
Queen yang baru saja tiba di rumah keluarga Abraham membereskan pakaian di dalam lemari. Setelah itu, Queen keluar dari kamarnya namun bertemu dengan Grace.
"Ingatlah baik-baik, aku mengakui mu sebagai saudara hanya di depan kakek namun tidak di luar ranah itu." Jawab Grace yang mendekati Queen yang baru saja menutup pintu kamarnya.
Queen yang sedikit terkejut karena tiba-tiba ada suara dari belakang. Mendengarkan apa yang di ucapkan oleh Grace, Queen hanya melirik sekilas lalu pergi meninggalkan Grace begitu saja.
"Bocah itu, sialan." Jawab Grace yang di cuekin oleh Queen begitu saja.
"Kau dengar yang aku katakan?" tanya Grace yang berlari menyusul Queen. Ia menghadang Queen yang berjalan di hadapan Queen.
"Aku akan menghargai mu disini maupun di kampus. Tapi tidak jika kau tidak berlalu selayaknya saudara atau dosen ku." Jawab Queen yang melewati Grace begitu saja untuk turun ke bawah tangga.
Grace ingin mengejar lagi, namun ia melihat di ruang tamu di bawah tangga, John dan Zaki ada di situ. Grace mengurungkan niatnya dan bergegas pergi ke kamarnya. Karena mulai hari ini, Grace juga akan tinggal di rumah keluarga Abraham.
"Ah sudahlah." Jawab Grace yang menghiraukan begitu saja.
Queen turun dari tangga dan melihat 2 orang yang di kenal olehnya sedang berbincang dengan memegang sebuah dokumen masing-masing.
"Queen." Panggil John.
"Kakek lanjutkan saja, aku ingin keliling melihat sekitar." Jawab Queen.
"Kakek dan Zaki akan menemani mu keliling. Kau juga perlu tau sekitar karena masih baru." Jawab John dengan semangat.
"Tidak perlu, kakek lanjutkan saja kesibukan." Jawab Queen.
"Tidak apa-apa, kakek dan paman Zaki hanya mengecek beberapa hal saja." Jawab John.
"Oh." Jawab Queen.
"Ayo nona saya antarkan untuk berkeliling rumah dan taman sekitar." Jawab Zaki yang mendorong kursi roda John untuk mengajak Queen berkeliling rumah dan sekitar rumah.
Rumah yang cukup besar dengan lapangan yang cukup luas. Ada taman bunga dan pepohonan herbal yang berada di dalam rumah kaca, ada juga kolam teratai dengan berbagai ikan di dalamnya. Ada juga villa kecil yang katanya adalah milik Biel ketika sedang sibuk bekerja. Biel suka membuat sebuah pahatan kayu, karya seni dari kayu sehingga ada rumah seperti villa yang isinya adalah pabrik pahatan tangan.
__ADS_1
"Baguslah, aku jadi mengetahui semua kondisi tempat di sini dengan cepat. Penjelasan paman Zaki ini boleh juga." Jawab Al dalam hati.
Setelah selesai berkeliling, Queen dan yang lainnya makan siang.
"Kakek, aku izin untuk pergi mengajar." Jawab Grace yang sudah selesai makan, lalu meninggalkan meja makan begitu saja.
"Iya, hati-hati cucu ku." Jawab John yang menerima pelukan Grace. Grace langsung pergi meninggalkan meja makan setelah memeluk John.
"Queen istirahatlah, lakukan apapun yang kau mau di sini. Anggap sebagai rumah sendiri. Kakek tidak bisa menemanimu hari ini karena mendadak ada jadwal yang tidak bisa di tunda. Jika ada hal yang di butuhkan telepon saja kakek atau paman Zaki." Jawab John.
"Tidak apa-apa, pergilah." Jawab Queen yang baru meminum air mineral setelah menghabiskan makanan di piring miliknya.
"Jika ada yang di inginkan ada bibi yang membantu mu. Tapi hari ini dia izin sebentar setelah memasak untuk siang ini. Malam dia akan kembali. Apakah tidak apa-apa jika Queen di tinggal sendirian?" tanya John.
