
"Sam bereskan tempat ini." Ucap Al dengan pemerintahan Sam.
"Oke Al. Serahkan sisa ya kepada ku." Jawab Sam.
"Queen. Silahkan ikut dengan ku." Jawab Al dengan menarik tangan Queen untuk menjauh dari sudut jurang.
"Tunggu dulu." Ucap Queen dengan melepaskan tangannya yang dipegang oleh Al.
"Ada apa?" tanya Al.
"Dari mana kau mengetahui nama ku?" tanya Queen.
"Apakah itu adalah hal yang sulit? Kau adalah pelanggan hotel ku." Jawab Al yang yang sedikit lama menjawab pertanyaan dari Queen karena tidak sengaja memanggil namanya.
"Oh." Jawab Queen.
Sebuah mobil datang ke tempat itu langsung mendatangi Al.
"Maaf bos kami terlambat." Jawab salah seorang yang keluar dari mobil.
"Kau antarkan aku, dan yang lainnya pergi bantu Sam untuk membereskan kekacauan di sini." Jawab Al.
"Baik bos." Jawabnya yang membukakan pintu mobil untuk Al dan Queen. Al dan Queen masuk ke dalam mobil.
"Aku bisa menggunakan sepeda motor ku " Ucap Queen ketika masuk ke dalam mobil.
"Biarkan anak buah ku yang mengurusnya." Jawab Al.
"Lalu kau mau membawa ku kemana?" tanya Queen yang sudah ingin memukul Al.
"Tenang saja. Aku tidak akan berani macam-macam." Jawab Al dengan menangkis tangan Queen yang hampir mendarat ke wajah tampannya.
"Bagaimana bisa percaya dengan mu bahwa aku tidak mengetahui siapa kau?" tanya Queen.
"Kau tidak mengingat ku?" tanya Al dengan menekan kedua tangan Queen ke sisi kanan badan Queen di atas kursi mobil. Al mendekatkan wajahnya di hadapan Queen. Queen yang melihat dengan serius wajah Al.
"Sebulan yang lalu kau menyelamatkan aku dari hutan." Jawab Al kemudian mengalihkan wajahnya dan tubuhnya untuk bersandar di kursi mobil menjauh dari wajah Queen.
"Sebulan yang lalu?" tanya Queen sambil berfikir mengingat kembali apa yang terjadi.
"Pergi jalan Universitas Belta di Apartemen Belta." Jawab Al kepada supir
"Baik bos." Jawabnya.
"Jadi aku sudah menolong seorang legendaris mafia Al?" tanya Queen.
"Mafia? Belajar dari mana kau menganggap aku seperti itu?" tanya Al.
__ADS_1
"Bukankah kau yang menguasai wilayah ini dan termasuk negara Boyalia ini? Sudah tidak asing lagi nama mu di kalangan dunia bawah." Jawab Queen.
"Atau aku menyebutnya tuan Altaric, pengusaha nomor satu di Boyalia namun sangat misterius?" tanya Queen.
"Kau?" tanya Al yang terkejut dengan pernyataan informasi yang di katakan oleh Queen.
"Aku tidak akan mempertanyakan dari mana kau mengetahui informasi ini. Tapi aku juga sesuatu untuk mu Queen Aleska yang menjadi Sella Queen." Jawab Al dengan tersenyum licik.
"Kau?" tanya Queen yang matanya melotot mendengar pernyataan Al.
"Jika kau bisa menyelidiki identitas orang lain, maka aku juga pasti bisa." Jawab Al.
"Kenapa kau mencari tahu tentang ku?" tanya Queen.
"Bisakah sekarang kita tidak membahas itu dulu." Jawab Al.
"Maksud mu?" tanya Queen.
"Aku ingin istirahat," Ucap Al dengan memejamkan matanya.
Queen melihat Al yang begitu dingin membuatnya ingin sekali membantah namun terhenti ketika melihat tangan Al yang sedikit memerah karena menghadang pukulan dari Zerico tadi.
"Berhenti, aku akan turun di sini saja." Jawab Queen kepada supir.
"Jika kau turun, maka aku akan membongkar identitas asli mu kepada Ayah dan Mama mu." Jawab Al dengan mengancamnya.
Al yang berpura-pura tidur sejak tadi merasa bahwa Queen sudah tertidur juga.
