Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 132


__ADS_3

Selamat Membaca Readers Tersayang 🔥🔥🔥


Jangan lupa like, komentar, vote and hadiah❤️


Terima kasih atas segala dukungannya❤️


Queen sudah memberikan pertolongan pertama terhadap luka Fiona.


"Hal ini dapat mengurangi rasa nyeri nantinya. Pertolongan pertama yang bisa di lakukan di dalam hutan." Jawab Queen.


"Terima kasih." Jawab Fiona kepada Queen.


"Tapi lebih baik kita harus kembali. Aku hanya khawatir terhadap luka yang ini " Jawab Queen


"Kenapa?" tanya Arya.


"Tanaman merambat yang berduri bermacam jenisnya hidup di dalam hutan liar. Ada tanaman berduri yang beracun dan ada yang tidak. Namun jika di biarkan mungkin saja akan Tetanus. Makannya aku hanya bisa melakukan hal ini." Jawab Queen.


"Benarkah?" tanya Fiona.


"Iya." Jawab Queen.


"Lebih baik kita kembali Fiona. Arya kau pergi saja menyusul mereka yang mungkin tidak jauh dari sini sambil memberikan kabar kepada mereka bahwa kami kembali ke arena camping." Jawab Fiona.


"Tidak mungkin aku meninggalkan kalian di sini. Bagaimana jika kalian tersesat?" tanya Arya.


"Aku menghafal jalannya. Percaya pada ku." Jawab Queen.


"Baiklah. Kalian hati-hati. Aku akan memberitahukan kepada pemandu kita, pak Eza. " Jawab Arya.


"Oke." Jawab Queen dan Fiona bersama-sama.


Arya nggak bisa dengan mereka di tempat itu. Queen dan Fiona kembali berjalan dengan pelan-pelan menelusuri jejak perumputan tinggi yang tadi di lewati oleh mereka.

__ADS_1


"Queen maaf jika membuat camping mu jadi berantakan karena aku tidak terlalu hati-hati tadi sehingga membuatku terluka." Jawab Fiona.


"Tenang saja, tentang hidup di hutan sudah menjadi tempatku sejak kecil. Seharusnya kau yang bersedih karena camping pertamamu tidak sesuai dengan rencana." Jawab Queen


"Hmmmmm, tapi bolehkah aku nanti untuk mengajakmu kembali camping di hutan?" Tanya Fiona yang merengek kepada Queen


"Tentu." Jawab Queen.


"Kau menyetujuinya dengan cepat." Jawab Fiona.


"Sudahlah yang penting sekarang kita kembali ke camping dengan cepat untuk mengobati lukamu dengan benar." Jawab Queen. Padahal Queen mendengar sebuah pertarungan yang berjarak jauh dari mereka.


"Kau mengkhawatirkan aku?" tanya Fiona.


"Ayo cepat kembali sebelum ada binatang buas." Jawab Queen yang mendengar sesuatu.


Fiona yang ketakutan mengikuti Queen dengan cepat. Mereka kembali ke samping dengan terburu-buru.


Sementara di tempat lain, Sam yang ternyata melindungi Queen dari kejauhan atas perintah Al.


Biel memerintahkan 3 orang untuk menculik Queen dan membunuhnya di dalam hutan. 3 orang itu sudah mengikuti sejak di kampus. Mereka menyamar menjadi seorang sopir yang mengendarai salah satu dari bus yang mereka tumpangi. Mereka yang sudah menyelesaikan tugasnya bergegas pergi ke dalam hutan dengan mengintai Queen.


Hingga ketika kejadian ular yang mendatangi Arya juga adalah ulah mereka. Mereka telah mengeluarkan beberapa jenis ular berbisa untuk mendekati Queen. Namun, seluruh ular tidak mengarah ke sana melainkan ke arah yang berbeda. Hanya ada satu ular yang tidak berasal dari mereka yang muncul.


Tapi setelah mereka melihat apa yang telah terjadi, mereka menyadari bahwa Queen tidak takut dengan ular. Dan mereka gagal.


