertemu dengannya. Dan kesempatan usaha ini tidak lepas dari anda. Terima kasih suster cantik." Jawab Zaki yang pergi meninggalkan rumah sakit itu.
"Pantas saja beberapa orang yang dikirim tidak mendapatkan apa yang perlu didapatkan dari Queen." Jawab Bram dalam hati.
"Tapi setidaknya aku sudah mendapatkan sedikit informasi untuk melakukan penyelidikan selanjutnya." Jawab Zaki dalam hati lagi sambil berjalan masuk ke dalam mobil.
"Kemana lagi kita tuan?" tanya Supir.
Mereka langsung menuju ke arah alamat rumah Bram. Zaki yang bergegas ke alamat itu dengan berharap bisa bertemu dengan Bram secara langsung dan membicarakan tentang Queen. Siapa sebenarnya Queen yang di asuh mereka.
__ADS_1