Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 22


__ADS_3

Mereka berdua berjalan ke arah kamar yang di pesan sambil berbincang-bincang.


"Jadi maksud mu hotel ini adalah satu-satunya tempat penginapan di daerah pantai ini dan juga tidak ada yang berani membuka penginapan lainnya karena wilayah ini atas nama Tuan Al itu?" tanya Queen.


"Kurang lebih seperti itu tapi aku bahkan tidak pernah mengetahui sosok wajahnya walaupun sudah beberapa tahun di sini." Jawabnya.


"Oh." Jawab Queen.


"Nona ini kamar Anda. Selamat menikmati." Jawabnya.


"Terima kasih." Jawab Queen.


"Liburan sejenak ada bagusnya." Jawab Queen dalam hati saat dirinya masuk ke dalam kamar hotel dan membaringkan tubuhnya di atas kasur yang empuk.


Queen yang tertidur selama 1 jam kemudian membersihkan dirinya dan ingin pergi melihat senja matahari terbenam di pantai.


Saat Queen keluar dari pintu hotel ia berselisih dengan seseorang yang berjalan dengan tergesa-gesa sehingga menabrak dirinya. Sebuah tas hitam jatuh ke lantai. Orang menabrak dirinya tidak ada berkata apa-apa dan melanjutkan untuk pergi meninggalkan Queen dengan dingin.


Queen yang melihat seseorang itu dari ujung kaki hingga kepala dengan tatapan aneh. Queen yang merasa ada yang tidak baik dengan laki-laki itu. Tapi ia menghiraukannya begitu saja.


"Mengapa dia terburu-buru seperti itu?" tanya Queen melihat seseorang keluar dari kamar sebelah dan menabrak dirinya.


Sementara di tempat lain,


"Ada apa lagi?" tanya Al setelah membuka pintu kepada Sam yang datang.


"Berpakaian sekarang. Ada beberapa serangga yang datang ke wilayah kita untuk mengacau." Jawab Sam.


"Di mana?" tanya Al.


"Pantai perbatasan kota A dan B." Jawab Sam.


"Tunggu aku bersiap dulu." Jawab Al langsung masuk ke dalam kamar dan mencari pakaian untuk digunakan.


"Jelaskan pada ku di perjalanan." Jawab Al yang memakai pakaian.

__ADS_1


"Seperti yang sudah menjadi perbincangan kalangan pembalap liar bahwa di tempat kita sering dilakukan hal tersebut untuk menguji adrenalin seseorang. Dan tempat itu adalah tempat latihan mu. Malam ini, anggota kita mendengar dari berita yang beredar dari kalangan mereka bahwa mereka akan mengadakan pesta barang haram. Walaupun ini adalah wilayah tempatmu dan ilegal tapi tetap saja tidak ada hukum yang berani untuk mengganggu mu. Namun tetap saja, kau selalu tidak menyukai hal itu." Jawab Sam yang menjelaskan di dalam lift bersama dengan Al.


"Yang lebih menarik adalah seseorang mengikuti dia hingga ke penginapan hotel kita. Dia akan melakukan hal itu di tempat kita." Jawab Sam.


"Siapa dia?" tanya Al.


"Aku juga belum mengetahui hal itu. Karena kabar ini juga baru diketahui setengah jam yang lalu sebelum aku kemari." Jawab Sam


"Selidiki terus." Jawab Al.


"Sudah aku perintahkan mereka. Itulah mengapa kita harus segera kesana untuk melihat situasi." Jawab Sam.


"Oke. " Jawab Al.


Mereka berdua pergi menuju ke hotel di dekat pantai Kota A.


"Tuan Sam ikutin saya." Ucap seseorang yang menyambut mereka berdua turun dari mobil.


Orang-orang yang bekerja di lingkungan itu hanya mengetahui bahwa Sam adalah kaki tangan Al. Sementara mereka tidak mengetahui bahwa orang yang selalu di anggap mereka adalah teman Sam adalah Bos besar mereka. Al selalu menyembunyikan identitas dirinya.


