
Kedua pengawal Al pergi memakai mobil Al. Sedangkan Al masuk ke dalam rumah. Saat Al masuk ke dalam kamar, Queen sedang membuka bajunya.
"Al!" jerit Queen kepada Al yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar dan terdiam membeku.
"Apa salah ku?" tanya Al.
"Di tanya lagi? seharusnya ketuk dulu sebelum masuk." Jawab Queen.
"Aku harus mengetuk pintu di kamar sendiri?" tanya Al.
"Aih sudahlah." Jawab Queen yang tadinya menutupi tubuhnya dengan baju gaun yang di pakai olehnya saat makan malam. Berjalan pelan-pelan menempel di dinding menuju ke arah kamar mandi.
Queen masuk ke dalam kamar mandi, sementara Al tertawa kecil baru saja menyadari apa yang di lakukan olehnya. Suara ketukan pintu terdengar. Al membuka pintu kamarnya.
"Ayah tadi mendengar suara Queen berteriak? Ada apa?" tanya Bram yang mengetuk pintu kamar mereka.
"Oh tadi hanya ada kecoak ayah, tidak apa-apa." Jawab Al kepada Bram yang berbohong dengan cepat.
"Kecoak? Memang banyak di daerah sini. Ayah fikir ada sesuatu......" Jawab Bram.
"Tidak ada Ayah. Tadi Queen ingin masuk ke kamar mandi dan melihat ada kecoak lewat. Jadi dia menjerit, sekarang sudah tidak apa-apa. Aku sudah mengusirnya." Jawab Al.
"Baguslah." Jawab Bram kemudian pergi meninggalkan Al.
Queen keluar dengan memakai piama dan Al pura-pura tidak terjadi apapun. Ia masuk ke dalam kamar mandi dengan diam saja saat bergantian dengan Queen.
Queen juga tidak menghiraukannya, ia berbaring tidur di atas ranjang karena sudah terlalu lelah. Al yang keluar dari kamar mandi berjalan ke tempat tidur. Melihat Queen yang sudah pulas tertidur, membenarkan selimut Queen, memberikan ciuman selamat malam dan tidur di samping Queen dengan memeluknya.
"Seperti ya dia benar-benar sudah kelelahan bahkan aku memeluknya seperti ini tidak sadar." Jawab Al didalam hatinya.
Al tidak ingin berfikir panjang hanya ingin menikmati bisa memeluk Queen dengan tenang seperti ini. Al juga sudah lelah sehingga ia tertidur dengan cepat.
Pagi hari, Al terbangun lebih dulu dari Queen. Al langsung membersihkan diri dan keluar dari kamar. Sebelum keluar dari kamar, ia memberikan ciuman selamat pagi di dahi Queen yang wajahnya masih tertidur pulas.
"Sudah lama aku tidak tidur nyenyak tanpa berfikir ada ancaman."
"Untung saja aku yang lebih dulu bangun jika tidak sudah pasti akan mendengarkan ceriwis ya."Jawab Al dalam hati lalu pergi keluar kamar.
"Al sudah bangun?" tanya Stella.
__ADS_1
"Selamat pagi Ibu, ayah." Jawab Al yang wajah ya ceria dan sedang memegang jaket hitam serta topi.
"Pagi. Dimana Queen?" tanya Stella kepada Al.
"Masih tertidur Ma, dia masih nyenyak." Jawab Al tersenyum.
"Oh." Jawab Stella yang bertatapan dengan Bram seperti sedang menyimpulkan sesuatu.
"Ayah kita jadi ke pabrik?" tanya Al.
"Tentu." Jawab Bram.
"Kita sarapan dulu. Kalian berdua jangan bahas kerjaan di meja makan." Jawab Stella.
"Siap ma." Jawab Al.
Setelah selesai sarapan, mereka pergi ke pabrik untuk melihat kegiatan yang ada di pabrik. Al mengikuti Bram ke pabrik besar, melihat segala proses yang hampir sama dengan gudang belakang di rumah Bram dan Stella.
Yang membedakan hanya tempat yang lebih besar dan banyak pekerja yang mengawasi kegiatan mesin. Dan beberapa pekerjaan hingga ke pengemasan.