"Gadis ini belum saja 5 menit setelah dia mengomel akhirnya tertidur juga. Atau memang dia memang orang yang mudah tidur dan tidak was-was oleh sekitar?" Tanya Al yang membuka matanya dan memperhatikan Queen yang sudah tertidur.
Al membuka jaket yang di pakai olehnya dan menyelimuti Queen.
"Kenapa laki-laki berperilaku seperti ini kepada ku?" tanya Queen dalam hati yang terbangun karena merasakan dirinya tersentuh oleh jaket.
"Bos apa yang sebenarnya terjadi?" tanya supir kepada Al.
"Aku juga tidak tahu. Tapi seingat ku, aku tidak pernah menyinggung kelompok Sativa dari tetangga sebelah." Jawab Al.
"Bos benar-benar tidak ingat?" tanya supir itu sedikit lama menjawab dari pernyataan Al karena sedang berfikir.
"Apa kau mengingat sesuatu?" tanya Al.
"Bos ingat tentang lamaran dari kerjasama di pelabuhan beberapa hari yang lalu?" tanyanya.
"Kerjasama di pelabuhan?" tanya Al.
"Iya, kerjasama kapal angkutan pendapat laut di negara B ke negara Boyalia. Bos tidak ingin mengizinkan negara B untuk mengambil lebih banyak hasil laut dari negara kita. Sehingga pihak negara Boyalia menuruti kemauan bos?" Ucap supir mengingat kembali.
__ADS_1
"Kenapa dengan kerjasama itu?" tanya Al.
"Bos tau sendiri latar belakang aku sebelum bergabung dengan bos. 10 tahun yang lalu saat aku masih di negara A. Aku pernah mendengar bahwa Sativa adalah mafia n*rkotika yang paling terkenal di negara itu. Walaupun ada badan hukum, tetap saja mereka tidak akan pernah punah sepenuhnya. Bahkan mereka adalah pemasok nomor 1 di benua kita. Oleh karena itu mereka terkenal hingga sekarang. Tapi yang berbeda adalah tentang tujuannya. Jika dulu hanya sebagai pemasok untuk kebutuhan medis, namun sekarang sudah berahli lebih besar ke luar di bandingkan kebutuhan medis."
"Bos sudah mengerti maksud ku kan?" tanya supir.
"Jadi mereka berniat untuk memasukkan barang itu ke dalam organ ikan melalui pelabuhan di negara kita? Yang menjadi tujuan mereka adalah pelabuhan milik ku?" tanya Al.
"Iya bos. Hipotesis ku seperti itu, oleh karena itu tadi aku sejenak berfikir tentang nama kelompok Sativa yang bos sebutkan." Jawabnya.
"Jadi mereka mengira aku kekurangan uang?" tanya Al.
"Lebih tepatnya mereka ingin mendapatkan pasar di negara ini melalui bos." Jawabnya.
"Bisakah kau cari informasi lebih detail tentang perkembangan kelompok mereka di negara A?" tanya Al
"Bisa bos. Aku akan usaha." Jawabnya.
"Baiklah."
Mereka yang sedang berbicara didengar Queen tanpa sengaja. Karena asyik mengobrol mereka tidak merasa bahwa sudah tiba di apartemen Queen.
"Bos disini?" tanya supir
"Iya." Jawab Al.
Saat Al dia membangunkan Queen, tiba-tiba Queen langsung membuka matanya
"Kita sudah tiba." Jawab Al.
"Oh." Jawab Queen.
Al yang keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Queen.
"Tidak apa-apa biar saya saja." Jawab Al yang membuka pintu untuk Queen.
"Sejak kapan bos begitu lembut dengan wanita?" tanya supir dalam hati.
"Terima kasih." Jawab Queen yang keluar dari mobil.
"Oh ya, aku tidak terbiasa berhutang budi dengan orang lain. Lebih baik kau ikut masuk dulu ke atas." Ajak Queen ke apartemennya.
"Maksud mu....?" tanya Al yang berfikir luas
"Lihat tangan mu, aku hanya ingin mengobatinya. Jadi jangan berfikir terlalu luas." Jawab Queen.
"Oh." Jawab Al.
__ADS_1
Al yang mengikuti Queen berjalan di belakang Queen.