
"Tunggu sebentar," bisik Queen kepada Al dan berjalan mengikuti Bram dan Stella yang berjalan ke arah ruang dapur. Al hanya tersenyum dengan posisi yang kakinya berlutut duduk di lantai rumah ruang tamu.
"Ada apa Ma, Yah?" tanya Queen.
"Jujur kepada mama dan ayah, apa yang sudah di lakukan olehnya hingga kau harus menikah dengannya?" tanya Stella.
"Tidak ada." Jawab Queen.
"Siapa sebenarnya dia? Walaupun perkataan yang di katakan olehnya itu terdengar sombong, tapi ekspresi wajah yang di berikan olehnya itu berkata jujur. Aku sebagai lelaki mengerti itu. Tapi masih ada kekhawatiran dalam diri ku, karena dia seperti orang yang tidak bisa di ganggu." Jawab Bram yang berkata jujur kepada Queen.
Queen tertawa kecil dan menghentikan hal itu dengan senyuman sambil melihat kedua orang yang ada di hadapannya itu. Stella dan Bram saling menatap satu sama lain.
"Ayah, Mama. Aku tidak bisa bicara dengan jujur sampai detail untuk kalian paham. Tapi yang pasti dia memang orang yang tidak bisa di ganggu. Lebih tepatnya, aku jamin bahwa dia mampu melindungi aku. Anak gadis kalian satu-satunya." Jawab Queen.
"Siapa dia? Latar belakang dia? bagaimana sikapnya terhadap mu?" tanya Stella kepada Queen.
"Ayah dan Mama tidak dengar saat dia menyebutkan nama ya?" tanya Queen.
"Altezza Altaric." Jawab Bram.
"Altezza Alaric, marga ia sebenarnya. Dan nama panggung dia sebenarnya di publik dan juga dunia bawah." Jawab Queen.
"Tunggu maksud mu?" tanya Stella yang tidak paham sedangkan Bram mulai berfikir tentang nama yang di sebutkan oleh Queen.
"Perusahaan Alaric? Hotel, gedung, tempat wisata, stasiun tv, investasi di berbagai perusahaan negara baik dalam segala aspek?" tanya Bram. Queen hanya menganggukan kepalanya.
"Orang yang selama ini ingin di temui oleh orang banyak? Orang misterius yang tidak pernah muncul di berita maupun publik? Yang selalu di rumorkan bahwa dia adalah orang yang selalu berwajah banyak di dunia bawah. Anak kecil yang sudah menjadi mafia di umur belasan?" tanya Bram dengan wajah terkejut.
"Seperti yang ayah katakan." Jawab Queen.
"Jadi, Queen kesayangan ku menikah dengan orang yang menyeramkan seperti itu?' tanya Stella.
"Mama jangan khawatir, bukannya sudah melihat dia seperti apa saat ini?" tanya Queen.
Stella dan Bram kembali melihat Al yang masih terduduk dengan posisi habis sujud tadi. Lalu memalingkan pandangan mereka lagi ke arah Queen.
__ADS_1
"Ayah, Mama sudah lihat sendiri kan. Sudah jangan khawatir. Lebih baik sekarang kita kembali ke sana dan membahas hal yang lebih penting." Jawab Queen kepada Bram dan Stella.
"Tunggu dulu. Satu lagi pertanyaan mama. Apakah kau bahagia bersama dengan ya?" tanya Stella.
"Menurut mama?" tanya Queen dengan tersenyum menampilkan wajah bahagia kepada Stella dan Bram.
"Ayah mengerti." Jawab Bram yang berjalan kembali ke arah ruang tamu.
Mereka semua kembali ke ruang tamu.
"Berdirilah, ada yang ingin aku katakan kepada mu berdua. Sayang dan Queen pergilah ke dapur, siapkan makan siang untuk kita." Jawab Bram yang berdiri di depan Al.
"Baik Ayah. Jangan kejam-kejam dengan Al." Jawab Queen.
"Tenang saja, tidak akan." Jawab Bram.
Queen dan Stella meninggalkan mereka berdua di ruang tamu. Al berdiri dan duduk di atas kursi sofa di hadapan Bram.
