
Yok Follow Instagram Author Wichan606 👌
Al dan Joy masuk ke dalam ruang rapat dengan penampilan Al yang menggunakan topeng seperti biasanya. Karena di dalam perusahaan hanya ada 3 orang yang mengetahui dengan jelas wajah Al. Yaitu Joy, Anggun dan (Masih di rahasiakan).
Mereka mengadakan beberapa kali rapat untuk mendapatkan suatu keputusan dalam setiap file dokumen yang mereka bahas untuk meningkatkan keuntungan bagi perusahaan. Satu persatu di bahas dengan cepat dan terperinci karena hanya Al yang akan memutuskan. Mereka yang hadir sebelumnya sudah melaporkan kepada Joy sebagai CEO yang berada di perusahaan. Dan keputusan hanya bisa di lakukan oleh pemilik sah dari perusahaan Altaric sendiri yaitu Al.
4 Jam mereka terus melakukan rapat hingga akhirnya selesai. Joy dan Al kembali berjalan ke arah ruang kantor Al. Saat di perjalanan ke arah sana, mereka bertemu dengan Anggun.
"Tuan Al, tuan Joy." Ucap Anggun dengan membungkukkan kepalanya.
"Kenapa kau di sini?" tanya Joy.
"Dimana dia?" tanya Al.
"Nona sudah saya antarkan ke ruangan Anda. Dan yang ingin saya laporkan adalah di ruang tunggu ada tuan Eldon yang ingin bertemu dengan tuan Joy." Jawab Anggun.
"Dari jam berapa dia datang?" tanya Al.
"Baru 15 menit berjalan. Karena setelah saya mengantarkan nona, saya keluar dari ruangan dan melihat staf mengatakan bahwa tuan Eldon memaksa untuk bertemu dengan tuan Joy." Jawab Anggun.
"Biarkan dia menunggu lebih lama lagi. Joy, kau tau apa yang harus kau lakukan kan?" tanya Al.
"Aku mengerti." Jawab Joy.
"Bagus. Katakan apa yang sudah kalian bicarakan tadi dengan singkat?" perintah Al.
"Tidak ada tuan, saya hanya menjelaskan seluruh perusahaan. Dan tadi kami makan di cafe. Setelah itu nona mengatakan bahwa dia lelah, jadi saya mengantarkannya ke kamar di ruangan anda." Jawab Anggun.
"Oke terima kasih sudah menemani dia." Jawab Al kemudian meninggalkan mereka dari lorong menuju ke ruangannya.
"Tunggu dulu, aku gak salah dengar tuan Joy?" tanya Anggun.
"Tentu saja tidak. Dia sudah sedikit berubah." Jawab Joy dengan tersenyum.
__ADS_1
"Sekarang bukan waktu memikirkan itu. Ayo kita bekerja kembali." Jawab Joy yang memegang bahu Joy untuk menyadarkan Anggun yang melihat Al berjalan pergi meninggalkan mereka.
"Benar-benar berubah." Jawab Anggun.
"Pergilah ke ruang tunggu dan tanya dengan jelas untuk apa kedatangan Eldon. Dan katakan juga kepadanya bahwa aku masih sibuk rapat oleh dewan direksi dan juga pemilik perusahaan." Jawab Joy.
"Aku mengerti." Jawab Anggun.
Mereka berdua berpisah dan berjalan ke arah masing-masing. Anggun berjalan ke arah ruang tunggu yang berada di lantai bawah kantor mereka. Anggun menemui Eldon yang sudah menunggu kedatangan Joy.
"Tuan Joy?" panggil Eldon yang memanggil saat Anggun masuk ke dalam ruangan.
"Maaf, dengan tuan Eldon?" tanya Anggun.
"Iya saya." Jawab Eldon.
"Saya kira nona tuan Joy. Maaf telah memanggil dengan salah." Jawab Eldon dengan sopan.
"Oh sekertaris tuan Joy." Jawab Eldon yang berdiri langsung dari tempat duduk.
"Apakah Anda sudah membuat janji? Dan ada keperluan apa anda datang? " tanya Anggun kepada Eldon.
"Saya belum ada membuat janji. Tapi saya ada hal mendesak yang ingin saya bicarakan dengan tuan Joy." Jawab Eldon.
"Maaf sekali, kita memiliki prosedur. Jika tuan tidak memiliki dengan tuan Joy maka Anda silahkan kembali jika sudah memiliki janji dengan beliau." Jawab Anggun.
