
Sam langsung berpikir tentang pernyataan yang telah diberikan oleh Al.
"Benar juga, psikologi pribadi seseorang akan membentuk sebuah karakter dan kebiasaan dia sendiri dari faktor terbesar adalah lingkungan. Jika lingkungan keluarga yang seperti itu bisa membuatmu menjadi pribadi yang buruk." Jawab Sam.
"Begitulah." Jawab Joy.
"Lalu apa yang ingin kau lakukan Al?" tanya Sam.
"Tentu saja memberikan balasan tentang apa yang telah di lakukan oleh perbuatannya sendiri." Jawab Al dengan tersenyum tipis.
"Senyum mematikan mu itu. Baiklah aku akan melakukan pemeriksaan rambut ini." Jawab Sam.
"Butuh waktu berapa lama?" tanya Al.
"Mungkin 24 jam." Jawab Sam.
"Baiklah, setelah itu kita akan mencari identitasnya." Jawab Al.
"Bagaimana dengan akses ya?" tanya Sam.
"Tentu saja serahkan kepada tuan Al. Dia akan melakukan itu " Jawab Joy.
"Baiklah. Aku pergi dulu, mohon bantuan kalian ." Jawab Al.
"Tentu." Jawab Joy dan Sam bersamaan.
"Joy aku akan pergi sendiri ke kantor. Kau naik mobil Sam saja." Jawab Al.
"Baiklah." Jawab Joy.
Al yang pergi lebih dulu dibandingkan Sam dan Joy yang masih di dalam rumah apartemen Sam.
"Sam ada yang ingin aku katakan." Jawab Joy.
"Ada apa?" tanya Sam.
"Sepertinya kali ini kita harus lebih ekstra untuk melindungi Al." Jawab Joy.
"Ada apa?" tanya Sam yang terkejut.
"Aku mendapat sedikit petunjuk dari hutan yang terakhir kali menemukan tuan Al di sana." Jawab Joy memberikan sebuah plakat kecil yang berukuran persegi 2 cm.
"Ini?" tanya Sam yang matanya melotot saat memegang plakat itu.
Sebuah plakat berbentuk 3 buah peluru.
"Aku menduga bahwa yang mencelakai tuan Al adalah mereka. Dan aku juga sedang berusaha untuk menyaring kembali anggota kita. Aku tidak ingin ada penyusup dari mereka masuk ke kita." Jawab Joy.
__ADS_1
"Al mengetahui ini?" tanya Sam.
"Aku belum mengatakan kepadanya karena aku tidak ingin membuat kehilangan fokus terhadap Queen." Jawab Joy.
"Kau juga menyadari itu?" tanya Sam.
"Iya. Untuk pertama kalinya aku melihat dia seperti manusia yang hidup." Jawab Joy.
"Kau benar. Sejak dulu dia seperti mannequin dengan wajah yang seram." Jawab Sam.
"Iya. Aku hanya ingin melihatnya bahagia. Kali ini, biarkan kita yang melindungi dia." Jawab Joy.
"Kau benar. Terus beri kabar tentang kelanjutan hal ini. Aku juga akan membantu." Jawab Sam.
"Tentu. Ini menjadi rahasia kita. Aku pamit." Jawab Joy yang keluar apartemen Sam.
Disini lain, Queen dan Fiona mengikuti jam perkuliahan seperti biasanya hingga selesai. Kali ini ada sebuah pengumuman untuk mereka bahwa ujian semester akan segera datang.
Fiona dan Queen pergi ke perpustakaan untuk belajar tambahan secara otodidak dalam mempersiapkan ujian yang akan berlangsung minggu depan. Mereka mengulang kembali materi yang telah disampaikan oleh dosen. Mencari banyak referensi.
"Queen?" tanya Fiona.
"Ada apa?" tanya Queen.
"Aku tidak pernah melihat mu segiat ini untuk belajar. Dan selama hampir 5 bulan, aku melihat mu seperti tidak menyukai jurusan ini. Kau hanya seperti sedang mengikuti alurnya saja." Jawab Fiona.
"Karena aku menilai ya seperti itu." Jawab Fiona.
"Sudahlah jangan terlalu banyak berbicara. Lebih baik fokus persiapan ujian." Jawab Queen.
"Hmmmm. Baiklah." Jawab Fiona menggemari mencatat beberapa materi yang harus di rangkum.
