Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 14


__ADS_3

Grace Abiyana, seorang putri tunggal dari keluarga Abiyana sekaligus satu-satunya cucu kakek Abiyana. Grace tidak ingin mengikuti jejak sang ayah untuk meneruskan perusahan teknologi karena ia lebih menyukai profesi dosen seperti ibunya.


Sang ayah tidak bisa menghentikan kemauan sang anak untuk memilih jalan kehidupannya sendiri sehingga ia menerima hal itu namun tetap saja tidak menyerah untuk membujuk Grace.


Pihak Administrasi yang berpikir untuk memerintah dosen Grace untuk menemani Azlan dan Queen untuk lebih mengenal lingkungan kampus.


"Bu Grace bantu saya untuk mengantar Queen dan Pak Azlan lebih mengenal kampus kita terkhususnya jurusan kita." Jawab Administrasi.


"Oke pak." Jawab Grace.


"Pak Azlan silahkan ikuti Bu Grace. Ia akan memandu anda mengenal lingkungan sekitar." Jawab Admistrasi kepada Al.


"Iya pak." Jawab Al


"Maaf merepotkan." Ucap Al kepada Grace.


"Tidak apa-apa pak." Jawab Grace dengan tersenyum penuh gembira.


"Silahkan ikut mereka!" ucap Administrasi kepada Queen.


"Iya pak." Jawab Queen yang mengikuti dari belakang.


"Kamu mahasiswi baru?" tanya Al yang lebih tertarik berkomunikasi dengan Queen.


"Oh, dia mahasiswi baru yang seharusnya sudah masuk seminggu yang lalu namun karena terjadi kecelakaan di pesawat dan hanya dia satu-satunya yang selamat. Maka dari itu ia baru masuk saat ini. Benarkan?" Jawab Grace dengan tersenyum dan memegang bahu Queen seperti sudah sangat kenal dengannya.


"Iya pak, Bu." Jawab Queen dengan singkat.


"Jadi kau tidak apa-apa dengan kondisimu saat ini yang sudah masuk ke kampus?" tanya Al dengan tertarik.


"Dia baru saja mengalami kecelakaan pesawat bertepatan dengan saat setelah aku bertemu dengannya?" tanya Al dalam hati.


"Tidak apa-apa Pak. Buktinya dia sudah bisa belajar ke kampus. Bukan begitu Queen? Aku tidak salah menyebutkan nama mu kan?" tanya Grace.


"Sial, perempuan ini kenapa ikut campur dengan ku?" tanya Al dalam hati menggerutu.


"Sudahlah, jika aku terlalu menampakkan diri tertarik dengan Queen akan merepotkan."Jawab Al lagi dalam hati.


"Semoga kamu baik-baik saja setelah kecelakaan itu. Baiklah, Bu Grace sudah bisakah kita pergi ke kelas yang akan aku masuki?" tanya Al.

__ADS_1


"Tentu pak silahkan!" Jawab Grace.


Mereka bertiga berjalan bersama menuju lorong dari kantor administrasi ke ruang kelas. Grace terus mencoba berbicara dengan Al namun sikap Al tetap dingin dan sesekali melirik ke belakang melihat Queen.


"Apa ini kelas saya Bu?" tanya Queen yang sejak tadi hanya memperhatikan peta. Queen yang mengetahui mereka berdua tidak ingin di ganggu sejak mereka keluar dari ruangan admistrasi. Queen sudah memegang buku panduan mahasiswi dan melihat peta yang ada di buku itu. Ia juga berjalan di belakang Al dan Grace agar tidak menganggu mereka. Queen melihat Grace sepertinya menyukai Al.


Queen yang tidak ingin menjadi nyamuk di antara mereka membuatnya untuk bisa terpisah dengan mereka. dan mencari sebuah alasan untuk tidak bersama mereka terus menerus.


"Ah iya, maaf. Pak ini kelas sastra semester satu." Jawab Grace yang sejak tadi sibuk berbincang dengan Al namun tidak melihat sekitar bahwa mereka sudah tiba di kelas Queen


"Terima kasih telah mengantarkan. Saya izin untuk masuk kelas karena ini ada jam saya sebentar lagi." Jawab Queen.


