
Queen yang menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang.
"Padahal mereka melihat? Bisakah dia diam dan pergi saja?" tanya Queen dalam hati.
Al yang melihat handphone Queen ketinggalan di dalam mobil. Al keluar lalu berlari untuk mengejar Queen. Memberikan handphone kepada Queen.
"Wah.. tampan sekali?"
"Idola dari mana?"
"Siapa ya Queen?"
"Pacar Queen seperti idola."
"Serius ini laki-laki seperti di negeri dongeng?"
Semua mata yang menuju ke arah Queen dan Al sangat terpesona melihat ketampanan Al. Dengan gaya ceo menggunakan jas dan kacamata hitam keluar dari mobil Lamborghini.
"Queen!" panggil Al untuk menghentikan Queen.
"Ada apa?" tanya Queen yang kembali menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang.
"Kau melupakan handphone mu." Jawab Al dengan memberikan handphone Queen kepadanya.
"Oh iya, terima kasih." Jawab Queen yang menerima ponsel itu namun Al melihat ke arah bawah, terlihat tali sepatu Queen lepas. Al berjongkok di hadapan Queen kemudian mengikat kembali tali sepatu Queen.
Orang-orang yang melihatnya sangat histeris melihat keromantisan yang dilakukan oleh tim dan hingga membuat Queen ini sangat malu.
"Al, aku bisa melakukan ya sendiri." Jawab Queen yang melarang untuk mengikatkan tali sepatunya namun Al sudah menyelesaikannya.
"Tidak apa-apa. Jika sudah sampai di arena camping hubungi aku." Jawab Al dengan mengelus kepala Queen dengan tangan kanan Al.
Queen yang tidak bisa menolak perilaku yang dilakukan oleh Al karena Al langsung membalikkan badannya melangkah masuk kedalam mobilnya kembali.
"Dia sengaja melakukan itu?" tanya Queen dengan melihat orang-orang yang berada dalam bus yang juga orang-orang yang berada di luar rumah sedang memperhatikan mereka.
Fiona yang berlari mendekati Queen.
__ADS_1
"Pantas saja kau lama, ternyata bersama dengan Al. Lihatlah semua orang yang berada di sini sudah membicarakan mu." Jawab Fiona yang memeluk Queen lalu membisikkannya.
"Sudahlah ayo. Di mana bus kita?" tanya Queen.
"Aku antar." Jawab Fiona.
Mereka masuk ke dalam dan duduk di kursi nomor dua dari supir. Baru saja Queen duduk di kursi bus, beberapa orang sudah menyerang pertanyaan-pertanyaan tentang Al.
"Siapa lelaki tadi Queen?"
"Sangat tampan sekali?"
"Apakah dia pacar mu?"
Teman kelas yang tidak pernah bertanya kepada Queen tiba-tiba berdatangan hanya untuk bertanya tentang Al.
"Bisakah kalian duduk semua? Aku mau lewat. Baru saja lelaki seperti itu sudah heboh seperti tidak pernah melihat lelaki tampan saja." Jawab Elena yang di bus.
"Bilang aja iri tidak memiliki pacar tampan.' Jawab Fiona bergumam.
Semua orang menjadi bergeser untuk memberikan ruang jalan kepada Elena di dalam bus. Lalu Grace juga memasuki dan melihat kekacauan yang terjadi di dalam bus.
"Baik Bu," mereka yang belum mendapatkan jawaban dari Queen langsung duduk di kursi masing-masing karena perintah Grace. Elena juga duduk di kursinya dengan wajah yang begitu iri dengan Queen. Sedangkan Yosi mengikuti Elena dari belakang.
Grace memanggil nama mereka masing-masing dari absen.
"Semua sudah hadir. Jadi kita bisa berangkat." Jawab Grace.
"Oh ya, lain kali jika bermesraan jangan di depan umum. Jaga status sebagai mahasiswi. Pantas saja sering di rumorkan tidak baik ternyata seperti itu." Jawab Grace yang mengakhiri perkataannya sambil melirik Queen.
Semua orang mendengarkan perkataan Grace sambil melirik ke arah Queen. Queen juga melihat dengan sedikit tatapan Grace.