Saat mereka ingin melakukan aksinya dengan menembakkan sebuah jarum bius dari kejauhan, mereka ketahuan oleh Sam. Saat ini Sam yang mengikuti Queen dan Fiona yang akan kembali ke Arena Camping. Saat itu, Sam ingin mendatangi mereka berdua agar mengobati Fiona ketika tiba di arena camping. Tapi saat ia melihat ke arah depan, Sam melihat 3 orang yang sedang mengintai Queen.


Sam berlari ke arah lain untuk mendekati mereka bertiga. Sam benar-benar mencurigai mereka bertiga akan melakukan sesuatu terhadap dan juga Fiona.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Sam dengan melemparkan batu kerikil ke arah pistol yang telah mengarah pada Queen. Karena saat itu Al sudah tidak sempat lagi untuk berlari kearah mereka karena berjarak sekitar 5 meter. Al mengambil sebuah batu yang berada di bawah kakinya lalu melemparkannya ke arah lelaki yang sedang menodongkan pistol di balik pohon. Batu kerikil itu telah menjatuhkan pistol yang telah di mengarah kepada Queen.


"Siapa yang menggangu?" tanya seorang yang memegang pistol itu karena terkejut pistolnya telah terlepas dari tangannya. Teman-temannya melihat ke arah asal dari batu yang telah mengenai pistol temannya.

__ADS_1


"Siapa kau?" tanya Mereka yang telah melihat berdiri 2 meter dari mereka.


"Kalian yang siapa? Mengapa menargetkan Queen dengan pistol itu.


"Bukan urusan mu." Jawabnya.


"Kau brengsek!" Jawab Sam yang tanpa basa-basi langsung menyerang mereka.


3 orang melawan sampai di dalam hutan. Sam tidak membawa senjata apapun karena dia terburu-buru untuk mengikuti koin ke dalam hutan. Sementara lawan yang menggunakan pistol dan juga senjata tajam lainnya.


Sam menghilangkan pisau yang mengarah kepadanya selalu dan juga telah mencampakan pistolnya dengan tendangan. Sam hampir kewalahan karena mereka memiliki ilmu beladiri yang setara dengan Sam.


"Mereka adalah orang yang terlatih. Aku tidak bisa menganggap mereka remeh." Jawab Sam dalam hati.


"Hebat juga kau?" ucap mereka bertiga yang juga kewalahan.


Mereka baru saja bertarung 5 sudah hampir habis tenaga. 3 orang dari mereka, seorang ya sudah tidak menggunakan senjata pistol karena telah melayang jauh dari mereka. Seorang menggunakan pisau lipat untuk menyerang Sam. Dan seorang menyerang Sam dengan tongkat yang runcing seperti obeng.


"Tentu saja, ku lihat kalian sejak tadi sudah mengikuti Queen?" tanya Sam.


"Apa urusan mu. Bukan lagi waktunya kita kebanyakkan bicara. Lebih baik kawan kami bertiga. Kau telah mengganggu tugas kami saja." Jawab salah seorang dari mereka. Dan mereka mulai menarik kain baju lengan mereka hingga siku.


Sam saat itu melihat sebuah tato yang tidak asing dari mereka. Sam mulai mencari ingatan dari tato yang dilihat olehnya itu.


"Jangan bilang kalian adalah kelompok Leone?" tanya Sam yang membuat mereka berhenti ketika ingin menyerang Sam.


"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya mereka


"Kakak itu tidak penting dia mengetahui tentang kita atau tidak yang terpenting saat ini adalah membunuh wanita itu sesuai dengan apa yang diminta oleh bos." Jawab salah satu dari mereka.


"Iya kakak, siapapun pria yang ada di hadapan kita ini. Dia harus mati di tangan kita hari ini walaupun dia sudah mengetahui tentang identitas kita. Dan bukankah kita memang harus membunuh seseorang yang telah mengetahui identitas kita?" tanya seseorang lagi.


"Kalian benar, ayo lakukan. Serang!" jawab pemimpin mereka.

__ADS_1


"Tebakan ku benar, apa mungkin mereka telah di perintahkan oleh Eldon, ayah Elena?" tanya Sam dalam hati.


__ADS_2