
"Dasar laki-laki ini," jawab Queen dalam hati sambil melihat Al yang sedang mengelus dirinya.
Queen diam saja sampai ke kantor. Al yang juga tidak ingin berbicara karena melihat Queen yang terus melihat ke luar jendela kaca pintu mobil. Sampai mereka tiba di kantor, mereka masuk ke dalam parkiran mobil yang berada di dalam parkiran. Al memberhentikan mobilnya dan melihat sekitar.
"Kenapa seperti itu?" tanya Queen.
"Hanya memastikan bahwa tidak ada orang lain di area parkiran." Jawab Al.
"Kenapa begitu?" tanya Queen.
"Ayo keluar." Jawab Al.
Al yang menggandeng Queen dan berjalan ke arah tembok. Lalu Al menginjak sebuah tombol seperti garis lalu lintas zebra cross berwarna kuning di bawah tembok. Al menginjak itu untuk membuat sebuah alat muncul di dasar tembok. Sebuah kamera muncul lalu menghadap Al. Deteksi kornea mata Al sebagai password pintu.
"Kenapa harus seperti ini?" tanya Queen.
"Tidak apa-apa. Ayo masuk." Jawab Al kepada Queen. Queen yang tiba-tiba melihat sebuah pintu terbuka dari tembok. Awalnya tandi terlihat seperti tembok biasa yang tidak memiliki pintu namun setelah Al membuka kuncinya, Tembok itu berubah membelah diri ke arah belakang.
"Ini apa Al?" tanya Queen.
"Masuklah bersama dengan ku. Kau akan mengetahui apa yang terjadi." Jawab Al.
"Baiklah." Jawab Queen kepada Al disaat hal menarik tarik Queen masuk ke dalam.
"Kau benar-benar aneh." Jawab Queen.
"Bisa di bilang begitu." Jawab Al yang tersenyum
Mereka menaiki lift hingga ke lantai atas. Di lantai atas, Joy sudah menunggu kedatangan mereka. Ternyata lift itu langsung menuju ke ruang kantor milik Al.
"Syukurlah anda berdua sudah sampai." Jawab Joy.
Joy langsung memberikan sedikit penghormatan dengan membungkukkan badan ketika melihat mereka keluar dari lift. Queen terbengong melihat bahwa mereka keluar dari lift lalu life itu tertutupi oleh sebuah buku yang menyatu ke dinding secara otomatis setelah mereka keluar.
"Tuan, kita langsung rapat. 15 menit lagi rapat akan di mulai. Anda bersiap-siap saja.
"Joy perintahkan seorang kepercayaan mu untuk menemaninya berkeliling di rumah sakit." Jawab Al yang memberikan perintah.
"Baik tuan. Saya akan memanggilkan sekertaris saya untuk menemani nona Queen berkeliling di perusahaan." Jawab Joy.
Al bersiap menggunakan jas kantor dan kemeja lalu dasi yang sudah di siapkan di dalam lemari di ruangannya.
"Itu orang bukan langsung ganti baju di vila malah di sini." Jawab Queen dalam hati.
__ADS_1
"Isss, malas sekali kalau sudah seperti ini harus menggunakan baju seperti ini." Jawab Al yang sulit memakai dasi di depan kaca.
"Kenapa?" tanya Queen.
"Beginilah, aku tidak terlalu pandai memasang dasi." Jawab Al.
"Banyak sekali alasan untuk membuat ku membantu mu saja harus drama seperti ini." Jawab Queen dengan melepaskan hembusan napas.
"Bukan seperti itu nona, Tuan Al memang tidak suka menggunakan jas di tambah dengan dasi." Jawab Joy yang masuk bersama dengan seorang wanita.
"Jadi ini alasan dia tidak ingin mengelola perusahaan dia sendiri?" tanya Queen.
"Salah satunya. Jadi bisa bantu aku memakai dasi ini?" tanya Al.
"Okeh. Joy keluar dulu. Tunggu kami selesai memakai baju." Jawab Queen.
"Baik nona." Jawab Joy kepada Queen. Dengan wanita yang mengikuti Joy juga keluar dari tempat itu.