"Banyak juga pekerja yang bekerja di pabrik Ayah?" tanya Al.
"Tentu saja. Ini adalah pabrik distributor terbesar di daerah ini untuk distribusi wine berkualitas yang banyak di minati." Jawab Bram.
"Kantor?" tanya Al.
"Iya. Gedung yang bagus di samping pabrik itu kantor kecil ayah." Jawab Bram.
"Oh oke." Jawab Al.
Mereka yang masuk ke dalam kantor untuk beristirahat dan makan siang bersama di kantin umum untuk karyawan pabrik dan kantor.
Al dan Bram juga makan siang di kantin. Saat menikmati makanan dengan cepat sambil berbicara tentang banyak hal. Al melihat seseorang yang tidak asing duduk bersama dengan karyawan lainnya.
Seseorang itu menggunakan sebuah jas berwarna hitam dengan penampilan yang rapi.
"Ayah, apa aku bisa bertanya tentang lelaki yang berjas hitam pada jajaran kursi ku ini ke depan? 6 orang dari kursi depan ku ini?" tanya Al.
Bram menoleh kebelakang untuk minat orang yang di maksud oleh Al. Saat menjawab pertanyaan dari Al.. Bram menjelaskan dengan baik.
__ADS_1
"Oh itu. Namanya Feri, dia adalah salah satu ketua bidang pemasaran." Jawab Bram.
"Bidang pemasaran di wilayah?" tanya Al.
"Hahaha, kau juga tau Kalau bidang pemasaran juga di bagi dalam beberapa sub bidang pekerjaan?" tanya Bram.
"Dia bidang pemasaran untuk wine yang akan di kirimkan ke tempat hiburan. Seperti karoke, bar, dan restoran......" Jawab Bram kepada Al menjelaskan dengan detai.
"Pantas saja." Jawab Al.
"Kau kenal dengannya?" tanya Bram
"Tidak, aku hanya pernah melihatnya di suatu tempat. Pantas saja aku tidak asing melihatnya.
"Di mana kamu melihatnya?" tanya Bram.
"Aku sudah lupa, Ayah aku ke toilet dulu." Jawab Al.
Al yang keluar dari meja makan di restoran. Pergi ingin mendownload laporan dari asistennya. Dan ia bertanya kepada pengawalnya berada di mana. Dan ternyata pengawal Al ada di luar pabrik. Pengawalnya memberitahu semua yang mereka dapatkan tadi malam hingga siang hari ini.
"Tidak salah lagi. Jadi orang itu memang benar adalah orang itu. Aku kira tadi aku salah mengenali orang. Tenyata saat ia di restoran waktu itu dengan sekarang sedikit berbeda karena penampilan dan juga gaya rambutnya." Jawab Al tersenyum.
"Ikuti terus lelaki itu dan teman-teman ya." Jawab kepada pengawalnya.
"Siap tuan." Jawab pengawal Al yang hanya sendiri menghadap Al.
Mereka berpisah di pintu toilet dan pergi ke tempat masing-masing.
Al kembali dan bertanya kepada Bram tentang data terperinci orang itu yang bernama Feri. Al menemukan hal yang mengganjal dari lelaki itu. Untuk saat ini ia tidak bisa menyimpulkan apapun. Namun sedang mengumpulkan beberapa bukti yang harus di dapatkan olehnya.
....
Di tempat lain, Queen yang baru terbangun dari tidur pulas nya. Itu juga karena Stella masuk untuk membangun Queen.
"Sayang bangun, jam sudah menunjukkan waktu siang. Kau belum ada bangun dan juga sarapan. Bangunlah, bersihkan diri mu dan makan bersama." Jawab Stella.
"Mama? Jam berapa sekarang? Kenapa mama mengucap hal itu.
"Karena ini sudah jam 12 siang sayang." Jawab Stella kepada Queen yang masih duduk di atas kursinya.
__ADS_1
"Ha? Jam 12? Kenapa Al tidak membangunkan aku dan juga Mama?" tanya Queen yang terkejut saat dirinya tahu bahwa ini sudah siang . Queen buru-buru masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Mama aku tinggal dulu, aku bersihkan diri dulu." Jawab Queen kepada Stella.