Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 187


__ADS_3

"Hahahaha, mama benar-benar tidak mengetahui siapa Al ?" tanya Queen kemudian Stella menggelengkan kepalanya.


"Intinya mama punya menantu yang luar biasa. Hahahah." Jawab Queen.


"Lalu yang membuat mu memutuskan Al adalah pilihan yang tepat? Bukankah semakin menariknya seorang lelaki maka ia juga akan dengan mudahnya di cintai banyak orang dan mudah untuk bercinta dengan orang yang merelakan dirinya di hadapan pujaan hatinya?" tanya Stella yang khawatir bahwa Al memiliki banyak wanita di luar sana.


"Mama takut bahwa Al memiliki banyak wanita?" tanya Queen.


"Begitulah. Apalagi wanita sekarang tidak memikirkan secara normal dan matang. Wanita kebanyakan tertarik dengan harta yang d miliki lelaki, ketampanan lelaki dan kedudukan lelaki itu." Jawab Stella.


"Mama tenang saja. Salah satu alasan Al tidak banyak di kenal orang adalah karena dia menghindari kontak sosial dengan wanita." Jawab Queen.


"Maksud ya bagaimana? Bukankah banyak orang yang mengenal Al tapi kenapa bilang ia tidak banyak di kenal orang?" tanya Stella yang tidak paham dengan pernyataan yang diberikan oleh Queen.


"Begini, mama pernah dengar tentang nama seseorang tapi tidak pernah mengetahui wajah seorang itu? Hanya mengenal tentang namanya saja yang hebat?" tanya Queen.


"Iya." Jawab Stella.


"Al seperti itu. Beberapa petinggi mengenal nama Al tapi tidak mengenal wajah aslinya. Karena Al selalu bertemu seseorang dengan menggunakan topeng serigala ya. Tapi lebih tepatnya ya adalah Al itu misterius bagi kebanyakan orang. Hanya orang-orang tertentu yang mengetahui wajah aslinya." Jawab Queen.


"Jadi bagaimana kau mengetahui tentang Al?" tanya Stella yang penasaran.


"Karena Al mengatakannya sendiri. Awalnya aku kira dia hanya berbohong. Namun setelah banyak hal yang terjadi dan saat aku bertemu dengan orang-orang kepercayaannya aku mengetahui dengan jelas." Jawab Queen kepada Stella.


"Jadi singkat ya Al mengatakan dan membuktikan semuanya?" tanya Stella.


"Iya ma." Jawab Queen.


"Mama jangan khawatir tentang aku. Aku bukanlah Queen yang lemah lembut di masa lalu tapi aku adalah Queen yang harus mencari tahu tentang kebenaran di masa lalu." Jawab Queen.

__ADS_1


"Tapi aku melihat kau sudah berubah banyak Queen." Jawab Stella dalam hati melihat wajah Queen.


"Mama tidak bisa melarang mu atas pilihan mu. Hanya saja mama khawatir jika anak mama salah pilih lelaki. Di tambah lagi tentang orang yang tidak di ketahui itu. Orang yang telah membunuh kedua orangtua mu bahkan yang ingin membunuh mu sekarang. Hingga detik ini mama dan Ayah hanya bisa kabur dari kenyataan. Jika bukan karena lelaki itu mungkin saja mama dan ayah tidak bisa melindungi mu dan melindungi dirimu." Jawab Stella.


"Maksud ibu dengan lelaki?" tanya Queen.


"Masih ingat dengan cerita Ayah yang membawa mu pergi dari suster itu?" tanya Stella.


"Iya. Saat suster itu di tabrak pada saat deras hujan menguyur jalanan. Di saat itu juga lelaki yang tidak kami kenal memerintahkan kami untuk pergi membawa mu jauh dari kota Boyalia. Menghilang tanpa jejak. Dan saat kami melarikan diri kemarin di jalan Tol. Lelaki itu kembali lagi menolong kami untuk melarikan diri." Jawab Stella yang bercerita tentang kejadian saat dia dan Bram di tolong di jalan Tol dengan menukar mobil mereka.


"Apa mama bilang? Lelaki itu menolong nama beberapa waktu yang lalu untuk melarikan diri?" tanya Queen.