"Kau pun terlalu tinggi." Jawab Queen yang sudah memegang kedua sisi dasi. Al yang mendengar Queen mengomel langsung menundukkan tubuhnya dan merendahkan leher kepalanya di hadapan Queen.
"Lagi-lagi laki-laki ini!" tanya Queen dalam hati.
"Sekarang sudah bisa?" tanya Al dengan tersenyum dan melihat wajah Queen yang memerah.
"Iya." Jawab Queen yang baru sadar dan mulai menyilangkan ujung dasi dan mulai membentuk dasi untuk dapat di pakai oleh Al.
"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Al kembali.
"Tidak apa-apa. Kalian berdua ganti pakaian dulu. Karena tradisi tempat ini harus mengikuti adat istiadat." Jawab Al.
"Adakan pin jilbab?" tanya Queen.
"Pin dasi?" hanya Al.
"Hahaha, iya, aku lupa." Jawab Queen yang tersenyum.
Queen yang sudah memasangkan dasi ke leher kerah baju kemeja Al mulai merapikan kembali dasi menggunakan pin dasi untuk merapikan ujung dasi yang kecil di belakang ujung dasi di depan.
"Sudah selesai." Jawab Queen.
"Baguslah." Suruh Joy masuk dengan wanita itu.
"Aku ingin bertanya, apakah boleh?" tanya Queen.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Al.
"Kenapa wanita yang bersama dengan Joy harus menggunakan penutup kepala?" tanya Queen.
"Hahaha, aku kira ingin bertanya hal penting apa tapi ternyata hanya bertanya tentang hal itu." Jawab Al tersenyum lalu mengambil topeng miliknya yang berada di dalam kantor.
"Jawab bukan di ketawakan ." Jawab. Queen.
"Di dalam kantor ini, hanya beberapa orang yang mengetahui tentang identitas sebagai pemilik dari perusahaan. Selebihnya mengetahui dengan deskripsi mereka masing-masing karena mereka hanya tahu bahwa Joy adalah atasan mereka " Jawab Al.
"Oh, aku kira seperti yang ada di novel romantis." Jawab Queen.
"Harus ada adegan bahwa bawahan berjajar berdiri menunggu kedatangan pemilik perusahaan? Menyanjung kedatangan mereka?" tanya Al.
"Tentu saja ini bukan novel tapi ini adalah penjara." Jawab Al lagi
"Hahahaha. Iya juga." Jawab Queen tertawa.
"Ya sudah, panggil saja mereka dan kau ikut dengan wanita yang di perintahkan Al kepada mereka membuat makanan." Jawab Joy.
"Baik tuan, saya akan pergi menemui ." jawab Queen kepada Al.
"Pergilah, waktu mu hanya 2 jam" Jawab Al.
" Benar-benar bagus kata-katanya." Jawab Al lagi.
"Pergilah bersama dengannya, nanti kalau sudah rumah ketika berjalan menelusuri taman dan juga cafe rumah sakit. Pergi ke kantor ini, ini kartu masuknya." Jawab Al memberikan sebuah kartu yang bisa ditempelkan di area pintu sebagai pintu otomatis di ruang operasi.
"Aku pergi dulu." Jawab Queen dengan mengeluarkan tangannya menyalami Al.
"Ingat yang aku katakan." Jawab Al.
"Iya iya." Jawab Queen kepada mereka. Mereka berpisah di depan pintu kantor Al.
Queen bersama dengan Wanita itu pergi keluar dan memulai memandu Queen pada jalan sekitar untuk menelusuri perusahaan. Sedangkan Al dan Joy yang berada di dalam.
Al kembali bercermin dan merapikan penampilan.
"Tuan sudah siap?" tanya Joy kepada Al.
"Sudah." Jawab Al yang sedang memakai topeng miliknya.
"Baiklah. Mereka juga sudah berkumpul di aula. Kita harus menyelesaikan rapat ini dengan segera." Jawab Joy.
__ADS_1
"Oke. Kita jalan sekarang." Jawab Al dengan menggunakan jas biru langit dan celananya kemudian kemeja putih. Tidak lupa dengan kacamatanya.
"