Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 71


__ADS_3

Pelayan, penjaga, koki dan supir yang menjadi penghuni vila yang dikirimkan oleh Al untuk Queen dengan mudahnya membicarakan tentang Al kepada Queen tanpa mereka sadari.


"Iya, begitulah tuan Al. Dia bisa menjadi siapa saja. Sulit di kenali, di tebak dan juga mengerti."


"Hahahha. Aku setuju dengan ini. Entah apa yang sedang dipikirkan olehnya sehingga mau menikah denganku." Jawab Queen.


"Sebenarnya kami semua sangat penasaran tentang pertemuan nona Queen dengan tuan Al."


"Itu simpel. Al mengatakan pertemuan kami yang pertama saat aku menolongnya di hutan. Pertemuan kedua saat di pesawat dan pertemuan ke-3 di hotel dekat pantai miliknya." Jawab Queen.


"Lalu pertemuan ke 4 menikah." Jawab Queen menyambung lagi.


"Lebih detail ya?"


"Jika aku menceritakan semuanya aku akan terlambat." Jawab Queen.


"Maaf nona, kami telah mengganggu waktu anda."


"Hahahah, tenang saja jangan terlalu tegang. Mari berangkat." Jawab Queen dengan wajah yang datar namun tanpa di sadari Queen tadi tersenyum lepas.


Queen berangkat ke kampus dengan sopir yang sudah disiapkan oleh Al. Dan para pelayan, koki dan yang lainnya mengantarkan Queen masuk ke mobil hingga pergi meninggalkan villa.


"Apakah kalian berfikir hal yang sama?"


"Iya. Sepertinya kita mendapatkan nyoya Al yang baik."


"Aku kira nona Queen sangat sulit untuk di dekati. Tapi ternyata dia baik. Wajah tanpa ekspresi itu menyembunyikan kebaikan hatinya yang sebenarnya. Kalian lihat tadi dia tersenyum dengan kita ketika membicarakan tuan Al?"


"Ia aku juga melihat ya. Aku berharap mereka akan bahagia selamanya."


"Aku juga begitu. Berharap tuan Al akan mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya."


"Aku juga demikian."

__ADS_1


Queen yang baru saja sampai di depan gerbang kampus memerintahkan supir berhenti. Queen tidak ingin mobil masuk ke dalam kampus untuk mengantar dirinya. Cukup sampai depan gerbang saja. Queen keluar dari mobil dan berjalan dari depan gerbang kampus.


Queen yang baru saja melangkahkan kakinya di atas teras lorong bangunan menuju ke kelas terlihat oleh Al yang sedang berbicara dengan dekan di depan ruang dosen.


"Dia tidak mau di antar hingga masuk ke kampus?" tanya Al dalam hati melihat Queen yang berjalan.


"Jadi bagaimana pak? Apakah bisa ikut dengan acara malam keakraban untuk mahasiswa/mahasiswi baru yang akan di adakan Minggu depan?" tanya Dekan


"Saya usahakan Pak." Jawab Al.


"Baiklah. Saya tunggu konfirmasi bapak untuk mengikuti kegiatan ini." Jawab Dekan.


Setelah itu, mereka berpisah. Dekan masuk kedalam kantornya dan Al masuk ke dalam ruang dosen.


Queen yang sudah masuk ke dalam ruang kelas. Dan tidak beberapa lama, Grace datang untuk masuk ke kelas Queen untuk memaparkan materi yang di bawa olehnya pada hari ini.


Mereka melaksanakan pembelajaran seperti biasanya dengan pemaparan materi dan sedikit diskusi antara dosen dan mahasiswa. Setelah Grace menyampaikan materi pembelajaran, ia mengumumkan sesuatu.


"Oh ya, sebelum mengakhiri pertemuan kita hari ini. Aku memberikan sedikit pengumuman untuk kalian." Ucap Grace.


"Kalian pasti pernah mendengar dari senior bahwa ada malam keakraban untuk mahasiswa mahasiswi baru setelah kegiatan ujian tengah semester." Jawab Grace.


"Jadi itu benar Bu?"


