
Mereka berdua akhirnya pergi malam ini untuk kembali ke negara Boyalia. Sampai disana, Joy memberikan semua informasi yang diketahui olehnya. Betapa terkejutnya Queen mendengarkan penjelasan yang di sampaikan oleh Joy.
"Jadi bagaimana rencana ya?" tanya Al yang meminta pendapat Queen namun Queen diam saja.
"Aku memiliki sebuah rencana. Rencana pertama, Queen masuk ke rumah itu dan mencari ruangan yang terdapat komputer pada IP address yang telah mengirimkan pemberitahuan informasi pembunuhan Queen. Rencana kedua, aku akan melakukan seperti biasanya. Masuk ke rumah itu dengan sendirinya tanpa bicara baik-baik." Jawab Al.
"Jadi bagaimana mana? Apa yang akan kau pilih Queen?" tanya Al kembali.
"Aku akan memilih rencana kedua. Pertama jika aku masuk ke rumah itu, aku ingin mengetahui siapa sebenarnya yang telah melukai orangtua ku dan juga aku yang sekarang. Karena jika menggunakan cara kedua, kita tidak akan pernah mengetahui siapa dalang sebenarnya. Siapa yang sebenarnya ingin bermain trik dengan ku?" tanya Queen.
"Jika itu sudah menjadi keputusan mu, aku akan mengikutinya." Jawab Al.
"Oke. Sekarang juga, berikan saja mobil itu kepada ku. Aku akan pergi sendiri ke rumah Abraham." Jawab Queen.
"Kau yakin pergi sendiri?" tanya Al.
"Tentu." Jawab Queen yang langsung berjalan ke arah mobil dan tadi sudah menjemput dia di bandara.
Joy hanya menerima kode dari Al untuk mengiyakan permintaan Queen. Joy memberikan kunci mobil kepada Queen. Queen pergi begitu saja menuju rumah kediaman keluarga Abraham.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Joy.
"Aku percaya dengan istri ku. Lebih baik sekarang beritahu dengan detail apa yang kau dapat tentang guru?" tanya Al.
"Baiklah. Aku menemukan hal ini tanpa di duga, tapi lebih tepatnya menemukan hal ini karena Sam. Saat Sam pergi ke luar kota untuk melakukan seminar kedokteran. Ia bertemu dengan guru anda. Saat itu Sam tidak langsung mendekati tuan Alex. Sam mencari tahu apa yang sedang dia lakukan di rumah sakit."
"Lalu?" tanya Al.
__ADS_1
"Dia sedang menjaga seseorang wanita di rumah sakit itu. Dan baru seminggu yang lalu wanita itu sadar dari koma. Setelah aku selidiki lebih dalam informasi yang di dapatkan dari Sam. Kami menemukan bahwa wanita itu adalah kembaran nona Queen. Sella Queen." Jawab Al.
"Apa? Jadi Sella Queen masih hidup?" tanya Al.
"Iya tuan. Tapi wajahnya mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga ia sudah melakukan operasi wajah dan juga kondisinya saat ini pemulihan terhadap tangan kanan yang lumpuh. Semua itu di karena puing-puing pesawat yang pernah mengenai tulang bahu miliknya yang mengalami sedikit retakan." Jawab Joy.
"Sampai kapan guru ada di sana?" tanya Al.
"Untuk itu saya tidak dapat memastikannya. Hanya saja selama pengamatan dari beberapa informasi bahwa guru anda hanya seminggu sekali datang ke rumah sakit di hari Minggu. Namun setelah kabar nona Sella Queen sadar, guru anda tetap berada di rumah sakit. Maka dari itu aku meminta mu untuk datang ke sana sendiri." Jawab Joy.
"Bawa aku langsung ke sana." Jawab Al.
"Langsung?" tanya Joy yang terkejut.
"Tentu saja, aku ingin bertanya langsung tentang apa sebenarnya rencana dia." Jawab Al.
"Baik. Kita menggunakan helikopter saja untuk menghemat waktu." Jawab Joy.
