
"Pagi!" Ucap Al yang baru saja keluar dari pintu apartemen miliknya dan berjalan menuju lift melihat Queen keluar dari apartemen miliknya. Queen yang mendengarkan sapaan Al saat itu hanya menundukkan kepalanya saja.
Mereka berdua berdiri di depan lift untuk menunggu pintu lift terbuka. Saat pintu lift terbuka, mereka berdua masuk ke dalam pintu lift yang berisi beberapa orang sudah memenuhi lift. Mereka tidak ada berkata apapun di dalam lift itu setelah kalimat sapaan.
Saat keluar dari pintu lift, Queen ke kampus dengan berjalan kaki. Sedangkan Al menggunakan mobil miliknya yang terparkir di parkiran. Mereka berdua sama-sama bersikap dingin.
Queen yang hari ini kuliah di pukul 09.00 Wib. Berangkat pagi hari karena Queen ingin pergi ke perpustakaan dan mencari beberapa buku yang dapat membantunya untuk menyelesaikan beberapa tugas yang diberikan olehnya sebagai ganti ketidak hadiran ya selama seminggu yang lalu.
Hari ini tetap saja, Queen tetap menggunakan pakaian serba Hitam putih yang disebut dengan monokrom. Baju kemeja kotak-kotak hitam putih seperti papan catur. Celana jeans berwarna hitam, sepatu sport berwarna putih polos, tas kulit berwarna hitam dan menggunakan topi rajut berwarna hitam.
"Saya ingin mengambil ID perpustakaan setelah mendaftar secara pribadi kemarin." Jawab Queen kepada petugas perpustakaan.
"Atas nama?"
"Sella Queen."
"Tunggu sebentar ya."
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya kartu ID perpustakaan telah siap tercetak dan di berikan oleh Queen. Saat itu, Queen langsung mengajukan beberapa buku yang telah di pilih olehnya pada rak sebagai bahan referensi untuk tugas mata kuliahnya. Queen meminjam beberapa buku untuk di bawa pulang.
Queen yang berjalan membawa 4 buah buku menuju ke dalam kelas karena waktu sudah menunjukkan pukul 9 kurang 10 menit. Queen yang berdiri untuk mencari tempat duduk langsung di panggil oleh Fiona.
"Queen kemari!" ucap Fiona dengan lambaikan tangan kepada Queen.
Queen yang melihat Fiona melambaikan tangannya dan memanggil dirinya langsung jalan menuju ke arah tempat duduk Fiona.
"Duduklah bersama ku." Jawab Fiona.
"..." Queen hanya tersenyum dan meletakkannya buku yang dibawa olehnya Dan meletakkan tas di atas meja.
"Aku sudah tidak sabar untuk melihat dosen baru." Jawab Fiona.
"Apa jangan-jangan bapak itu?" tanya Queen dalam hati memikirkan Al.
"Kenapa dengan dosen baru?" tanya Queen.
__ADS_1
"Aku dengar dia menggantikan dosen senior yang sedang berada di rumah sakit. Jadi untuk semester ini dia akan mengajar kita." Jawab Fiona.
"Lalu?" tanya Queen.
"Coba kau lihat sekitar. Bukankah ruang kelas saat ini lebih banyak dari biasa? Lebih banyak dari hari kemarin saat pertama kali datang ?" tanya Fiona.
"Iya." Jawab Queen yang melihat sekeliling kursi lebih penuh dari seperti biasa.
"Itu karena ada beberapa mahasiswa senior yang mengambil mata kuliah ini. Di gabung dengan angkatan kita yang mengambil mata kuliah ini." Jawab Fiona.
"Bukannya itu adalah hal wajar." Jawab Queen.
"Yang tidak wajar adalah alasan mengapa bagi orang yang datang ke mata kuliah ini. Mungkin alasan lainnya mengambil mata kuliah ini untuk perbaikan nilai atau ingin mendapatkan nilai yang baik sesuai dengan jenjang semester. Tapi kebanyakan dari mereka karena berharap bahwa mereka akan mendapatkan nilai bagus dengan mudah karena bukan profesor yang lalu tapi profesor baru ini. Di tambah dengan rumor bahwa profesor yang baru ini adalah seorang pria singel yang tampan. Yah, walaupun rumor mengatakan bahwa penampilan Profesor ini tidak terlalu menarik." Jawab Fiona yang menjelaskan situasi saat ini.
