
"Apa maksud ayah?" tanya Grace pada panggilan telepon ya.
"Jangan biarkan Queen pergi dari rumah itu. Tangkap dia bila perlu sekap dia, jangan sampai dia pergi dari rumah." Jawab Biel lewat telepon.
"Suara apa itu? Ayah sedang apa sebenarnya dan mengapa haru mencegah Queen?" tanya Grace saat panggilan ponsel itu di matikan.
Grace bergegas mencari keberadaan Queen namun tidak di temukan, padahal baru saja ia pergi sedikit menjauh dari depan kamar John. Mencari ke kamar Queen namun tidak ada, Grace berjalan keluar untuk melihat Queen, dan benar saja Queen tidak ada. Grace bertanya kepada penjaga rumah. Penjaga rumah mengatakan Queen keluar menggunakan taksi online di luar pagar.
"Mau kemana dia? Jika aku mengejar ya tidak mungkin sampai. Sudahlah biarkan saja." Jawab Grace yang tidak mengerti situasi.
Queen yang sudah sampai ke rumah sakit Sam langsung membawa sampel obat itu untuk mengetahui kandungan dosis yang ada pada obat. Queen baru saja memberikan sampel itu dan menunggu di ruang tunggu.
Sementara Al dan Sam yang sudah ingin bergegas bertemu Queen, Al mendapatkan pesan dari Queen bahwa Queen sedang berada di rumah sakit. Dengan terburu-buru Al dan Sam tiba di rumah sakit dengan fikiran yang tidak baik tentang kondisi Queen. Al berjalan dengan cepat melihat Queen yang sedang duduk di kursi tunggu.
"Kau kenapa?" tanya Queen yang terkejut saat Al memeluk Queen dengan begitu tiba-tiba.
"Syukurlah kau baik-baik saja." Jawab Al yang memeluknya.
"Kami kira nona telah mengalami sesuatu yang buruk." Jawab Sam.
"Aku bisa menjaga diri ku sendiri." Jawab Queen.
"Apa yang terjadi?" tanya Al.
"Aku hanya memeriksa kandungan dosis obat yang di konsumsi kakek selama ini." Jawab Queen.
"Queen, ada hal yang belum aku beritahu kepada mu." Ucap Al dengan wajah serius setelah melepaskan pelukannya.
"Apa? Kenapa wajah kalian tegang seperti ini?" tanya Queen.
"Biel Abraham adalah seorang mafia. Yah, ketua organisasi gagak hitam. Dia adalah orang yang paling kuat data sebagai dalang pembunuh ibu mu." Jawab Al.
"Soal dia pembunuh kedua orangtua ku sudah tidak di ragukan lagi. Tapi pernyataan yang kau katakan tadi mengatakan bahwa dia adalah ketua gagak hitam? Orang yang pernah mengalahkan ketua sebelumnya? Pemuda yang sering di bicarakan 20 tahun yang lalu?" hanya Queen.
"Queen mengetahui kejadian itu?" tanya Al.
"Tentu saja. Aku sudah banyak belajar kriptografi bersama dengan ayah. Dari sistem indentitas seperti itu aku mendapatkan informasi ya. Tentang seberapa banyak organisasi yang harus aku ingat." Jawab Queen.
"Aku hampir lupa bahwa kau anak guru." Jawab Al.
"Tuan Sam?" tanya seseorang yang keluar sudah membawa hasil kandungan obat.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Sam.
__ADS_1
"Tidak ada yang aneh dengan obat ini jika dilihat dengan sekilas. Namun ternyata obat ini bukan obat untuk di konsumsi melainkan ini adalah obat tidur dan juga obat pelimpahan saraf. Jika di konsumsi selama setahun akan mengakibatkan kematian sistem saraf secara bertahap. Lebih tepatnya kematian." Jawabnya.
"Kau yakin dengan itu?" tanya Sam mengambil hasil penelitiannya.
"Kami sudah mencoba selama 4 kali, dan hasilnya tetap sama. Yang menjadi mudah dalam melihat isi kandungannya adalah karena penampilan yang sama dengan yang asli." Jawabnya.
