
"Tuan, tadi Nona Queen bertanya tentang tuan," ucap Xi pada awalan kalimat yang dilontarkan olehnya melalui telepon selalu terhenti karena Al memotongnya.
"Tunggu dulu, ulangi sekali lagi dan jelaskan semua." Jawab Al yang memotong pembicaraan yang akan dijelaskan oleh Xi. Al menghentikan kegiatannya dengan meletakkan pulpennya dan mengambil ponselnya yang berada di samping.
Al berjalan ke arah jendela ruangan kantornya untuk melihat pemandangan gedung-gedung kota yang berjajar dari jendela gedung perusahaan. Xi menjelaskan kepada Al dengan detail tentang apa yang dipertanyakan oleh Queen dari dirinya.
Al yang mendengarkan cerita dari Xi menampilkan wajah yang senyum-senyum sendiri dengan bahagia. Al menjadi salah tingkah mendengar penjelasan dari Xi.
"Itulah yang ingin aku laporkan tuan." Jawab Xi pada akhir kalimat setelah menjelaskan semua kepada Al.
"Oke. Terimakasih." Jawab Al yang mematikan ponselnya.
Al berjalan kembali untuk duduk di meja kerjanya dan mengerjakan pekerjaan yang belum selesai sambil berfikir apa yang harus dilakukan olehnya untuk menyenangkan Queen. Dan Anggun yang mengetuk pintu ruangan Al.
"Masuk!" perintah Al menjawab ketukan pintu.
"Tuan ini satu tumpuk berkas lagi yang harus diperiksa oleh Anda sebelum ditandatangani." Jawab Anggun yang membawa sebuah tumpukan file lalu meletakkannya di atas meja Al. Al hanya diam seperti biasanya. Anggun yang sudah meletakkan berkas yang baru saja dibawa olehnya di atas meja, lalu mengambil berkas yang sudah diperiksa dan ditandatangani oleh Al.
"Apa yang harus dilakukan untuk membuat seorang wanita senang?" tanya Al yang tiba-tiba bertanya kepada Anggun yang ingin membalikan badannya membawa tumpukan berkas yang sudah selesai diperiksa dan ditandatangani oleh Al.
"Tuan bertanya kepada saya?" tanya Anggun.
Al yang meletakkan pulpen Ia lalu mengangkat kedua tangannya untuk menyokong kepalanya di atas meja dan melihat Anggun.
"Tuan bisa bertanya kepada wanita ini langsung tentang apa yang diinginkan oleh yang saat ini." Jawab Anggun. Al kembali memberi tatapan yang tidak di mengerti.
"Contoh, wanita itu membutuhkan uang untuk membeli sebuah barang yang diinginkan olehnya. Atau seorang wanita itu sangat suka dibawakan makanan seperti coklat. Atau juga perempuan itu sangat suka jika lelaki membawakan bunga untuknya karena itu terlihat romantis. Atau seorang wanita itu bosan jika di rumah saja sehingga membawanya keluar seperti melakukan kencan montok bioskop, diner, ke taman bermain." Jelas Anggun.
__ADS_1
"Intinya tuan harus tahu apa yang paling dibutuhkan oleh seorang wanita itu saat ini. Dan yang paling baik adalah bertanya langsung kepada." Jawab Anggun.
"Kau juga sudah bertemu dengan Queen. Dia bukan perempuan yang suka diberi sesuatu. Dan juga dia bukan wanita yang jika di tanya akan menjawab." Jawab Al.
"Tapi dia adalah wanita yang cukup cerdas dan juga selalu mengatakan apa yang dipikirkan olehnya. Mungkin tuan sudah mengetahui jawaban dari apa yang dibutuhkan oleh yang saat ini." Jawab Anggun.
"Jadi coba Anda pikirkan baik-baik tentang hal itu. Jika tidak ada yang ingin ditanyakan lagi saya permisi." Jawab Anggun.
"Iya." Jawab Al. Anggun pergi meninggalkan ruangan Al Minion membawa berkas yang sudah selesai di periksa dan ditandatangani oleh Al.
"Yang dibutuhkan olehnya sekarang tentu saja adalah bertemu dengan guru. Tapi belum ada kabar tentang keberadaannya." Jawab Al yang berfikir tentang pernyataan yang diberikan oleh Anggun sambil mengingat-ingat apa yang sangat diinginkan oleh Queen.