"Katakan dengan sejujurnya bagaimana kau bisa menyukai anak gadis ku?" tanya Bram.
"Kenapa kalian menikah tanpa memberitahu kami?" tanya Bram.
"Karena itu kemauan Queen. Aku hanya menuruti keinginan ya saja." Jawab Al.
"Hmmm. Kapan kalian menikah?" tanya Bram.
"3 bulan yang lalu." Jawab Al.
"Apakah kalian sudah....?" tanya Bram dimana Al mengerti apa yang di maksud.
"Belum Ayah. Aku tidak akan menyentuh dia sebelum ia mengizinkan ya. Membuat dia mau menikah dengan ku saja sudah menjadi sebuah kebahagiaan yang tak bisa aku katakan. Itu lebih dari cukup." Jawab Al.
"Ingat baik-baik pesan ku. Jika sedikit saja kau menyakiti dia, aku tidak akan pernah memaafkan mu seumur hidup." Jawab Bram.
"Aku mengerti ayah, dan setiap orang yang mau menyakiti ya aku akan membalasnya berkali lipat." Jawab Al.
__ADS_1
"ukhuk...." Ucap Bram yang pura-pura batuk.
"Jangan bawa-bawa sifat mafia mu itu kepada putri ku." Jawab Bram.
"Ayah sudah tau siapa aku?" tanya Al yang langsung berfikir bahwa tadi mereka berbicara tentang dirinya di dapur.
"Queen sudah mengatakan ya." Jawab Bram.
"Ayah tenang saja. Aku tidak akan melakukan hal yang bahaya." Jawab Al.
"Aku mengerti, tapi identitas mu baik di dunia bisnis maupun di dunia bawah pasti tidak mungkin tidak memiliki pesaing. Aku hanya ingin memastikan bahwa putri ku akan aman bersama dengan mu. Jangan berpendapat bahwa kau akan melindungi dia tapi kau sendiri juga menjadi incaran orang-orang jahat." Jawab Bram.
"Ayah pasti sudah tau bahwa di dunia ini hanya beberapa orang yang mengetahui siapa aku sebenarnya. Aku selalu memiliki banyak identitas yang di ketahui orang banyak." Jawab Al dengan percaya dirinya.
"Aku mengerti itu. Rumor di luar sana sudah mengatakan bahwa tidak ada yang mengetahui siapa sebenarnya pemilik perusahan Alaric itu sebenarnya. Mereka hanya mengetahui bahwa Joy Alaric yang mengurus semua itu." Jawab Bram kepada Al.
"Ayah tenang saja. Jika selama ini aku bisa menyembunyikan diri ku maka aku juga bisa selalu menyembunyikan ya." Jawab Al kepada Bram.
"Jika itu sudah menjadi pemikiran mu, ayah titipkan Queen kepada mu. bimbingan dia dengan baik, lindungi dia dan cintai dia sepenuh hatimu. Jangan bersikap kasar kepada ya." Jawab Bram kepada Al.
"Aku mengerti." Jawab Al.
"Bagaimana keadaan kalian selama ini? Aku ingin mengetahui bagaimana semua kejadian yang menimpah Queen saat di sana." Jawab Bram mengganti topik untuk membahas apa yang sudah terjadi pada Queen tentang penculikan dan hal lainnya.
"Aku sudah berusaha untuk mencari tahu tentang orang yang telah melakukan penembakan jitu itu. Saat itu, aku baru saja pulang dari luar kota. Sengaja menemui Queen di apartemennya dan tanpa sengaja kejadian itu terjadi begitu saja....." Al menceritakan tentang kejadian penembakan di apartemen Queen.
"Apakah itu bukan musuh mu?" tanya Al.
"Aku berfikir itu bukan karena aku. Aku malah berfikir bahwa itu adalah suruhan dari keluarga Abraham." Jawab Al.
"Kenapa kau bisa berasumsi begitu?" tanya Bram.
"Karena hal itu terjadi setelah Queen di akui oleh John. Dan aku sudah mendengarkan semua hal tentang Queen." Jawab Al.
"Mengetahui karena di beritahu oleh Queen atau mencari tahu dengan kekuatan yang kau punya?" tanya Bram.
__ADS_1
"Keduanya." Jawab Al dengan jujur.