"Jadi itu alasan kakek sulit berjalan?" tanya Queen.
"Queen, apa yang akan kau lakukan?" tanya Al.
"Bisakah kalian membantu ku?" tanah Queen.
"Tentu saja." Jawab Al dan Sam.
"Sam, bawa peralatan medis mu dan ku harap kau mau melihat kondisi kakek. Selama yang ku lihat, aku tidak bisa mempercayai siapa pun untuk saat ini." Jawab Queen.
"Aku dan Sam akan ikut dengan mu." Jawab Queen.
"Oke." Jawab Queen.
"Tuan, tetap persiapkan senjata." Jawab Sam.
"Tentu." Jawab Al.
Mereka kembali ke rumah John Abraham.
"Ini lagi, bawak 2 pria ke dalam rumah? Apa yang kau fikirkan wanita ..... !" bentak Grace kepada Queen.
"Grace jangan berkata seperti itu." Jawab John dengan pelan.
"Sam, tolong periksa kakek." Jawab Queen.
"Baik nona." Jawab Sam.
"Siapa yang memberikan mu izin untuk menyentuh kakek?" tanya Grace
"Kakek mengizinkannya?" tanya Queen lalu di anggukan oleh John.
"Tapi aku tidak setuju." Jawab Grace.
"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Biel yang baru saja tiba.
"Lebih baik kita keluar dulu dari kamar." Jawab Queen dan yang lainnya keluar selain meninggalkan Sam dan John. Mereka mengikutinya begitu saja atas perintah John.
__ADS_1
Sam dan John yang berada di dalam kamar. Sam mengajukan beberapa pertanyaan kepada John saat memeriksa tubuh John secara keseluruhan.
"Tuan, bisa aku berbicara?" tanya Sam.
"Ada apa?" tanya John.
"Anda sudah mengalami kelumpuhan saraf secara bertahap. Semua ini karena obat ini, ......" Sam menceritakan semua tentang kejadian obat itu.
Di luar, Biel sangat diam namun dalam hati banyak hal yang ingin dia keluarkan.
"Kenapa aku bisa mendapatkan kabar buruk dari setiap tempat. Dan mereka mengatakan untuk tidak mengusik kesayangan bos mereka. Wanita mana yang sudah aku singgung?" tanya Biel dalam hati sambil melihat Queen.
"Siapa pria ini?" tanya Biel kepada Queen.
"Bukan urusan mu, urusi saja urusan mu sendiri." Jawab Queen.
"Kau semakin lama semakin tidak sopan. Kau yang sebenarnya telah membuat ayah ku sakit. Apa sebenarnya tujuan mu tiba-tiba muncul?" tanya Biel.
"Bukannya sebaliknya?" tanya Queen dengan santai.
"Apa maksud dia berbicara seperti itu." Jawab Biel dalam hati.
Sam tiba-tiba keluar untuk memanggil mereka masuk.
"Ayah memanggil ku?" tanya Biel.
"Iya. Aku ingin meminta penjelasan kepada mu tentang hal ini." Jawab John yang memberikan foto ruangan milik Biel.
"Tapi sebelum itu, siapa mereka?" tanya Biel.
"Biarkan mereka di sini. Itu tidak apa-apa." Jawab John.
"Kenapa ayah bisa tahu tentang ruang bawah tanah?" tanya Biel dalam hati.
"Maksud ayah?" tanya Biel yang pura-pura tidak mengerti apa yang di maksud ya.
"Aku ingin mendengar penjelasan mu terlebih dahulu." Jawab John.
"Maksud ayah?" tanya Biel lagi.
"Ayah ini apa?" tanya Grace yang baru mengetahui foto itu.
"Apa perlu kita pergi melihat tempat mu itu?" tanya John.
__ADS_1
Biel melihat ke kanan dan ke kiri. Biel yang sudah berkeringat dingin, sepertinya dia tidak bisa lagi mengelak karena hal ini.
"Katakan kepada ku dengan jujur Biel. Kenapa ruangan seni mu itu ada ruang bawah tanah? Dan ada apa dengan Mading itu serta satu komputer ada di tempat itu?" tanya John. John hanya mengeluarkan beberapa foto saja.