
"Siapa sebenarnya yang menelpon aku dengan menggunakan nomor yang di rahasiakan dan juga suara yang di samarkan?" tanya polisi itu dalam hati. Kemudian polisi yang lain memberikan kode untuk terus berbicara kepada Al. Agar mereka dapat melacaknya. Namun belum saja di lacak, Al sudah menutup telepon.
"Jadi bagaimana Pak?" tanya Anggota kepada ketua melihat apa yang harus mereka lakukan sudah tidak ada lagi.
"Mau bagaimana lagi. Kita mendapatkan telponan anonim lalu mempercayai ya. Mendapatkan ini semua tapi tidak sadar sedang di manfaatkan olehnya untuk mengehentikan sebuah rencana orang untuk melakukan penyeludupan narkotika."
"Tapi setidaknya kita menghentikan rencana tidak baik seseorang. Dan juga seperti yang kalian dengar bahwa dia melakukan itu untuk tanah air ya. Tanah air kita juga, bukankah kita sudah menyelesaikan tugas kita untuk melindungi tanah air kita juga?"
"Apa yang kita dapat hari ini maka itu yang akan kita laporkan apa adanya. Tapi tidak dengan cerita adanya bantuan dari telepon anonim. Apa kalian mengerti?" tanya ketua tim polisi penyelidikan itu.
"Siap pak! Kami mengerti." Ucap mereka dengan tegas.
Mereka yang sudah mendapatkan apa yang mereka dapatkan, keluar dari ruangan yang mereka pakai di bandara. Mereka kembali ke kantor dan segera membuat laporan kepada atasan pusat.
Al yang sedang berada di kebun anggur menutup layar ponselnya setelah menelpon polisi itu. Al berjalan menelusuri kebun untuk membantu Bram memanen anggur yang sudah bisa di petik.
"Ayah, bisa aku membantu mu?" tanya Al yang tiba-tiba bertanya kepada Bram yang sedang memetik anggur.
"Al?" tanya Bram yang mendengar suara Al dari belakang segera menoleh.
"Kamu istirahat saja, kalian baru saja tiba. Seharusnya istirahat dulu untuk memulihkan diri." Jawab Bram.
"Tidak perlu Ayah. Aku masih bisa membantu mu." Jawab Al yang menggulung lengan kemeja panjang yang berwarna Dongker.
__ADS_1
"Mendominasi sudah menjadi sifat mu sehingga aku tidak bisa melarangnya. Jika itu memang keinginan mu bawa saja itu. Biarkan Ayah yang akan memetiknya. Kau dorong gerobak itu dan ikuti aku." Jawab Bram yang menunjukkan gerobak dorong kayu yang menjadi tempat anggur yang telah di petik.
"Oke." Jawab Al yang mulai mendorong.
Mereka bercerita banyak hal, Bram lebih banyak bercerita bagaimana Queen kecil hingga besar saat ini. Al mendengarkan dengan sangat senang.
"Jadi inilah alasan kuat Queen untuk tetap menjadi kembarannya yang telah meninggal di pesawat itu?" tanya Al dalam hati mendengarkan cerita Bram.
"Baguslah, Queen mendapatkan sosok orangtua yang benar-benar menyayangi dia sepenuh hati." Jawab Al.
"Kau salah Al. Kami yang beruntung mendapatkan dia. Kehidupan kami yang begitu gelap gulita tanpa harapan menjadi ada harapan dan cahaya karena kehadiran ya." Jawab Bram.
Mereka terus bercerita hingga isi anggur di gerobak menjadi penuh. Al yang mulai susah mendorong gerobak itu. Karena di perkirakan berat dari isi gerobak itu adalah 100 kilogram anggur.
"Kau sudah memulai lelah, biar ayah bantu." Jawab Bram.
"Tentu saja tidak. Paling banyak ayah akan mendorong isi ya setengah gerobak. Ayah hanya ingin mengetes kamu. Apakah punya kekuatan yang benar-benar besar seperti yang di rumorkan." Jawab Bram yang tertawa tipis.
"Hahahah, jadi aku masih di uji juga?" tanya Al.