Queen mencari beberapa soal-soal terdahulu yang dijadikan sebagai proseding 5 tahun sekali. Queen meminjam buku itu untuk bahan amunisi dalam menghadapi ujian.
"Apakah kau sudah mendapatkan apa yang ingin kau pinjam?" tanya Fiona.
"Sudah." Jawab Queen.
"Baiklah." Jawab Fiona.
Fiona dan Queen pergi ke meja sirkulasi untuk meminjam buku yang akan dibawa pulang oleh mereka.
"Besok hari Jumat, kita hanya ada 2 les mata kuliah. Bagaimana setelah itu kita pergi menonton?" tanya Fiona.
"Tidakkah kau fikirkan ujian sudah ada di depan mata tapi kau bersenang-senang?" tanya Queen.
"Hanya ingin sedikit mendapatkan hiburan untuk menenangkan fikiran sebelum berperang pada ujian." Jawab Fiona.
__ADS_1
"Tidak bisa. Aku sudah ada janji dengan orang lain." Jawab Queen.
"Siapa? pria atau wanita?" tanya Fiona.
"Tidak penting. Aku duluan." Jawab Queen yang meninggalkan Fiona begitu saja karena mobil jemputan sudah datang. Queen melangkah meninggalkan Fiona.
Di tempat lain, Elena yang baru saja pulang di rumah mencari keberadaan sang Ayah. Eldon yang baru saja kembali membawa beberapa hadiah.
"Ayah!" panggil Elena yang menyambut Eldon pulang.
"Putriku, apa kabar mu?" tanya Eldon.
"Tidak baik." Jawab Elena.
"Siapa yang telah membuat mood anak ayah seperti ini?" tanya Eldon.
"Ada seorang teman kampus yang telah membuatku tidak menyukainya." Jawab Elena.
"Apa yang sudah di lakukan olehnya kepada mu? Tapi sebelum itu kita masuk dulu. Ayah akan mendengarkanmu di ruang tamu." tanya Eldon.
Elena dan Eldon berjalan masuk ke dalam rumah dan mereka duduk di sofa ruang tamu. Elena bercerita tentang apa yang terjadi pada dirinya dan juga Queen.
"Ayah pasti sudah tahu bahwa aku tidak menyukai seseorang yang melawan aku. Jadi aku beberapa kali melakukan sedikit pembelajaran untuknya. Namun selalu gagal." Jawab Elena.
"Gagal? Untuk pertama kalinya anak ayah gagal dalam melakukan sesuatu?" tanya Eldon.
"Iya. Dia selalu beruntung bisa lolos dari hal yang aku lakukan." Jawab Elena.
"Ceritakan dengan detail apa yang telah terjadi." Jawab Eldon.
"....." Elena menceritakan tentang awal Queen membuat dirinya marah. Memerintahkan 3 orang untuk menculik Queen namun gagal. Membuat berita bohong yang viral namun gagal. Elena menceritakan semuanya kepada l Eldon.
"Hemmm cukup menarik. Pantas saja anak ayah tidak bisa menghadapinya sendiri. Sepertinya Queen ini adalah orang yang tidak biasa." Jawab Eldon.
"Maksudnya?" tanya Elena.
"Fikirkan saja awal mula dia dapat lolos dari penculikan itu. Sementara 3 orang yang biasa menjadi pengawal pribadi mu dikalahkan olehnya begitu saja. Sampai-sampai 3 orang itu menghilang beberapa hari lalu muncul kembali dengan kondisi yang seperti itu." Jawab Eldon.
"Tapi ayah, apakah memang benar dia sendiri yang melakukan hal itu?" tanya Elena.
"Bisa aja jika memang dia adalah orang yang kuat, tapi dia hanya seorang wanita. Dan juga kemungkinan yang paling besar adalah Dia memiliki penyokong di belakang." Jawab Eldon.
"Jadi bisakah Ayah membantu Putri yang malam ini untuk membalaskan dendamnya?" tanya Elena.
"Tentu saja. Putri ayah ingin ayah melakukan seperti apa?" tanya Eldon.
"Ayah, setelah ujian semester kapan diadakan minggu depan.Seperti biasanya, setiap jurusan akan mengadakan sebuah camping di hutan. Jadi aku ingin ayah melakukan hal itu di sana. Ayah mengartikan apa sedang aku pikirkan dalam menggunakan situasi acara itu?" Jawab Elena.
__ADS_1
"Ayah mengerti apa maksudmu." Jawab Eldon.