
"***Untuk membuat seorang wanita jatuh cinta sebenarnya mudah. Hanya saja butuh waktu, kesabaran, kasih sayang yang tulus, perlakuan yang baik dan mungkin itulah pengorbanan yang harus di lakukan untuk membuat hati wanita luluh***."
"Nomor?" tanya Al.
"Iya, nomor yang kemungkinan itu adalah nomor ayah Alex." Jawab Queen.
"Guru?" tanya Al yang berpura-pura namun juga ingin memastikan.
"Iya. Aku dengar bahwa ayah dan Mama....." Queen menceritakan dengan singkat.
"Aku mengerti. Jadi sayang juga sehati dengan ku? Tenang saja aku sudah memberikan hal ini untuk di selidiki oleh Joy. Saat ini aku belum mendapatkan hasilnya. Kita hanya perlu menunggu saja." Jawab Al kepada Queen.
"Apa-apaan jawaban mu itu?" tanya Queen dengan tersipu malu dengan wajah yang merona.
Al yang melihat hal itu hanya tersenyum dengan tipis. Queen yang berdiri di hadapannya di dalam lift yang tidak ada siapa-siapa di dalamnya.
"Ada yang salah dengan ucapan ku?" tanya Al dengan berpura-pura polos.
"Sudahlah jangan di bahas itu. Aku menunggu hasil penyelidikan itu. Tapi yang terpenting saat ini, jelaskan dengan jelas tentang organisasi pembunuh dunia itu dan juga apa yang sebenarnya kau katakan tadi." Jawab Queen.
Lift terbuka, mereka sudah berada di lantai 1. Queen dan Al keluar dari gedung. Saat itu, sepeda motor di parkiran di depan gedung. Bukan di tempat parkir bawah gedung.
"Kau kemari naik sepeda motor?" tanya Queen.
__ADS_1
"Tentu. Bukannya kau juga merindukan untuk menaiki sepeda motor. Bukannya ini adalah hal yang bagus?" tanya Al yang memberikan sebuah bungkus tas yang berisi jaket dan celana kulit berwarna hitam untuk menaiki sepeda motor.
"Ini?" tanya Queen yang menerima pemberian itu dan melihat isinya.
"Pergilah ke toilet untuk memakainya. Aku akan menunggu mu di sini." Jawab Al yang tersenyum berdiri di depan sepeda motornya.
"Pegang tas ku." Jawab Queen memberikan tas sandang miliknya kepada Al. Queen hanya membawa pakaian ganti yang di bawa oleh Al untuk berganti. Al menerima tas Queen.
"Sedikit demi sedikit aku pasti akan meluluhkan hati mu yang keras itu Queen. Jiwa dan fikiran mu yang sulit mempercayai orang lain juga. Aku akan memperlihatkan kepada mu bahwa aku benar-benar layak untuk mu." Jawab Al saya melihat Queen melangkah ke arah toilet.
"Ah benar-benar, awalnya aku hanya ingin berhutang Budi karena telah menyelamatkan nyawaku dan juga karena permintaan guru. Tapi tidak menyangka bahwa rasa itu berubah menjadi cinta yang teramat dalam. Aku tidak ingin membuat mu bersedih, tidak-tidak, lebih tepatnya kau adalah separuh dari jiwa ku. Jika kau bersedih maka hati ini terasa sakit, yang aku inginkan adalah mempertahankan kebahagiaan mu selama aku masih hidup." Jawab Al lagi-lagi dalam hati berbicara sendiri sambil mengikat rambut panjang yang sebahu itu.
Queen yang sudah selesai berganti pakaian ada di hadapannya Al.
"Boleh." Jawab Queen.
"Kita cari tempat yang bisa membicarakan hal tadi." Jawab Al.
"Oke. Aku menanti penjelasan mu." Jawab Queen dengan langsung menaiki sepeda motor dan memakai helm. Al juga memakai helm cadangan yang berada di gantungan belakang sepeda motor. Al duduk di belakang Queen pada sepeda motor dan mereka pergi dari mall dengan Queen yang menjadi pengendara sepeda motor.