"Tentu, persiapan diri kalian menghadapi ujian pada minggu ini karena setelah itu jurusan kita akan mengadakan malam keakraban yang akan di adakan di alam terbuka. Mungkin di sungai di tengah hutan seperti tahun yang lalu. Atau di hutan perbatasan Negara Boyalia dengan negara A. Kalian mungkin pernah dengar hotel Alaric yang di dekat situ, mungkin kita akan kesana karena pemandangan pantai di daerah sana sangat bagus." Jawab Grace.


"Horeeeeee. Benarkah itu Bu?"


"Tentu saja. Kalian semangat belajar ya. Lakukanlah yang terbaik untuk mendapatkan nilai yang bagus pada ujian pertama ini dan menikmati lah masa liburan setelahnya. Saya menanti kalian." Jawab Grace sebelum meninggalkan kelas mereka.


"Queen kau akan ikut kan?" tanya Fiona.


"Entahlah." Jawab Queen.

__ADS_1


"Aku sudah berjanji jika waktu Weekend akan berada di villa bersama dengan Al. Apakah dia akan mengizinkan ya?" tanya Queen dalam hati.


"Ayolah ikut. Aku tidak pernah berkemah dengan teman-teman sekolah di waktu dulu karena ayah dan ibu tidak pernah memberikan izin itu." Jawab Fiona.


"Lalu apa bedanya dengan sekarang?" tanya Queen.


"Mungkin akan di izinkan." Jawab Fiona


"Kenapa berfikir seperti itu?" tanya Queen yang memasukkan buku dan alat tulis nya ke dalam tas.


"Mungkin jika pergi bersama denganmu Aku akan diberikan izin oleh ayah dan ibu. Di tambah jika camping kali ini memang dekat dengan hotel Alaric, bukankah Kakak Sam CEO Hotel itu sehingga aku dapat pergi bertemu dengannya di sana. Ayah dan Ibu juga tidak akan berfikir panjang. Mereka akan memberikan izin karena ada Kakak Sam yang menjaga ku." Jawab Fiona.


"Ini perempuan sampai segitunya berfikir untuk bisa menikmati camping." Jawab Queen dalam hati.


"Bukankah itu mudah, kalau aku juga tidak ikut Kau tetap akan bisa pergi menikmati camping karena sudah memiliki Sam yang akan menjagamu."Jawab Queen.


"Tapi jika kau tidak ikut aku akan kesepian. Jadi ayolah Queen, kau satu-satunya teman ku di kelas ini dan kampus ini. Jika kau tidak ikut, aku tidak akan ikut juga. Percuma juga jika aku ikut Kau tidak ikut maka aku tidak akan memiliki teman ketika acara camping berlangsung." Jawab Fiona kepada Queen.


"Akan aku difikirkan." Jawab Queen.


"Ini kesempatan bagus untuk melakukan aksi balas dendam kepada Queen dalam momen acara camping malam keakraban ini." Jawab Elena dalam hati yang melihat Queen dan Fiona yang sedang mengobrol asik satu sama lain.


Elena yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka berdua langsung membuat rencana.


"Aku harus membuat dia untuk ikut acara ini." Jawab Elena dalam hati.


Elena yang sudah mendapatkan ide langsung berdiri dan membuat semua orang untuk mendengarkannya.


"Hallo semuanya, bisa aku berbicara?" tanya Elena


"Ada apa Elena?" tanya Yosi


"Kalian juga pasti sudah mengetahui bahwa acara camping malam keakraban mahasiswa-mahasiswi baru ini adalah sebuah keharusan yang harus dihadiri setiap orang karena dalam acara tersebut kita akan mengenal satu sama lain dan juga akan kedatangan para senior dan alumni dari jurusan kita. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk bisa dekat dengan senior. Kalian mengerti maksud ku kan?" tanya Elena.

__ADS_1


"Kau benar, hal ini bisa membantu kita untuk mendapatkan bantuan dari senior ketika ada tugas dari dosen. Dan aku juga mendengar bahwa ada sebuah matakuliah yang mengharuskan kita berkolaborasi dengan senior."


"Yah seperti itu. Jika kita tidak mendapatkan relasi dari senior akan sangat merugikan diri sendiri di masa depan." Jawab Elena.


__ADS_2