"Tidak apa-apa." Jawab Queen dengan tersenyum.
Mereka akhirnya meninggalkan Queen sendiri di rumah besar itu, hanya ada 1 penjaga di depan pintu gerbang rumah Abraham. Queen langsung menelpon Al untuk meminta bantuan.
"Ada apa sayang? Apakah kau merindukan ku?" tanya Al yang berada di dalam mobil. Al baru saja pulang dari rumah sakit setelah bertemu dengan Alex. Saat ini Al bersama dengan Joy kembali ke perusahaan Alaric.
"Apa? Sayang kenapa? Sekarang ada dimana?" tanya Al yang langsung panik membuat Joy terkejut.
"Ada apa tuan?" tanya Joy namun di hiraukan oleh Al.
"Jangan panik dulu, aku baik-baik saja. Ada di dalam rumah keluarga Abraham." Jawab Queen.
"Oh syukurlah. Jadi apa yang harus aku bantu?" tanya Al.
"Bisakah kau kirimkan titik IP Address pada GPRS lokasi yang kata mu di sini? Dan satu lagi bisakah kau menghack CCTV?" tanya Queen.
"Tentu saja bisa. Tapi apakah ini tidak terlalu cepat?" tanya John.
"Lebih cepat lebih baik. Lagi pula saat ini hanya ada satpam di rumah ini. Semua orang sedang bekerja." Jawab Queen
__ADS_1
"Masih ingat flasdisk warna hitam dengan logo A?" tanya Al.
"Iya.," Jawab Queen.
"Ambil flasdisk itu lalu tancapkan ke server pengendali CCTV. Setelah itu serahkan kepada ku. Dan alamat IP itu aku akan mengirimkan." Jawab Al.
"Oke." Jawab Queen.
Queen langsung mengikuti apa yang di katakan oleh Al. Queen pergi ke kamarnya untuk mengambil flasdisk yang di maksud Al dan mengambil beberapa flasdisk lainnya yang di berikan oleh Al. Kemudian bergegas menuju ke ruang CCTV, dimana Queen sudah mengetahui posisi tempatnya. Dan Queen juga mengetahui bahwa CCTV itu juga tidak ada yang menjaganya.
Queen langsung menancapkan flasdisk itu ke server CCTV sedang Al langsung melaksanakan tugasnya untuk menghacker CCTV di rumah Abraham.
"Apakah sudah selesai?" tanya Queen kepada Al.
"Sudah. Pergilah mencari titik koordinat ya." Jawab Al.
"Baiklah. Apakah ini ada batas waktu atau tidak saat kau masuk ke server mereka?" tanya Queen.
"Tidak ada, selama flasdisk itu tidak di cabut aku bisa melakukannya selama yang aku mau." Jawab Al.
"Baguslah. Aku akan bergerak cepat. Karena aku juga tidak mengetahui kapan mereka akan kembali. Dan menurut ku ini adalah kesempatan yang baik untuk bertindak. Sepertinya aku cukup beruntung." Jawab Queen.
"Oke." Jawab Al yang masih sibuk dengan komputernya.
Queen mematikan ponselnya dan terus mengikuti dimana titik koordinat itu berada. Queen terus berjalan selangkah demi selangkah hingga sampai tiba di titik yang di cari olehnya selama ini.
Queen berada di depan pintu gudang pabrik Biel yang di jadikan sebagai tempat membuat pahat. Queen kembali menelpon Al karena melihat pintu itu di kunci dengan menunggu pasword.
"Iya sayang?" jawab Al yang menerima telepon Queen lagi.
"Pintu ini terkunci, dan kuncinya aku tidak mengetahuinya. Lebih tepatnya pintu ini sudah menggunakan pasword. Apa yang harus aku lakukan?" tanya Queen.
"Sudah menemukan tempatnya?" tanya Al yang terkejut
__ADS_1
"Sudah. Tapi entah hal baik atau buruk. Saat ini aku ingin memastikannya. Melihat isi dalam gedung seperti villa itu. Yah, seperti yang aku bilang, pintunya tertutup." Jawab Queen kepada Al.