"Al kau memang lelaki yang bisa aku andalkan. Selain semua yang sudah kau lakukan selama ini, lagi-lagi kali ini di saat aku sedang kesal oleh teman lama. Kau datang dengan memberikan aku penawaran seperti ini." Jawab Queen yang sedang menyetir sepeda motor. Al juga melingkarkan kedua tangannya pada tubuh Queen saat di belakang.
"Dia tidak menolak aku memeluknya seperti ini?" tanya Al yang tersenyum dan mulai merapatkan tubuhnya dari belakang sambil tersenyum di dalam helm hitam. Queen hanya diam saja selama di jalan raya.
__ADS_1
Hembusan angin malam, suara kendaraan dan segala hal yang masih terlihat jelas banyaknya aktifitas malam di jalan raya. Queen menikmati segala pemandangan itu dengan kecepatan yang cukup baik di kendalikan olehnya dalam membawa sepeda motor menelusuri jalan raya malam negara C.
Waktu setengah jam juga telah berlalu, Queen akhirnya memutuskan untuk berhenti, tepat di sebuah tebing dengan persimpangan jalan raya yang cukup baik kondisinya tidak mengganggu pengendara lain saat melewati area itu.
Mereka berhenti di sebuah tempat yang bisa melihat seluruh kota di malam hari di atas bukit. Jalan menuju arah pulang, Queen yang ketika pergi ke kota tadi sudah melihat dengan jelas posisi jalan-jalan seperti ini. Al yang turun dari sepeda motor di ikuti dengan Queen yang juga turun.
Al yang turun langsung berjalan mendekati batas jalan yang di pagar beton pada area itu agar tidak adanya longsor di kemudian hari. Al melihat lampu-lampu yang menyala di malam hari negara C kota A.
"Kapan kau menemukan tempat seperti ini yang bisa menikmati keindahan lampu kota dari atas sini?" tanya Al yang dengan membuka helmnya dan melihat pemandangan indah itu.
"Tentu saja saat kita menuju rumah mama dan juga saat aku tadi turun untuk ke kota." Jawab Queen dengan membuka helm.
"Kau mengingatnya dengan cepat dan mencari tempat yang benar-benar bagus." Jawab Al.
"Tentu saja. Tenang dengan kondisi satu dua pengendara yang lewat dan juga jauh dari jalan itu." Jawab Queen yang menoleh kebelakang. Tepi jalan itu memang di sediakan untuk pengendara yang lelah dalam perjalan untuk beristirahat sejenak. Seperti tempat beristirahat sebentar bagi pengendara.
Al dan Queen duduk di kursi yang telah dis sediakan di tempat itu.
"Organisasi pembunuh dunia adalah salah satu organisasi pembunuhan yang sangat besar, kuat dan sudah bersejarah. Tempat itu adalah pemberian jasa membunuh dengan bayaran mahal. Siapa pun orang yang di targetkan akan mati di bunuh oleh orang yang mengambil misi itu. Target bebas di tentukan asal pemberi misi memiliki uang dan juga kekuasaan untuk menjadi member pemberi perintah." Jelas Al langsung tanpa Queen yang mengingatkannya.
"Para pembunuh yang bekerja di dalam misi memiliki banyak tingkatan. Jadi semakin misi pembunuhan level SS maka yang berani maju adalah pembunuh tingkat SS juga. Dan sebaliknya. Dan biasanya yang memberi misi adalah orang-orang yang memiliki takut kekayaan, kekuasaan atau juga harga dirinya itu di ambil."
"Seperti pesaing hak ahli waris, pesaing bisnis dan sebagainya. Tergantung tujuan orang masing-masing. Yang terpenting website ini tidak seperti organisasi yang memiliki aturan tetap atau ada yang memimpin. Organisasi ini adalah organisasi bebas." Jawab Al dengan menjelaskan dengan singkat.
__ADS_1