"Iya." Jawab Stella.


"Bisakah mama menceritakan dengan detail tentang hal itu?" tanya Queen.


" Lelaki itu tiba-tiba menelpon kami yang sedang berada di jalan tol. Ia mengatakan bahwa kami sedang di ikuti oleh beberapa orang. Sehingga di tengah jalan tol kami bertukar dengan mobil lain dan orang lain. Dia sudah menyiapkan hal itu. Dan saat kami ingin mengucapkan terimakasih kami tidak dapat menghubungi nomornya kembali." Jawab Stella.


"Tidak ada. Itu di ponsel ayah mu. Coba tanyak Ayah tentang hal itu." Jawab Stella.


"Oh begitu." Jawab Queen.


"Mungkinkah itu adalah ayah Alex?" tanya Queen dalam hati.


"Kenapa Queen?" tanya Stella.


"Iya Ma." Jawab Queen yang sadar dari lamunannya.


"Kenapa bertanya tentang nomor lelaki itu?" tanya Stella.

__ADS_1


"Aku hanya ingin menelusuri bahwa dia sebenarnya musuh atau tidak. Jika tidak mengapa dia selalu membantu mama dan Ayah. Jika dia musuh kenapa dia menolong ayah dan Mama hingga saat ini." Jawab Queen.


"Benar juga apa yang kau katakan Queen. Dan setelah sekian lamanya mengapa dia baru muncul. Apakah dia sebenarnya sudah memantau kami selalu? atau melindungi kami secara diam-diam?" tanya Stella.


"Aku akan bertanya dengan Ayah tentang nomor telepon itu. Dan kita akan mendapatkan jawaban ya." Jawab Queen.


"Oke. Tapi siapa yang akan menelusuri ya? Bukankah itu sangat sulit?" tanya Stella.


"Mama lupa punya menantu yang bisa di andalkan?" tanya Queen.


"Mama tenang saja. Semua ya bisa di cari tahu jika memang ada petunjuk ya." Jawab Queen lagi.


"Tapi yang terpenting untuk saat ini, dia tidak pernah mencelakai mama dan ayah sejak pertama kali dia menolong ayah hingga saat ini. Jadi di pastikan dia bukan musuh. Yang sekarang harus di perhatikan adalah siapa yang mencari keberadaan ayah dan Mama. Dan siapa yang ingin membunuh ku. Apakah mereka orang yang sama atau tidak?" Queen yang memberikan pernyataan sinopsis menurutnya.


"Benar juga. Dengan apa yang Queen cerita sampai saat ini, mama jadi mulai menyukainya Al 70%." Jawab Stella.


"70%?" tanya Queen.


"Yah, karena 30% lagi mama akan melihatnya seumur hidup mama. Untuk saat ini Al sudah mendapatkan lampu hijau. Dari sifat dan perilaku ia beberapa hari ini cukup baik dan mendengarkan cerita langsung dari Queen secara detail maka bertambah persentasenya 70%." Jawab Stella.


"Hahahha. Ternyata mendapatkan kepercayaan dari mama sangat sulit?" tanya Queen dengan berjalan ke arah Stella lalu memeluknya dengan manja dari belakang Stella.


"Tentu saja. Mama hanya memiliki satu anak. Jadi harus di jaga dengan baik dan harus di perhatikan dengan ekstra." Jawab Stella kepada Queen dengan memegang tangan Queen yang melingkar ke bahu lehernya. Queen tersenyum dan berjalan ke depan Stella. Begitu juga dengan Stella berdiri dan memeluk Queen.


Kasih sayang yang di berikan dan di tunjukan oleh Stella benar-benar seperti seorang ibu kandung untuk Queen.


"Inikah rasa kasih sayang ibu itu? Hangat sekali dan aku sangat bahagia." Jawab Queen dalam hati saat memeluk Stella.


"Kenapa hati ini mengatakan bahwa Queen sudah berubah?" tanya Stella dalam hati saat memeluk Queen.

__ADS_1


"Jadi inilah alasan Sella menyerahkan identitas ya kepada ku?" tanya Queen yang menyaksikan kasih sayang Stella yang begitu tulus untuk anaknya.


__ADS_2