Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 35


__ADS_3

Selamat menikmati membaca cerita readers. Jangan lupa terus dukung author dengan like, komentar, share, tips dan vote setiap harinya ya. Terima kasih sudah mendukung selama ini., Author pada mu hehehhehe. Kalian terbaik dari yang paling Baik. Semoga kebaikan kalian akan di balas dengan baik dengan yang memberika kebaikan.


Ingat jangan lupa untuk like terlebih dulu sebelum membacanya. Takutnya nanti lupa line setelah baca hehhehe


Sam baru saja keluar dari ruang operasi. Berganti pakaian dengan mengambil kunci mobil di atas meja kerja. Sam yang sedang menerima telepon dengan berjalan menuju ke list.


"Kerja bagus. Aku akan menerima informasi selanjutnya dari kalian."


Sam pergi menuju lokasi gudang tua yang tidak di gunakan lagi.


"Bagaimana?" tanya Sam kepada anak buahnya.


"Bos, mereka dibawa ke tempat ini. Dan baru saja ada sebuah mobil yang datang. Dan yang keluar adalah seorang wanita." Ucapnya dengan memberikan sebuah foto Elena yang keluar dari mobil bisa masuk ke dalam gudang.


"Lalu apalagi yang kalian dapatkan selama memantau di sini?" tanya Sam.


"Hanya itu saja Bos." Jawabnya.


"Baiklah. Kalian pantau terus apa yang terjadi di tempat ini. Jangan sampai ketahuan." Jawab Sam.


"Baik bos."


"Kirimkan semua informasi kepada ku lewat email." Jawab Sam.


"Oke bos "


Sam pergi meninggalkan anak buahnya yang masih memantau di gudang.


Sam pergi menemui Al yang sedang berada di apartemennya.


"Dimana?" tanya Sam.


"Baru saja tiba di apartemen." Jawab Al yang baru saja pulang dari kampus setelah mata pelajarannya selesai di kelas Queen.


"Turunlah, ada yang ingin aku laporkan." Ucap Sam dari telepon.


"Oke." Jawab Al.

__ADS_1


Sam tidak mungkin untuk naik ke atas apartemen karena menghindari masalah yang akan terjadi kedepannya yaitu di ketahui oleh Queen. Mereka tidak ingin ada kecurigaan saja.


Al langsung turun ke bawah. Al memasuki mobil Sam yang terparkir di parkiran mobil lantai bawah apartemen.


"Ada apa?" tanya Al.


"Tadi malam, aku sudah memerintah anggota kita untuk melepaskan tiga orang itu. Dan saat ini mereka sudah kembali ke tuannya. Orang yang memerintahkan mereka itu adalah seorang wanita." Ucap Sam.


"Wanita? Elena?" tanya Al


"Aku tidak tahu. Silahkan cek sendiri." Jawab Sam yang memberikan foto wajah Elena yang baru keluar dari mobil.


"Dia memang benar adalah Elena." Jawab Al yang melihat foto Elena di ponsel Sam.


"Jadi memang benar adalah dia. Apa yang akan kau lakukan jika istrimu di tindas?" tanya Al.


"Tentu saja membalasnya dengan berlipat ganda. Tapi tunggu dulu, istri?" tanya Sam yang baru mana dari pernyataan dan pertanyaan Al.


"Calon." Jawab Al tersenyum tipis dan memberikan ponsel kepada Sam.


"Hahahha, mana lelaki dingin yang tidak pernah dekat dengan wanita manapun itu?" tanya Sam


"Hahahha." Sam yang tertawa melihat tingkah lucu Al tidak pernah terjadi selama ini.


"Sekarang apa yang terjadi dengan tiga orang itu?" tanya Al


"Mereka masih memantaunya. Dan Aku yakin bahwa mereka tidak mengetahui siapa kita namun dipastikan mereka mengatakan untuk tidak mengganggu Queen lagi." Jawab Sam.


"Untuk kali ini aku harus melepaskannya dulu. Tapi untuk selanjutnya aku tidak akan memberikan ampunan kepadanya." Jawab Al.


"Kau yakin?" tanya Sam.


"Iya. Seperti yang sudah aku ceritakan kepadamu bahwa untuk menjadi wanitaku pasti tidak seperti orang biasa." Jawab Al.


