Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 156


__ADS_3

~ *Mau diceritakan juga untuk apa? Apakah semua orang menyukainya? Lebih baik kita ngopi, kan jadi happy. Hehehe, hidup kita harus di perbanyak privasi dari sosmed🤭*.~


Jangan Lupa Vote, Hadiah, Like, komentar dan Share ke kawan-kawan ya readers untuk baca novel Author hehehhe 🤣🤣🤣


.......


Queen yang sudah selesai menggiling biji kopi menggunakan mesin kopi. Biji kopi yang menjadi bubuk kopi diletakkannya cangkir. Di masukkan gula aren lalu di seduh dengan air panas yang telah mendidih dari teko listrik. Queen mengaduk cangkir kopi menggunakan sendok teh kecil lalu mencicipinya sedikit.


"Sesuai takaran." Jawab Queen dalam hati.


"Rasanya sama seperti kesukaan Ayah Alex." Jawab Queen dalam hati lagi.


"Ayah aku rindu, sebenarnya kau di mana dan sedang apa?" tanya Queen yang terucap pelan sambil melamun meletakkan sendok teh ke wastafel untuk dicuci. Lalu tersadar kembali saat tangan Queen di arah keran. Keran air sensor yang otomatis akan mengalir air ketika ada tangan.


"Lagi-lagi aku merindukan Ayah." Jawab Queen yang tidak sengaja menjatuhkan air matanya.


Queen mencuci sendok itu dan meletakkannya ke rak piring yang baru di cuci di samping wastafel. Lalu Queen mengelap air mata yang jatuh ke pipinya. Kembali mengingat bahwa ia harus membawakan kopi untuk Al. Queen membuka laci lemari gantung namun tidak ada.


Dan membuka kembali laci lemari bawah, ada biskuit kemasan kaleng kecil yang bisa dibawa olehnya dengan satu tangan.


Queen berjalan ke ruang kerja Al membawa secangkir kopi dan juga cemilan biskuit.


"Ini kopinya dan aku membawa sedikit cemilan untuk mu." Jawab Queen yang meletakkannya di samping laptop Al. Al yang tidak sempat menoleh dan fokus terhadap layar laptopnya hanya berkata " Bisakah kau suapi aku?" tanya Al.


"Berhenti dulu dan makan sendiri." Jawab Queen yang bertugas untuk melangkah pergi meninggalkan Al.


Al yang mengetahui Queen akan melangkah pergi terlihat dari samping kanan Al duduk. Al mencegahnya dengan memegang tangan Queen.


"Ingin makan malam apa?" tanya Al yang melihat Queen saat memegang tangannya. Queen membelikan tubuhnya melihat ke arah Al.


"Queen?" tanya Al yang memanggil Queen saat melihat wajahnya yang seperti baru saja menangis.


"Terserah mau makan apa." Jawab Queen.


"Kau habis menangis?" tanya Al.


"Tidak." Jawab Queen yang melepaskan tangannya lalu pergi meninggalkan Al.


Al yang bertanya-tanya apa yang telah terjadi terhadap Queen. Namun ia mengurungkan niatnya untuk lebih banyak berfikir mencari tahu tentang hal itu. Al mengambil ponselnya untuk memerintah seseorang untuk membawa makan malam untuk mereka. Al melanjutkan pekerjaannya dan menikmati kopi yang di buatkan oleh Queen, tapi tidak ada menyentuh sama sekali biskuit yang di bawa oleh Queen.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu, Al sudah menyelesaikan pekerjaannya. Hal itu bertepatan saat pesanan makanannya telah datang. Al yang keluar dari ruang kerja menunju ruang makan.


"Tuan," ucap seseorang yang membawa makan malam.


"Kau sampai di waktu yang tepat. Tata di atas meja makanan itu. Setelah selesai silahkan pergi. Aku akan memanggil Queen." Jawab Al.


"Baik tuan." Jawab pelayan itu.


Di depan pintu kamar, Al mengetuk dengan lembut.


"Queen, ayo makan malam." Jawab Al.


"Iya sebentar." Jawab Queen yang baru selesai mandi.