"Dia lebih memilih meminta maaf kepada Dosen itu di bandingkan dengan aku. Bagus juga kalau aku sudah menemukan kelas." Jawab Queen dalam hati melihat tingkah laku Grace


"Iya sama-sama." Jawab Grace.


"Ayo pak saya antarkan ke tempat lainnya." Jawab Grace kepada Al.


"Iya." Jawab Al yang melirik Queen pergi dari dirinya.


Queen masuk ke dalam ruang kelas perkuliahan. Jajaran meja dan kursi yang di bentuk setengah lingkaran dan memiliki 8 tingkat. Yah, kursi dan meja di desain seperti tangga dengan jumlah mahasiswa sekitar 100 orang maksimal. Namun jika perkuliahan biasa hanya Maksimal 50 mahasiswa, sementara jika ada kegiatan seminar baru terisi full.


Queen duduk dan meletakkan tasnya di atas meja lalu mengeluarkan buku dan pena untuk mengingat kembali jalan dari gerbang menuju ke jurusan sastra. Sementara Al dan Grace berjalan meninggalkan ruang kelas.


"Boleh saya bertanya pak?" tanya Grace.


"Iya." Jawab Al.


"Kenapa mau mengajar di kampus kami?" tanya Grace.


"Hanya sementara saja untuk menikmati menjadi dosen." Jawab Al


"Sementara?" tanya Grace.


"Begitulah. Terkadang seorang penulis juga membutuhkan sebuah inspirasi atau sebuah feel. Untuk mendapatkan itu, bukannya kita harus mencarinya?" tanya Al.


"Oh. Jadi bapak ingin membuat sebuah karya yang berkaitan dengan sebuah kampus?" tanya Grace


"Begitulah." Jawab Al dengan singkat.

__ADS_1


"Maaf saya bertanya banyak." Jawab Grace yang mengetahui bahwa Al tidak terlalu suka berbicara dengannya.


"Iya." Jawab Al


"Oh ya pak, di samping itu laboratorium kampus jurusan kita. Lalu sebelah kanannya adalah perpustakaan jurusan sedang sebelum kirinya adalah ruang musik. Jurusan kita bersebelahan dengan jurusan musik." Grace yang memberi pengarahan kepada Al tentang lingkungan sekitar dan Al hanya menjawab dengan menganggukkan kepala dan sesekali hanya menjawab dengan kata "Ya".


"Seperti sampai di sini saja perkenalan lingkungan sekitar. Saya akan berjalan-jalan sendiri setelah ini. Terima kasih atas bantuannya Bu Grace." Jawab Al yang membungkukkan tubuhnya dan pergi meninggalkan Grace begitu saja


"Iya pak......" Belum siap menjawabnya Al sudah meninggalkan Grace.


"Dia pergi begitu saja." Jawab Grace dengan sebal.


Al yang berjalan menuju sebuah lapangan kampus di sebuah tempat duduk di bawah pohon. Al duduk di kursi itu dengan menatap seluruh lapangan yang berwarna hijau rerumputan.


"Sudah lama tidak memandang pemandangan seperti ini." Jawab Al dalam hati sambil menghembuskan napas.


Lalu tiba-tiba suara ponsel milihnya berbunyi.


"Jangan terlalu berlama-lama bermain. Mungkin beberapa orang akan kehilangan mu!" Ucap Sam


"Termasuk kau?" tanya Al.


"Bagaimana? Sudah bertemu dengan dia?" tanya Sam.


"Aku baru ingat, untung saja." Jawab Al.


"Ada apa?" tanya Sam.


"Cari tau tentang kecelakaan pesawat yang baru saja terjadi di kota itu. Queen adalah satu-satunya korban yang selamat. Dan cari tau bagaimana kondisinya. Bukannya kau banyak memiliki kenalan dokter di rumah sakit sekitar kota itu? Semua informasi yang dikatakan Joy itu benar" tanya Al


"Siap bos, siap. Terima kasih atas kerjaan lemburnya." Jawab Sam.


"Ayolah, kau mau aku kirimkan ke Afrika?" tanya Al.


"Jangan-jangan. Oke akan aku lakukan." Jawab Sam.


" Baguslah." Jawab Sam lalu mematikan.


"Ini anak selalu saja mematikan teleponnya semaunya. Berarti dia sudah bertemu dengan wanita itu." Jawab Sam dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2