
Al mengikuti Bram pergi ke pabrik wine. Dengan menelusuri pabrik bersama dengan Bram, Al begitu antusias dan serius dalam beraktivitas mengikuti kegiatan yang di lakukan di dalam pabrik. Melihat mesin-mesin yang bekerja sehingga mengeluarkan suara. Para pekerja yang sedikit melakukan aktifitas dengan bantuan mesin yang ada.
Sudah berjam-jam Al dan Bram berjalan melihat keseluruhan proses pabrik hingga siang hari. Bram melihat jam tangan yang di pakai olehnya menunjukkan sudah hampir sore hari.
"Al kita sampai sini dulu," jawab Bram.
"Iya ayah." Jawab Al.
Mereka berjalan keluar dari pabrik ke gedung sebelah. Yah, gedung kantor operasional administrasi bisnis wine. Pada lantai satu kantor terdapat kantin perusahaan yang menggabungkan karyawan pabrik dan karyawan kantor untuk makan siang maupun malam mal secara gratis. Hal ini merupakan fasilitas yang di berikan oleh perusahaan.
Lagi-lagi Al menemukan seseorang yang pernah di temui olehnya di restoran tadi malam. Yah, teman lelaki yang di curigai Al. Teman lelaki itu menjadi salah satu koki yang ada di kantin.
"Ayah, bolehkah aku meminta tolong lagi?" tanya Al.
"Katakanlah." Jawab Bram.
"Aku ingin mendapatkan semua informasi yang di dapat perusahaan tentang orang itu?" ucap Al dengan menunjukkan jarinya ke arah lelaki yang sedang memberikan lauk pauk untuk para karyawan di kantin.
"Baru sehari kau ikut dengan ku tapi sudah ada 2 orang yang ingin kau selidiki? Sebenarnya kenapa bisa mereka mendapatkan pusat perhatian mu?" tanya Bram.
"Aku akan menjelaskannya nanti jika semua ya sudah aku pastikan ayah. Bantulah aku untuk saat ini dan percayalah kepada ku." Jawab Al.
"Baiklah. Ayah akan langsung ke manajer personalia. Ayah akan mencari semua informasi tentang dua orang yang ingin kau ketahui." Ucap Bram yang langsung berdiri ingin langsung pergi.
"Ayah mau kemana?" tanya Al.
"Tentu saja langsung ke kantor personalia. Al tunggu di sini saja untuk keamanan mereka bertanya." Jawab Bram.
"Oke ayah. Mohon bantuannya." Jawab Al yang berdiri dan menundukkan kepalanya.
Al yang begitu sopan dan beradab di hadapan Bram. Tidak seperti biasanya yang selalu mendapat hal penghormatan saja dari para anggotanya.
__ADS_1
Baru saja Bram pergi, Al mendapatkan telepon dari dua pengawalnya. Kedua pengawal susah berada di daerah pabrik.
"Tuan kami sudah berada di pabrik wine. Anda ada dimana?" tanya salah satu pengawal yang menelpon Al.
"Kenapa kalian ada di sini?" tanya Al.
"Ada hal yang harus kami sampaikan secara langsung kepada Anda." Jawabnya.
"Aku berasa di gedung sebagai pabrik. Di lantai satu ruangan kantin perusahaan." Jawab Al.
"Oke bos. Kami segera kesana." Jawab Mereka.
7 menit berjalan, kedua pengawal itu sudah duduk di depan Al.
"Apa yang ingin kalian sampaikan?" tanya Al.
"Tuan, bukan kah pria yang menggunakan baju Koki itu juga salah satu bagian dari orang-orang yang harus kami perhatikan ?" tanya salah satu pengawal yang mengetahui dengan cepat karena ia kursi duduknya tepat mengarah pada pria koki itu.
"Yang kau katakan benar " Jawab Al.
"Lalu apa yang ingin kalian katakan?" tanya Al.
Kedua pengawal itu sedikit mengurangi volume mereka berbicara dan mengeluarkan ponsel dan memberikan sebuah foto kepada Al pada layar ponsel tersebut.
