Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 48


__ADS_3

Queen yang sudah membaringkan dirinya untuk istirahat di dalam kamar yang sama dengan Fiona. Queen melihat Fiona yang sudah tertidur dengan lelap di sampingnya.


"Kenapa tidak bisa tidur?" tanya Queen duduk diatas tempat tidur.


Queen menurunkan kedua kakinya ke lantai dan berjalan ke arah belakon kamar. Queen melihat suasana pantai yang terbentang luas terlihat dari atas kamar hotel.


"Angin pantai yang cukup sejuk untuk di rindukan. Lebih baik aku keluar berjalan-jalan sebentar." Jawab Queen yang berpikir untuk keluar dari kamar dan sebentar berjalan di pinggir pantai.


Queen masuk kembali ke kamar dan berjalan keluar kamar hotel. Malam yang cukup begitu sunyi karena hanya ada berapa karyawan hotel yang berjaga di resepsionis dan penjaga di depan hotel. Sudah tidak ada pengunjung Hotel atau penginap yang berada di luar hotel.


Suara ombak yang begitu kuat di malam yang sunyi. Queen menghirup udara malam di pantai. Queen meletakkan sendalnya di pasir pantai kalau berjalan maju ke arah ombak. Queen berjalan di tepi pantai dengan tidak menggunakan sendal sambil bermain dengan ombak yang sedang menyapu pinggiran pantai.


"Benar-benar rindu suasana seperti ini." Jawab Queen dalam hati.


Queen terus berjalan dengan kaki yang dibasahi oleh air ombak yang di tepi pantai. Queen menikmati kesendirian malam di tepi pantai. Mengambil beberapa kulit kerang yang ada di tepi pantai lalu membuangnya kembali ke dalam air.


Dari kejauhan, Al melihat seorang wanita yang sedang sendiri di tepi pantai. Al melihat bahwa wanita itu adalah Queen. Al jalan meminta ginseng dan selimut kepada karyawan yang berada di situ. Setelah mendapatkannya, ia berjalan menghampiri Queen.


Saat itu, Queen sudah duduk di pasir di samping semua yang ia letakkan tadi. Queen menatap luasnya lautan di tepi pantai.


"Terasa dingin." Jawab Queen dengan mengelus kedua bahunya dengan menggunakan tangan.


Al datang dengan memakaikan selimut yang dibawanya tadi ke tubuh Queen. Queen yang tersadar bahwa ada selimut yang sedang melingkar di tubuhnya. Queen menoleh ke arah sosok yang berada di samping kanannya dan akan duduk.


"Pakailah, udaranya dingin." Jawab Al yang duduk di samping Queen.


"Tidak bisa tidur?" tanya Queen.


"Begitulah. Mau secangkir ginseng hangat?" tanya Al yang menawarkan satu cup cangkir ginseng dari tangan kanannya.


Queen menerima itu lalu membenarkan selimut yang ada di tubuhnya.

__ADS_1


"Untuk sejenak melupakan beban pikiran terkadang menatap hamparan laut di tepi pantai adalah salah satu cara terbaik untuk santai sejenak menikmati hidup. Seperti masalah yang sedang dipikirkan telah hanyut bersama ombak." Ucap Al membuka pembicaraan dan menyeruput secangkir ginseng hangat di tangannya.


"Ternyata kau juga memiliki hal itu." Jawab Queen yang juga ikut menyeruput secangkir ginseng hangat yang di terima olehnya.


"Dan terkadang ingin berbicara kepada seseorang untuk melegakan apa yang dirasakan. Tidak perlu melakukan apapun hanya sekedar mendengarkan apa yang sedang ingin di keluhkan." Jawab Al.


"Tapi terkadang bercerita kepada manusia akan mengecewakan." Jawab Queen.


"Maka carilah seseorang yang bisa mengerti apa yang kita rasakan. Lebih tepatnya tanpa kita bercerita dia akan bertanya lebih apa kita sedang baik-baik saja?" Al yang membalas percakapan Queen.


"Hmmm, mungkin." Jawab Queen.


"Jadi, bagaimana dengan tawaran ku kemarin? Apakah sudah di fikirkan atau sama sekali tidak di fikirkan?" tanya Al yang menoleh ke sebelah kiri untuk melihat wajah Queen.