"Tuan Sam maaf kami tidak berhati-hati dalam menerima tamu di dalam hotel ini. Saat itu, ia hanya memesan 1 kamar dan bermalam di sini dengan sangat baik. Namun 3 jam yang lalu ada dua orang laki-laki datang masuk ke dalam kamarnya. Satu jam yang lalu hanya satu orang yang keluar lagi dari kamar itu. Dan orang yang di hadapanmu ini adalah salah satu orang yang masuk ke ruangan itu."


"Siapa yang di dalam kamar?" tanya Al.


"Menjawab pertanyaan teman tuan Sam bahwa laki-laki yang memesan kamar itu sudah tidak ada lagi di dalam kamar dan kami hanya menemukan 1 mayat laki-laki dengan overdosis obat-obatan itu." Jawabnya.


"Kalian sudah mengintrogasi dia?" tanya Sam.


"Belum. Saat kami baru saja menangkap dia yang menyelinap pergi menggunakan mobil. Kami membuang waktu untuk menangkap dirinya yang kabur ke arah hutan.." Karyawan itu menjelaskan kepada Sam dan Al bahwa mereka baru saja menangkap laki-laki itu.


"Kalian bawa saja teman ku ke kamar tempat orang tersebut." Ucap Sam yang sudah mendapatkan sinyal dari Al.


"Aku mintak tolong !" Ucap Sam yang berakting dan di anggukkan Al.


"Kau harus mendapatkan informasi dirinya setelah mengintrogasi dia." Jawab Al.

__ADS_1


"Tentu, serahkan saja kepadaku tentang hal ini.


" Jawab Sam.


Al yang pergi bersama dengan karyawan hotel menuju ke kamar 28. Mereka harus menaiki lift ke lantai 4. Saat lift yang digunakan oleh mereka akan tertutup, Queen dengan santai memegang ponselnya dan masuk ke dalam lift juga.


"Kenapa dia ada di sini?" tanya Al dalam hati melihat Queen yang masuk ke dalam lift yang sama dengannya.


Queen yang menekan tombol lantai 4 dan juga tidak memperhatikan sekelilingnya dengan detail. Dan saat ini juga Al tidak menggunakan kacamata dan juga rambutnya di ikat belakang dan memberikan dua ujung kanan dan kiri rambut pada wajahnya.


Queen yang keluar dari lift ketika sampai di lantai 4. Al juga hanya memperhatikan Queen keluar dari pintu lift.


"Kita akan segera sampai." Ucap Karyawan dengan melangkah keluar dari lift mengajak Al.


"...." Al hanya mengikuti mereka.


"Tuan di kamar ini." Ucap seseorang dengan membukakan pintu kamar hotel 28.


Sementara Al hanya memperhatikan Queen yang membuka pintu kamar hotel nomor 27.


"Sedang apa wanita ini di sini?" tanya Al melihat Queen masuk ke dalam kamar hotel 27.


"Tuan." Ucap karyawan kepada Al yang menyadarkan lamunannya.


"Oke." Jawab Al


Al kembali fokus masuk ke dalam kamar hotel nomor 28 untuk memeriksa TKP. Saat ini mayat satu orang itu masih di dalam. Dan mereka memang tidak ada menghubungi polisi atau pihak yang berwajib lainnya.


Al langsung membayangkan ketika kejadian tersebut berlangsung. Al melihat orang yang sudah masuk itu sedang memasukkan obat-obatan yang dibawa olehnya secara paksa ke dalam mulut sang korban. Sementara orang yang ditangkap oleh mereka itu melihat semua itu dan sangat ketakutan. Dia juga membawa satu tas berisi barang itu. Orang yang membuat kekacauan tersebut sudah melarikan diri dengan menggunakan pengait tali turun dari kamar hotel. Ia kabur dari kamar itu melalui jalur yang ada di belakang kamar hotel.


"Permainan yang cukup menarik." Jawab Al dengan tersenyum setelah menebak kejadian yang telah berlangsung saat ini. Seolah-olah Al sedang melihat secara langsung kejadian yang telah terjadi.


"Aku sudah mengerti. Kalian bereskan mayat ini atas perintah tuan Sam tadi kepada ku setelah aku memeriksanya." Jawab Al.


"Baik tuan." Jawab mereka.

__ADS_1


__ADS_2