"Pukul berapa jadwal keberangkatan pesawat yang sudah di pesan?" tanya Al.
"Maaf tuan, tidak bisa membeli jadwal malam ini. Besok pagi baru ada tiket kosong. Bagaimana jika pakai pesawat pribadi saja?" tanya Joy.
"Jadi bagaimana?" tanya Joy.
"Nanti aku akan menghubungi mu lagi." Jawab Al.
Al menghentikan pemikirannya untuk melakukan apa yang dilakukan olehnya. Al kembali fokus mengerjakan pekerjaan yang belum selesai. Al sudah ingin cara cepat menyelesaikan pekerjaannya sehingga ia bisa pulang lebih cepat. Setelah dua jam berlalu akhirnya pekerjaan Al sudah selesai. Al pergi meninggalkan ruang kantor.
Di tempat lain, Queen sedang menyiapkan dua koper keberangkatan mereka. Dan tertidur di sofa ruang tamu. Tempat biasa Al tertidur. Al yang tiba di vila langsung mencari keberadaan Queen.
Melihat tubuh kecil Queen yang berbaring di atas sofa tanpa selimut. Al menggelengkan kepalanya melihat Queen dan ingin menyelimutinya dengan memerintahkan pelayan membawa selimut.
"Maaf tuan, nona tadi tidak ingin menggunakan selimut." Jawab pelayan sudah membawa selimut.
__ADS_1
Al tidak menjawab apapun dari pelayan dan hanya mengambil selimutnya. Pelayan juga mengerti bahwa dia tidak seharusnya berada di ruang tamu. Pelayan itu pergi meninggalkan Al dan Queen di ruang tamu. Saat Al ingin menyelimuti tubuh Queen, Queen membuka matanya.
"Kau sudah pulang?" tanya Queen mengucek-ngucek matanya dan membangkitkan tubuhnya untuk duduk.
"Aku membangunkan mu?" tanya Al.
"Tidak. Memang sudah seharusnya bangun." Jawab Queen yang melihat jam dinding menunjukkan angka sore hari.
"Oh ya aku membawakan makanan untuk mu. Steak sapi pedas. Pergilah membersihkan diri lalu menikmati makanan bersama. Karena menikmati makanan yang masih hangat sangat enak." Jawab Al.
"Oke." Jawab Queen beranjak dari sofa lalu membersihkan dirinya. Mereka makan makanan bersama.
"Pekerjaan ku sudah selesai. Untuk keberangkatan kita ke rumah Orangtua asuh mu itu untuk jadwal hari ini tidak kebagian tiket. Hanya ada besok pagi pukul jam 2 pagi. Tapi jika ingin pergi malam ini juga masih bisa menggunakan pesawat pribadi." Jawab Al.
"Untuk itu aku harus bertanya terlebih dahulu kepada untuk memutuskan keberangkatan ini. Karena aku mengetahui bahwa kau tidak menyukai barang-barang mewah dan lebih menyukai hal-hal yang sederhana. Jadi pilihan ada di tangan mu." Jawab Al lagi.
"Menurut mu?" tanya Queen balik kepada Al.
"Sangat jarang menemukan seorang lelaki yang mau diajak diskusi sebelum memutuskan sesuatu. Hal ini menandakan bahwa dia menghargai diriku dan mau memutuskan suatu keputusan bersama tanpa menyakiti orang lain." Jawab Queen dalam hati.
"Aku tidak masalah dengan keputusan apapun yang akan diambil hanya saja aku hanya ingin diskusi dengan musuh memutuskan sesuatu." Jawab Al.
"Terimakasih sudah mau menanyakan pendapat ku. Kita ambil keputusan menggunakan pesawat pribadi mu saja, itu lebih aman." Jawab Queen.
"Aman?" tanya Al.
"Masih ingat dengan kejadian pertama kali kita bertemu? Dan kejadian yang telah terjadi beberapa hari yang lalu? aku hanya ingin pergi tanpa diketahui oleh musuh. Dan keberadaan ayah Bram dan Ibu juga merupakan rahasia. Aku tidak ingin memancing hal-hal buruk." Jawab Queen yang memberikan jawaban dari pilihan yang diberikan oleh Al.
__ADS_1