Mereka pergi dari negara Boyalia ke negara tentang, di rumah sakit besar dan ternama yang menampung banyak pasien koma dan rumah sakit yang menyediakan operasi kecantikan terbaik di dunia. Al pergi bersama dengan Joy ke rumah sakit itu menggunakan helikopter.
"Kita sudah sampai," Jawab Joy yang sudah mendaratkan helikopter di atas gedung rumah sakit. Izin lisensi berkendara menggumam helikopter sudah di berikan oleh Negera untuk mereka.
"Dimana dia?" tanya Al.
"Tuan Alex sedang berada di kamar nona Sella Queen, kamar anggrek VIP nomor 1 di lantai 20. Tepatnya di bawah 2 lantai dari tempat kita ini." Jawab Joy yang sudah membaca iPad miliknya.
"Baik. Kita kesana langsung." Jawab Al.
__ADS_1
Mereka masuk ke pintu dan pergi masuk ke dalam lift gedung menuju ke kamar anggrek VIP lantai 20.
"Selamat siang guru." Jawab Al yang membuka pintu kamar itu dan langsung menyapa Alex.
"Al?" tanya Alex yang begitu terkejut.
"Siapa dia om?" tanya Sella Queen yang masih terbaring di atas kasur rumah sakit.
"Perkenalkan, aku Altezza Altaric atau Altezza Altaric yang biasa di panggil Al. Sekaligus suami dari kakak mu, Queen Alexsa." Jawab Al.
"Ternyata secepat ini kau menemukan ku Al." Jawab Alex yang berdiri lalu tersenyum melihat Al yang berada di depan pintu.
"Oh kak ipar. Bagaimana dengan Kakak Queen? Ada dimana dia?" tanya Sella Queen yang juga tersenyum.
"Wah, kau tidak kaget sama sekali. Guru, tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Al dengan wajah serius.
"Hahaha. Kau tetap saja sama seperti dulu. Duduk dulu, aku akan menceritakan seluruhnya. Aku kira kau tidak menemukan aku dengan secepat ini atau lebih dulu dari orang lain." Jawab Alex yang mempersilahkan Al duduk di tempat itu.
"Sebelum guru menjelaskan dengan jelas ada hal yang harus aku katakan lebih dulu. Queen sangat merindukan guru." Jawab Al yang duduk dengan tenang di sofa depan tempat tidur pasien Sella Queen berada.
"Aku juga merindukannya, tapi semua ini adalah untuk kebaikannya." Jawab Alex.
"Jadi apa yang akan aku dengar penjelasan dari guru." Jawab Al.
"Baiklah. Aku akan menceritakan hal semua ini bermula." Jawab Alex mulai menceritakan tentang apa yang terjadi.
"Awalnya aku ingin menyerahkan Queen untuk kembali dengan keluarganya sehingga aku memesankan tiket pesawat untuk ya. Aku mengatakan kepadanya itu adalah kado dari misi terakhir dari ku. Untuk menebus kesalahan yang pernah aku lakukan di masa lalu. Aku hanya ingin memberikan kesempatan kepadanya mengetahui semua kebenarannya. Dan juga berharap dia bisa berkumpul dengan keluarganya. Walaupun aku tau bahwa ada orang yang di dalam keluarganya itu tidak menginginkannya. Hanya saja aku ingin dia menyelesaikan semuanya dengan tangannya sendiri. Karena aku mengetahui bagaimana sifatnya itu. Aku hanya menginginkan dia dapat membalas dendam kematian kedua orangtuanya dan mencari tahu siapa dalang dari semua itu dengan tangannya sendiri tanpa bantuan dari ku." Jawab Alex dengan wajah yang penuh dengan penyesalan.
__ADS_1
"Lalu apa yang terjadi?" jawab Al.
"Karena keegoisan yang aku miliki, aku tidak menyangka bahwa ini membawa malapetaka untuk Queen dan juga Sella. Aku kurang memperhatikan tentang kehidupan saudara kembar Queen setelah kejadian di masa lalu. Aku hanya mengetahui hal-hal baik saja, tapi ternyata aku melewati sesuatu yang tidak bisa aku prediksi sehingga semuanya terjadi seperti ini." Jawab Alex.