"Hahahah, tentu. Tapi sudah masuk katagori. Jika aku memiliki calon menantu seperti ini aku bisa mendapatkan pekerja gratis yang membantu aku." Jawab Bram tertawa.
"Soal itu, aku bisa mengirim pekerja gratis tambahan untuk ayah." Jawab Al.
__ADS_1
"Kalau itu aku juga tidak heran. Hanya saja untuk kebun di sini tidak bisa di olah orang lain. Sejak zaman dulu keluarga keturunan Stella tidak pernah kebun ini di urus oleh orang lain selain dari keturunan mereka sendiri atau menantu dari keluarga mereka sendiri. Berbeda dengan kebun-kebun yang ada ada di luar dari area ini." Jawab Bram.
"Hahah seperti yang sudah di rumorkan." Jawab Al.
"Kau juga menyelidiki kami?" tanya Bram terkejut. Mereka bercerita sambil mendorong gerobak dari kebun hingga ke gudang pengolahan.
"Tentu saja. Aku tidak mungkin menghadapi kalian tanpa persiapan. Jika dalam kalimat peperangan itu, tanpa mempersiapkan amunisi sama aja bunuh diri. Maka tanpa informasi apapun pada keluarga istri mu maka kamu tidak pantas untuk ya. Karena menikah bukan tentang aku mencintai satu orang saja, satu sosok saja, satu jiwa saja tapi tentang segala sesuatu yang ada kaitannya dengan jiwa yang aku cintai." Jawab Al dengan jelas.
"Sama halnya dengan kalian. Karena kalian adalah salah satu orang yang paling penting dalam hidup Queen. Aku juga harus menjadikan kalian penting dalam hidup ku. Untuk mendapatkan kepercayaan kedua orangtua tidak semuda mendapatkan kepercayaan orang lain dalam status apapun." Jawab Al lagi dan Bram hanya mendengarkan saja sambil menyaring perkataan Al.
"Apalagi seorang ayah. Ayah adalah cinta pertama seorang Putri ya, ayah juga yang selalu memberikan yang terbaik untuk putri ya. Laki-laki pertama dan akan selamanya menjadi penyokong putrinya. Begitu juga dengan ibunya adalah seorang yang mencintai dan mengajarkan cinta kepada anaknya. Orangtua yang tidak akan pernah bisa di pisahkan kaitannya dengan seorang anak." Jawab Al lagi.
"Dan lagi kalian juga menjadi orangtua yang selalu di dambakan oleh anak-anak di dunia ini, termasuk aku. Walaupun aku tidak mendapatkan kasih sayang yang sama atau sedikit saja sama seperti Queen. Namun setidaknya aku harus memahami hal itu." Jawab Al.
"Hahaha, kenapa aku harus berkata banyak kepada Ayah. Intinya aku hanya ingin mengetahui kalian karena kalian adalah orang yang di cintai oleh Queen. Dan juga aku ingin kalian menerima aku sebagai bagian dari keluarga kalian juga." Jawab Al yang tertawa.
"Jadi benar tentang rumor yang beredar itu?" tanya Bram.
"Rumor yang mengatakan bahwa aku tidak memiliki kedua orangtua sejak kecil dan juga menjadi anak jalanan kemudian mampu menjadi seorang bos di Negara Boyalia. Setelah menaklukan sebuah geng besar yang berada di Boyalia?" tanya Al yang sering di dengar olehnya dari banyak orang selama ini. Yah, selama dia berkeliling menyamar menjadi banyak peran yang di inginkan oleh ya.
"Hahahah, kau mengetahui dengan begitu jelasnya?" tanya Bram.
"Begitulah. Hal itu sudah menjadi cerita yang aku dengar dari banyak orang." Jawab Al.
__ADS_1
"Hahahaha. Dan aku menjadi salah satu orang yang mendengarkan dan menyebar hal itu ." Jawab Bram.
"Hahahah, mungkin Ayah. Tapi tidak apa-apa juga. Karena apa yang mereka katakan itu benar juga. Hanya saja tidak ada orang yang dengan cepat menemukan aku. Karena aku dengan mudahnya untuk menyamar." Jawab Al