Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 151


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya gaes


Happy Reading 🔥🔥🔥


Suara ponsel Al berdering membuat keheningan menonton televisi bersama dengan Queen terpecahkan.


"Sam sudah siuman." Jawab Joy yang memberikan kabar kepada Al


"Baik. Aku ke sana langsung." Jawab Al kepada Joy.


"Kau mau kemana?" tanya Queen kepada Al.


"Sam sudah sadarkan diri. Jadi aku harus ke sana. " Jawab Al.


"Aku ikut." Jawab Queen.


"Tidak. Kau di sini saja dulu, istirahat." Jawab Al kepada Queen dengan berjalan ke dalam kamar untuk mengganti baju.


"Tidak. Aku ikut." Jawab Queen yang mengikuti alur masuk ke dalam kamar namun membalikan badannya.


"Maaf tidak sengaja." Jawab Queen yang melihat Al membuka pakaian.


"Huh. Pergilah ganti pakaian." Jawab Al ya sudah selesai memakai celana lalu pergi berjalan keluar kamar dengan memakai kaos.


"Baiklah." Jawab Queen yang masih menutup matanya. Al hanya tersenyum melihat Queen yang malu melihat dirinya berganti pakaian.


Queen berganti pakaian lalu keluar. Pergi bersama-sama dengan Al dengan pakai smart casual yang warnanya senada. Queen nyalakan celana berwarna hitam, kemeja putih, sepatu berwarna putih dan tas kecil berwarna hitam. Al memakai celana hitam kaos putih dan jas casual hitam serta sepatu putih.


Mereka pergi menggunakan akomodasi mobil untuk ke rumah sakit. Tiba di tempat, Queen dan Al yang memakai kacamata keluar dari mobil. Al memberikan kunci kepada satpam yang menjaga rumah sakit.


"Tuan," ucap satpam itu melihat Al yang keluar dari mobil.


"Ini pak." Jawab Al yang memberikan kunci mobil kepada lelaki penjaga yang disebut satpam itu untuk memparkirkan mobilnya.


"Ayo!" Jawab Al yang mengajak Queen masuk rumah sakit.

__ADS_1


Orang-orang di rumah sakit sedikit heran dengan kharisma yang di pancarkan oleh Al dan Queen yang begitu romantis terlihat karena menggunakan pakaian yang seperti pakaian couple padahal mereka tidak menggunakan pakaian itu.


"Kenapa mereka melihat kita sampai seperti itu?" tanya Queen yang menggumam saat masuk ke dalam lift.


"Karena kau cantik selalu jadi pusat perhatian orang yang melihat. " Jawab Al.


"Bukannya sebaliknya?" tanya Queen yang melihat bahwa semenjak ia bersama dengan Al, selalu saja menjadi pusat perhatian orang-orang yang melihat.


Mereka yang tadinya hanya dua orang di dalam lift, masuk orang lain membuat mereka diam tak melanjutkan percakapan tadi. Karena terlalu penuh Queen yang di pinggir ujung belakang di lindungi oleh Al agar tidak tersentuh dengan orang lain.


"Kalau tau gitu tadi naik lift pribadi saja." Jawab Al yang melihat terlalu banyak orang.


"Laki-laki ini, walaupun berjiwa bebas. Tapi tetap saja, tidak bisa di ajak seperti ini. Selalu mengomel sendiri ketika tidak nyaman." Jawab Queen dalam hati sambil melihat Al yang berhadapan dengannya. Sampai semua orang satu persatu keluar dari lift. Dan mereka tiba di lantai paling atas.


"Bagaimana situasinya?" tanya Al yang bersama dengan Queen masuk ke dalam kamar Sam. Joy duduk di samping tempat tidur Sam.


"Racun yang berada di dalam tubuh Sam telah hilang. Dan dia sudah baik -baik saja." Jawab Joy.


"Syukurlah kau tidak apa-apa Queen. Jika tidak akan sangat gawat menghadapi serigala hitam ini ketika mengamuk." Jawab Sam yang memegang kepalannya dengan lega melihat Queen ada di hadapannya.


"Aku baik-baik saja seperti yang kau lihat." Jawab Sam.


Sam memberikan kode kepada Al untuk membicarakan empat mata saja. Namun Al menolaknya.