"Apakah saya benar-benar tidak bisa bertemu dengan tuan Joy?" tanya Eldon.
"Untuk ini saya tidak mengetahui ya. Karena saat ini tuan Joy masih dalam rapat direksi." Jawab Anggun.
"Bolehkah saya bertanya kepada nona yang selalu sekertaris tuan Joy. Kapan waktu luang tuan Joy hari ini?" tanya Eldon dengan sopan dan sangat manis.
"Sebentar. Saya lihat dulu." Jawab Anggun dengan membuka tablet yang di bawa olehnya. Anggun berpura-pura untuk mengecek jadwal Joy.
__ADS_1
"Maaf tuan Eldon, jadwal tuan Joy hari ibu sangat Full. Bahkan beberapa jadwal yang sudah di rancang sebelumnya harus di tunda karena adanya rapat direksi ini." Jawab Anggun.
"Apakah saya tidak bisa bertemu dengannya walau hanya 5 menit. Saya mohon." Jawab Eldon dengan wajah yang memelas kepada Anggun.
Anggun menggelengkan kepalanya untuk mengatakan tidak bisa, namun Eldon mulai bereaksi untuk melakukan sesuatu kepada Anggun. Eldon mendekati Anggun dan berbisik kepada Anggun.
"Jika nona bisa memberikan waktu untuk ku bertemu dengan tuan Joy, saya pastikan nona bisa memiliki sedikit keuntungan." Eldon yang berbisik kepada Anggun.
"Pantas saja tuan Al dan Tuan Joy tidak menyukai lelaki ini. Ternyata dia brengsek." Jawab Anggun dalam hati sambil melirik kan matanya kepada Eldon.
"Maaf tuan, apakah tuan tidak mengetahui posisi tuan saat ini. Apakah tuan tidak berfikir berapa gaji yang di tawarkan oleh perusahaan untuk saya sehingga saya harus menghianati perusahaan?" tanya Anggun.
"Benar juga. Tidak mungkin pekerja perusahaan Altaric kekurangan uang. Sudah pasti mereka sudah sejahtera. Apakah tindakan aku seperti biasanya ini tidak berguna di perusahaan ini?" tanya Eldon dalam hati karena mendengar pernyataan dan pertanyaan Anggun.
"Maaf silahkan keluar." Jawab Anggun dengan mengusir Eldon.
"Maaf saya tidak bermaksud nona. Tolong izinkan saya untuk menunggu tuan Joy. Saya akan tetap menunggu tuan Joy di sini hingga tuan Joy bisa bertemu dengan saya hari ini. Saya mohon jangan usir saya. Maaf saya sudah berbicara yang tidak sopan." Jawab Eldon dengan berakting.
"Laki-laki ini dengan cepat berubah ekspresi seketika. Benar-benar manusia munafik yang harus di singkirkan." Jawab Anggun dalam hati.
"Maaf, silahkan keluar atau penjaga keamanan akan datang menyeret anda keluarkan dengan paksa." Tegas Anggun kepada Eldon.
"Tidak, tidak perlu. Tidak bisakah mempertimbangkan saya untuk bertemu dengan tuan Joy. Saya hanya ingin bertanya tentang pembatalan kontrak yang dilakukan oleh perusahaan kepada perusahaan saya. Hanya itu. Saya tidak akan mengambil banyak waktu tuan Joy." Jawab Eldon dengan memohon kepada Anggun.
"Keras kepala sekali anda. Baiklah saya akan membicarakan ini kepada tuan Joy. Tapi hanya kali ini saja. Saya tidak bisa membantu lebih banyak lagi dan saya tidak bisa memastikan bahwa tuan Joy mau meluangkan waktu untuk anda atau tidak. " Jawab Anggun.
"Iya tidak apa-apa. Itu sudah jauh dari cukup." Jawab Eldon.
"Baik, tunggu sebentar di sini. Saya akan masuk ke ruang rapat dan memberitahukan tuan Joy." Jawab Anggun yang keluar dari ruang tunggu.
"Bagaimana tuan?" tanya Anggun yang berjalan masuk lift dan menemui Joy di ruangannya.
"Kau harus lihat bagaimana dia tadi setelah kau keluar." Jawab Joy yang langsung menunjukkan hasil rekaman CCTV yang berada di ruang tunggu.
__ADS_1