"Tuan coba lihat ini." Jawabnya yang memberikan ponsel miliknya kepada Al.
"Tuan, kami berdua berpencar untuk mengikuti mereka yang pergi dari tempat terbengkalai yang di jadikan markas mereka. Aku masuk ke dalam markas dia dan a092 mengikuti mereka yang pergi."
"Iya tuan. Mereka terdiri dari 10 orang yang berada di markas itu. Aku sudah meminta bantuan pada relasi kita yang ada di sekitar kota ini. Mereka mengikuti semua orang, dan a091 sudah mengecek bahwa di markas mereka tidak ada orang sehingga ia bisa masuk ke dalam itu." Jawab a092.
"Yang terpenting dari apa yang kami berdua dapatkan adalah tentang foto itu tuan. Silahkan tuan baca." Jawab a091.
__ADS_1
"Ini? Bagaimana mungkin ini?" tanya Al.
"Harga untuk membunuh Queen senilai 10 Milyar?" tanya Al yang terkejut.
"Iya tuan, ada bisa melihat ya. Berita email itu baru saja tersebar saat malam kemarin. Aku masuk ke dalam markas mereka dan membuka sedikit komputer mereka yang masih menyala. Aku juga sudah melihat sekitar bahwa tidak ada kamera CCTV bahkan aku melihat tempat itu baru saja di tinggali oleh mereka. Aku fikir belum sampai 1 bulan mereka di sini." Jawab a091.
"Lalu kau sudah mencoba menelusuri siapa pengirim email itu?" tanya Al.
"Tuan bisa melihatnya bukan? Aku fikir ini adalah email organisasi mereka. Dan surat perintah yang di kirimkan itu sudah menyebar pada organisasi pembunuh dunia. Ini semua akan mengakibatkan nona menjadi target mereka semua." Jawab a091.
"Aku dan rekan-rekan lain juga sudah memeriksa mereka di antara kesepuluh orang itu, aku baru menemukan bahwa satu orang yang berada di sini. Dan tinggal satu orang lagi yang aku kehilangan jejak ya." Jawab a092.
"Ini yang kau maksud?" tanya Al yang sempat memfoto seseorang yang berada di kantor Bram tadi.
"Tuan? Bagaimana anda mendapatkannya?" tanya a092.
"Dia juga berada di sini. Lalu apa yang kau dapatkan?" tanya Al.
"8 orang dari mereka adalah anggota gagak hitam yang berasal dari daerah negara kita yaitu Boyalia. Tapi mereka sudah tinggal di negara ini selama 5 tahun. Mereka sudah menjadi penduduk sini. Dan aku mendapatkan beberapa tempat mereka bekerja. Jika dugaan ku tidak salah, mereka di kelompokkan menjadi 5 grup. Dimana setiap tempat terdapat 2 orang. 2 orang berada di delivery pizza. 2 orang berada di delivery ayam goreng. 2 orang berada bar Star, 2 orang berada di pelabuhan sebagai penjual ikan dan 2 orang di perusahaan ini." Jelas a092.
"Jadi apa yang harus kita lakukan tuan?" tanya mereka berdua.
"Kalian sudah bekerja keras. Dan juga informasi ini sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa dalang di balik ini bukanlah orang yang bisa di anggap enteng. Entah itu dari pihak Zerico atau gagak hitam. Aku pastikan mereka akan menyesali perbuatan ini." Jawab Al.
"Kalian antarkan saja tuan Bram dan dapat informasi yang aku butuh pada ya. Aku ingin mengecek satu hal." Jawab Al yang masih memegang ponsel milik a091.
"Saat kalian pergi kemari, kalian ada minat dimana warnet terdekat?" tanya Al.
"Ada tuan,......" a091 menjelaskan di mana ada warnet terdekat.
"Oke terimakasih. Ingat jangan katakan apapun tentang hal ini. Katakan saja pada ayah Bram bahwa aku ingin berkeliling daerah sini dan kalian di perintahkan untuk mengantarnya pulang." Jawab Al.
__ADS_1
"Baik tuan kami mengerti." Jawab mereka berdua.
"Oke." Jawab Al yang berdiri dan langsung pergi.