"Tidak menarik?" tanya Queen.
"Iya. Profesor itu menggunakan kacamata dan berpenampilan culun. Namun, memang karisma yang di pancarkan tidak akan bisa membohongi bahwa ia adalah orang yang tampan." Jawab Fiona
"Oh." Jawab Queen
"Queen." Ucap Fiona dengan pelan sambil memberikan kode kepada Queen untuk menoleh ke belakang.
"Dia masih selamat?" tanya Elena dalam hati
"Ayo kita duduk." Ucap Elena kepada Yosi berjalan ke arah tempat duduk yang kosong.
"Aku tidak dapat menghubungi mereka. Apa mungkin ini adalah perbuatan Queen? tapi bagaimana ia bisa selamat dari mereka bertiga? dan juga wajahnya seperti baik-baik saja tanpa luka." Ucap Elena lagi dalam hati saat duduk.
Elena sekali lagi menoleh ke belakang untuk melihat keadaan Queen yang baik-baik saja. Dan saat ia melihat Queen, terlihat oleh Queen. Queen yang memandang Elena dengan tersenyum.
"Dia?" tanya Elena yang merasa bahwa senyuman tipis dan beberapa detik dari Queen menandakan sebuah isyarat kepadanya.
"Apa jangan-jangan?" tanya Elena yang menghentikan pemikirannya ketika mendengar suara dari depan.
"Selamat pagi semuanya." Ucap Al yang berjalan di depan sambil membawa buku dan berdiri di atas podium. Mikrofon yang sudah terpasang sesuai dengan tinggi badan Al di atas kayu meja podium.
__ADS_1
"Pagi Pak." Jawab mereka dengan antusias.
Yah, kapasitas mahasiswi lebih banyak di bandingkan mahasiswa yang berada di dalam kelas.
"Bisa kita mulai?" tanya Al.
"Bagaimana jika bapak memperkenalkan diri terlebih dahulu?" ucap seseorang yang berani mengatakan hal itu dan disepakati yang lainnya.
"Baiklah. Kalian hanya perlu memanggil saya Azlan. Kalian hanya perlu mengikuti terlihat saya dengan baik maka nilai kalian juga akan baik. Saya tidak terlalu menuntut banyak hal, kalian hanya perlu hadir selalu tepat waktu dan mengerjakan beberapa tugas yang akan saya berikan di semester ini. Ada lagi yang ingin di tanya?" tanya Al.
"Pak Azlan apakah sudah menikah?" tanya mereka.
"Belum." Jawab Al
"Apakah bapak sudah memiliki pacar?" tanya mereka.
"Tidak. Mungkin harus mempertanyakan hal yang lebih berkaitan dengan mata kuliah yang akan saya ajarkan di bandingkan dengan soal pribadi saya." Jawab Al dengan tegas.
"Baiklah pak. Maafkan kami."
"Jadi sudah bisa kita mulai mata kuliah ya?" tanya Al.
"Pak. Apakah bapak akan memberikan kami nilai yang jelek kami mengambil mata kuliah ini kembali."
"Semua pilihan ada di tangan kalian masing-masing karena sudah saya katakan bahwa saya akan memberikan nilai yang baik bagi orang yang selalu hadir tepat waktu dan juga mengerjakan tugas yang saya berikan." Ucap Al.
"Apakah tugas itu sangat sulit?" tanya mereka lagi.
"Tidak akan sulit bagi orang yang dapat mengerjakannya dengan bersungguh-sungguh. Dan akan sulit bagi orang yang malas mengerjakannya." Jawab Al dengan tersenyum.
"Apakah kami boleh bertanya tugas tersebut jika mengalami kesulitan?"
"Tentu. Saya akan membantu kalian dengan baik jika kalian juga ingin belajar." Jawab Al.
"Baguslah jika begitu. Kami siap mendengarkan penjelasan bapak. Benarkan teman-teman."
__ADS_1
"Iya " Jawab mereka dengan semangat.