"Tidak apa-apa katakan saja apa yang ingin kau katakan. Queen sudah aku beritahu semuanya." Jawab Al.


"Oh begitu." Jawab Sam.


" Aku menemukan sesuatu yang menarik ketika mengikuti Queen di camp. Kau lihat ini, ( Sam memberikan sebuah berkas). Aku juga sudah mengetahui situasi setelah aku tidak sadarkan diri. Aku juga sudah melihat berita yang di tayangkan tadi pagi." Jawab Sam.


"Ini?" tanya Al yang melihat berkas yang di berikan oleh Sam. Lalu Al memberikan berkas yang sudah di baca singkat olehnya kepada Queen.


"Jadi Eza adalah penembak jitu itu?" tanya Al yang bersama-sama dengan Queen.


"Aku tidak bisa berkata apakah itu dia atau kembaran. Hasil dari rambut yang kita temukan di lokasi penembak jitu itu dan juga informasi hasil DNA dari satuan pemerintahan bahwa hanya ada Ezi. Yang sudah kita dapatkan bahwa dia adalah orang yang telah menghianati negara. Si berhentikan oleh negara karena sebuah kesalahan ini sudah tidak bisa lagi dimaafkan." Jawab Sam.

__ADS_1


"Tapi, ketika kejadian itu berlangsung. Eza ada di tempat camp. Jadi bisa dikatakan bahwa itu Ezi bukan Eza. Hanya saja di dalam catatan, Ezi telah meninggal beberapa waktu setelah ia di keluarkan dari abdi negara." Jawab Sam.


"Tapi dengan adanya kejelasan dari mayat yang terbunuh dengan Eza yang masih hidup adalah sebuah bukti bahwa mereka adalah orang yang berbeda." Jawab Sam.


"Aku juga sudah menyelidikinya tadi malam tentang Eza dan Ezi. Tuan bisa melihatnya " Jawab Joy yang memberikan berkas lain tentang Eza dan Ezi.


"Jadi riwayat Eza sangat bagus. Tidak ada melanggar hukum sama sekali dan juga memiliki sifatnya baik di mata semua orang. Sedangkan Ezi di kenal sebaliknya." Jawab Al.


"Iya. Tapi ada hal yang membuatku jadi bingung. Apakah mereka bersama-sama melakukan suatu tindakan untuk mendapatkan keuntungan dan juga tidak ketahuan pihak mana pun?" tanya Sam.


"Apakah mereka berdua bekerjasama untuk melalui lawannya dengan kepribadian mereka masing-masing?" tanya Al.


"Aku juga berpikir seperti itu. Lihat apa yang aku dapatkan. Eza pernah melawan bos bullying yang ada di sekolah SMA. Namun banyak orang yang tidak menyangka itu karena Eza tidak pernah sama sekali belajar tentang Bella diri. Dan dia adalah murid berprestasi." jawab Joy


"Apakah kalian berfikir sama dengan ku?" tanya Al.


"Iya. Mereka berdua seperti hitam dan putih. Dan juga pelengkap yang kompak. Satu orang yang akan membuat sebuah rencana dan yang satu akan menjalankan rencana. Mereka berdua memiliki keahlian masing-masing." Jawab Al, Sam dan Joy.


"Maksud kalian bagaimana?" tanya Queen yang Andi bingung.


"Apakah kau mengenal Eza? Dan Ezi ya g menyerang mu?" tanya Al


"Iya." Jawab Queen.


"Saat Ezi menyerang mu, dimana Eza berada?" tanya Al.


"Seingat ku, Eza pergi bersama dengan tim ku masuk ke dalam hutan." Jawab Queen.


"Jadi bisa di katakan bahwa yang satu mengalikan perhatian orang lain yang satu beraksi pada tujuan." Jawab Al.


"Jadi seperti itu maksudnya." Jawab Queen yang sudah paham.


"Tapi aku berfikir mereka para mayat dan Eza tidak sederhana itu hubungannya. Apalagi aku menerima panggilan telepon dari masing-masing mayat itu. Suara sang penelepon masing-masing berbeda. Jadi bisa di pastikan mereka datang di perintahkan dengan orang yang berbeda." Jawab Al.


"Lalu yang menembak Queen kemarin bisa di pastikan bahwa itu adalah Ezi?" tanya Sam

__ADS_1


__ADS_2