"Aku menanti show Queen kembali. Setelah kejadian di arena balap malam itu, aku melihatnya sendiri bahwa seni bela diri dia bukan hanya sekedar bisa membela diri." Jawab Sam.


"Tentu saja. Beritahukan aku kabar selanjutnya." Jawab Al.

__ADS_1


"Tentu." Jawab Sam.


Sementara, Elena yang sudah memerintahkan bawahannya untuk membunuh 3 orang itu karena telah gagal menyelesaikan misi. Orang suruhan Elena itu segera mengambil beberapa minyak bensin yang berada di dalam mobil miliknya. Lalu menuangkan minyak bensin itu di sekitar ruangan gudang itu dan pada seluruh tubuh 3 orang laki-laki. Ia berencana membunuh 3 laki-laki itu menembak mereka sehingga mayatnya tidak dapat di temukan karena sudah menjadi abu.


Elena yang sudah masuk ke dalam mobil, pergi bersama supir. Kepergian Elena lihat oleh bawahan Sam. Mereka curiga langsung mendekati gedung. Namun saat ingin masuk, lelaki suruhan Elena sudah menyalakan api untuk membakar semua dan menutup pintu gudang. Mereka kembali menyembunyikan diri.


"Tunggu, mereka menelpon." Jawab Sam cara menghentikan akan keluar dari mobil.


"Ada apa?" tanya Al.


Sam menunjukkan ponsel yang sedang berdering. Sam menerima panggilan itu dan menekan tombol speaker.


"Bos, wanita itu keluar dari gudang dan langsung pergi. Saat ini, sepertinya mereka dibakar hidup-hidup di dalam gudang. Apa kami harus menyelamatkannya?" suara dari ponsel Sam.


"...." Sam yang sedang melirik Al untuk mendapatkan perintah darinya.


"Selamatkan mereka." Jawab Al.


"Tapi bos, sepertinya jika kami menyelamatkanmu maka kamu juga akan terbakar." Jawabnya karena melihat api yang sudah nampak keluar dari gudang, Laki-laki itu keluar dan meninggalkan gedung saat mereka menelepon.


"Maka biarkan saja, keselamatan kalian lebih penting." Jawab Sam yang melihat bahwa kalau mengatakan itu kepadanya dengan hanya melirik dirinya.


"Baik bos." Jawab mereka dengan menutup teleponnya.


"Mereka benar-benar sadis." Jawab Sam.


"Aku ingin mengetahui lebih jelas lintas dari Elena. Dengan mudahnya ia membakar orang seperti itu. Nyawa manusia dianggap mudah, seperti sedang membakar rayap saja " Jawab Al dengan mengepal tangannya.


"Baik. Aku akan mencari identitas miliknya. Tapi seperti yang kita ketahui saya ini bahwa dia bukan mahasiswi biasa. Melainkan Mafia menyamar menjadi mahasiswi. Entah sebuah kekuasaan yang dimiliki olehnya kekayaan yang dimiliki olehnya sehingga ia bisa berbuat seperti itu. Bahkan kita yang berada di dunia bawah tidak sekejam itu untuk membunuh seseorang walaupun orang itu bersalah." Jawab Sam.


"Sekarang yang menjadi mafia bukan lagi tentang pengedar narkoba, pengedar jual beli organ, perjudian dan sebagainya. Melainkan seseorang yang mampu mengambil hidup orang lain sebagai candaan atau hanya sebuah kepuasan sendiri. Mengambil hidup orang dengan cara membunuhnya atau membuatnya menderita." Jawab Al.


"Apa yang kau katakan itu benar. Manusia menjadi begitu sangat kejam." Jawab Sam.


"Sudahlah, kita akan membahas hal ini setelah kita mengetahui apa latar belakang dari Elena. Aku ingin mengetahuinya dengan jelas sebelum memutuskan untuk melakukan sesuatu." Jawab Al.


"Oke. Selamat bekerja, aku juga ingin tidur karena baru saja selesai melakukan sebuah operasi lalu pergi bertemu dengan mu." Jawab Sam.

__ADS_1


"Oke. Terima kasih." Jawab Al dengan menepuk pundak Sam dan keluar dari mobil.


Al keluar dari mobil Sam. Al masuk ke dalamnya lift menuju apartemennyanya.


__ADS_2