"Apakah kau memiliki salah dengan ibu Grace, Queen?" bisik Fiona lalu di jawab Queen dengan menggelengkan kepalanya.
"Apakah hanya perasaan ku saja, sejak kemarin dia selalu menatapmu dengan sinis." Jawab Fiona.
"Biarkan saja." Jawab Queen mengambil headset dari tas.
__ADS_1
"Apa yang dikatakan oleh Fiona memang benar bahwa sepertinya Ibu beras memiliki dendam dengan ku? Tatapan tidak suka darinya terlihat sangat jelas." Jawab Queen dalam hati yang sedang memasang headset ke ponselnya.
"Queen! Yah, padahal aku ingin mengobrol panjang lebar di perjalanan. " Jawab Fiona yang mengurungkan niatnya karena melihat memasang headset lalu memejamkan matanya.
Queen saya merasa bahwa dirinya sedang diintai oleh seseorang. Yah, siapa lagi yang mengintai jika bukan Elena dan Grace. Namun Queen tidak menghiraukan hal itu karena ia lebih memilih untuk mengistirahatkan dirinya dalam perjalanan.
Mereka menghabiskan waktu selama 3 jam perjalanan dari kampus menuju ke tempat lokasi camping. Saat ini masih 2 jam perjalanan, dan dalam perjalanan ini mereka sudah memasuki hutan.
"Queen bangunlah!" Ucap Fiona yang sudah membangunkan Queen yang berada di dekat kaca bus.
Fiona dan penumpang lainnya yang berada di dalam bus sedang menikmati panorama pemandangan hutan yang luas dan pegunungan yang berjajar bukit-bukit di sekeliling ya.
"Ada apa?" tanya Queen yang membuka matanya lalu meluruskan duduknya untuk menoleh ke arah Fiona.
"Lihatlah!" Jawab Fiona yang menunjuk tangannya ke arah belakang badan Queen. Yah, pemandangan yang terlihat jelas di balik kaca bus.
"Sudah lama tidak melihat hal seperti ini." Jawab Queen dalam hati sambil tersenyum.
"Indah?" tanya Fiona.
"Iya." Jawab Queen.
"Baiklah anak-anak dengarkan apa yang ingin Ibu katakan kepada kalian ketika nanti kita sudah sampai tempat camping." Jawab Grace kepada mereka.
"Iya Bu " Jawab mereka yang langsung fokus ke arah Grace.
"Setelah kita sampai di tempat maka akan kita bagi beberapa kelompok yang akan melakukan suatu pekerjaan. Kelompok 1 akan mencari kayu bakar untuk acara api unggun malam ini. Dan langsung saja saya bagi kepada kalian......" Jawab Grace yang langsung membagikan siapa-siapa saja yang akan mencari kayu bakar ketika sampai di arena camping."
"Kelompok 2 akan mendirikan tenda yang berisi 5 orang setiap tenda. Dan nama-nama kelompok ini adalah....." Jawab Grace kembali yang langsung membacakan nama-nama pada kelompok 2 ini.
"Kelompok 3 akan menyiapkan makan makan malam kita. Karena pihak kampus hanya menyediakan makan siang saja untuk kita. Dan kelompok ini adalah..," Jawab Grace yang langsung membacakan nama-nama pada kelompok 3 ini.
" Dan yang belum mendapatkan kelompok, aku harap membagi dirinya untuk membantu melakukan sterilisasi tempat camping agar terhindar dari binatang berbisa." Jawab Grace.
"Bagaimana dengan binatang buas?" tanya mahasiswa.
"Tenang saja, kita berada di hutan lindung yang jauh dari hutan belantara. Sehingga dapat dikatakan bahwa kita aman melakukan camping di tempat itu dari binatang buas. Selama kita tidak pergi terlalu jauh dari arena hutan lindung." Jawab Grace.
__ADS_1
"Oh ya aku baru ingat, aku harap kalian mencari kayu bakar tidak terlalu jauh masuk ke dalam hutan. Dan ingatlah untuk menjaga diri kalian masing-masing di alam bebas. Dan saling menjaga satu sama lain." Jawab Grace lagi