"Queen! Bisa aku masuk?" jawab Al yang tidak mendengar bahwa Queen menjawabnya.


Al yang masuk ke kamar yang pintu kamarnya tidak di kunci. Queen yang keluar dari kamar mandi. Mereka berdua saling menatap masing-masing.


"Upss." Ucap Al pelan.


"Maaf aku tidak sengaja. Segera keluar untuk makan malam." Jawab Al yang menutup pintu kamar kembali.


"Kenapa dia begitu? Aku juga menggunakan handuk pakaian." Jawab Queen yang melihat Al keluar dari kamar setelah melihat Queen.


Al kembali berjalan ke arah dapur dan melihat pelayan itu hampir selesai menata makanan diatas meja. Sedangkan Queen memakai piama celana panjang dan baju tangan pendek.


"Tuan saya sudah selesai, saya permisi." Jawab pelayan itu.


"Iya." Jawab Al yang singkat dan duduk di meja makan sambil memijat kepalanya.


Beberapa menit Al menunggu, Queen bergabung di meja makan.


"Makanlah." Jawab Al yang melihat Queen dengan intens.


Sedangkan Queen hanya menganggukkan kepala dan langsung memilih makanan diatas meja yang telah tersedia untuk dinikmati olehnya.


"Kenapa kau melihatku dari tadi dengan tatapan ingin memakan ku saja? Makanlah makanan yang ada di hadapan mu daripada melihat ku seperti makanan yang siap untuk dilahap." Jawab Queen.


"Kenapa kau mengangis? Apakah aku melakukan kesalahan atau ada orang lain yang telah menyakiti mu?" tanya Al.

__ADS_1


"Kapan aku menangis?" tanya Queen.


"Jangan bohong, tadi saat mengantarkan kopi ke ruang kerja wajahmu itu sembab seperti orang yang baru selesai menangis." Jawab Al yang begitu detail melihat wajah Queen.


"Tidak, kau tidak menyakiti dan tidak ada yang menyakiti ku." Jawab Queen.


"Queen....." panggil Al dengan nada yang panjang di akhir huruf.


"Oke baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya." Jawab Queen meletakkan sendok lalu menatap Al dengan serius.


"Aku hanya mengingat sedikit kenangan tentang ayah Alex yang sering meminta kopi yang sama seperti yang kau inginkan tadi." Jawab Queen.


" Jadi bisa aku makan kembali?" tanya Queen yang kembali memegang sendok dan mulai menikmati makanan lagi.


"Jadi dia merindukan guru?" tanya Al dalam hati.


"Kau juga makanlah. Jangan melihat aku terus. Jadi tidak enak untuk makan." Jawab Queen.


"Baiklah." Jawab Al kepada Queen kemudian menikmati makanan.


Al lebih dahulu menyelesaikan makanannya dan merasa sudah kenyang. Melihat hal itu, Al kembali melihat Queen hingga Queen selesai makan.


"Aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan jejak Guru namun tidak ada sedikitpun petunjuk yang ada. Apakah kau memiliki sebuah petunjuk untuk menemukan guru Alex?" tanya Al.


"Kau mencari keberadaan guru dan tidak menemukannya?" tanya Queen.


"Iya. Joy sedang mencari keberadaan guru Alex dari setiap akomodasi transportasi yang berada di sekitar tempat tinggalmu. Tidak ada satu pun yang mengetahuinya. Bahkan tidak ada wajahnya sama sekali terlihat orang." Jawab Al.


"Topeng kulit Ayah itu ada banyak. Dan biasanya dia akan memakai salah satu koleksi nya. " Jawab Queen yang cukup lama setelah berpikir tentang pernyataan yang diberikan oleh Al.


"Topeng kulit?" tanya Al.


"Iya. Aku hampir melupakannya. Bukannya aku bisa melihat suatu petunjuk di ruang bawah tanah?" tanya Queen.


" Dimana ruang bawah tanah itu?" tanya Al.


"Tentu saja si ruang kamar ku." Jawab Queen.


"Kita akan mengecek bersama saat di sana. Tapi saat ini aku akan berusaha menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan." Jawab Al

__ADS_1


"Tentu." Jawab Queen.


__ADS_2