"Tawaran?" tanya Queen yang juga menolehkan wajahnya ke arah kanan sambil memikirkan apa yang dimaksud oleh Al.


"Ternyata benar, tidak di fikirkan sama sekali." Jawab Al yang memalingkan wajahnya ke depan lagi.


"Baiklah. Sepertinya memang sudah tidak ada lagi harapan untuk berjuang mendapatkan mu. Karena sudah seperti itu, aku berhenti memaksa." Jawab Al yang ingin berdiri dari posisi duduk ya.


"Maksud mu tentang tawaran menikah dengan mu?" tanya Queen yang menghentikan Al untuk berdiri. Al kembali duduk di atas pasir.


"Ia. Aku akan berhenti berjuang untuk mendapatkanmu jika pada akhirnya kau tidak akan pernah memberikan ku kesempatan. Seperti sebuah kalimat yang pernah aku baca bahwa berhentilah berjuang jika ia tidak akan pernah untuk memilih mu." Jawab Al.


"Aku persingkat saja. Pertama, aku tidak mengetahui apa itu cinta bahkan sebuah pernikahan. Ke dua, bukankah sangat aneh jika kau ingin menikahi ku secara tiba-tiba?" tanya Queen.


"Tidak mengetahui bukan berarti tidak ingin tahu. Untuk memilih pasangan hidup tidak menikah jika memang hati sudah menetapkan." Jawab Al.


"Jika alasannya aku menyelamatkan mu waktu itu, apakah semua orang yang menyelamatkan mu akan di jadikan seorang istri mu?" tanya Queen.


"Tidak, karena orang itu bukan kau." Jawab Al.

__ADS_1


"Kenapa harus aku?" tanya Queen.


"Jika ditanya alasannya aku juga bingung harus menjelaskan seperti apa. Lebih tepatnya hati sudah menetapkannya bahwa aku memilih mu menjadi pasangan seumur hidup dan satu-satunya wanita yang mampu untuk menjadi istri ku." Jawab Al.


"Kau benar-benar aneh Al. Melihat identitas misterius mu dan wajah tampan, ada banyak wanita yang berbaris untuk menjadi istri mu bahkan jika hanya untuk di jadikan mainanmu saja. Lantas kenapa harus memilih aku yang asal usulnya tidak jelas?" tanya Queen.


"Kau bilang aku tampan?" tanya Al yang menolehkan ke kiri melihat wajah Queen yang melihat ke depan.


"Iya." Jawab Queen.


"Bukankah itu sudah cukup untuk menjadi alasan mu tidak menolak ku?" tanya Al.


"Kau yakin untuk memilih ku?" tanya Queen.


"Sangat yakin." Jawab Al.


"Kau yakin akan selalu kepercayai apapun yang akan aku lakukan?" tanya Queen.


"Ketika aku mencintai seseorang aku akan mempercayai orang itu sepenuhnya." Jawab Al.


"Aku akan belajar memahami dunia mu, begitu pula aku. Aku berharap kau juga mampu memahami dunia ku." Jawab Al lagi.


"Berikan alasan logis yang paling kuat untuk membuatku memberikan kesempatan untuk mu?" tanya Queen.


"Baik." Jawab Al yang mengubah posisinya menjadi menghadap ke sebelah kiri.


"Berganti posisi dan lihat aku." Jawab Al yang menatap Queen. Queen mengikuti kemauan Al.


"Beri aku waktu 10 menit, cukup dengarkan apa yang akan aku ceritakan." Jawab Al.


"Mengerti?" tanya Al lagi. Queen menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Dulu, aku juga pernah hampir mati karena orangtua ku yang penjudi dan pelacur. Karena ulah mereka, mereka di bunuh oleh beberapa orang yang karena tidak dapat membayar tagihan itu. Bahkan mayat mereka di bawa mereka untuk mengambil semua organ-organ yang bisa melunasi hutang mereka. Saat itu aku tidak bisa bersuara bahkan tidak dapat menangis semua itu. Aku hanya di bawah tempat tidur melihat semuanya." Jawab Al yang bercerita masa lalu.


__ADS_2