
Mereka berdua tiba di di depan gerbang pintu kampus. Al membukakan pintu mobil yang dekat dengan kursi Queen dengan menggunakan tombol yang ada di dalam. Queen melepaskan tali sabuk pengaman, dan keluar.
"Semoga berhasil." Jawab Al.
"Terima kasih." Jawab Queen dan Al hanya tersenyum.
Al hanya menganggukan kepalanya lalu menutup pintu mobilnya.
Al pergi ke apartemen untuk menukarkan mobilnya dengan sepeda motor yang biasa digunakan untuk pergi ke kampus. Al juga memiliki jadwal untuk mengawasi ujian.
5 hari ujian telah berlangsung......
Hampir seminggu ujian telah berlangsung dan hari ini adalah hari terakhir ujian berlangsung. Tidak ada kejadian apapun yang terjadi pada Queen. Queen dan Al juga tidak banyak berbicara di dalam apartemen ketika bertemu. Queen fokus belajar pada setiap mata pelajaran yang akan diujikan esok harinya. Sedangkan Al, sibuk dengan memeriksa ujian mata pelajaran yang di bawa oleh ya.
Al sering mendapati Queen yang tertidur di atas meja belajarnya dan memindahkan tubuhnya ke atas tempat tidur lalu menyelimutinya. Dan terkadang Queen terbangun ingin mengambil minum, melihat Al yang tertidur di atas sofa tanpa selimut. Queen menyelimutinya saat itu. Hanya itu yang dilakukan oleh dua orang yang tinggal bersama pada satu apartemen ini selama masa periode ujian.
"Aku akan sedikit terlambat pulang hari ini." Jawab Queen.
"Kenapa?" tanya Al di meja makan saat sarapan bersama dengan Queen.
"Fiona mengajak belanja bersama untuk kegiatan besok." Jawab Queen.
"Jangan terlalu malam pulang ya. Dan besok aku yang akan mengantarkan mu." Jawab Al.
"Apakah kau tidak akan ikut bersama?" tanya Queen.
"Tidak. Masa pergantian ku sudah selesai dan akan kembali seperti biasa." Jawab Al.
"Baiklah." Jawab Queen.
Mereka pergi ke kampus seperti biasanya, Queen mengendarai sepeda dan Al mengendari sepeda motornya. Mereka pergi secara terpisah. Tapi tetap, Al selalu mengikuti Queen untuk menjaganya dari kejauhan.
Queen sudah tiba di kelas dan mengikuti ujian terkahir di semester ini. Teman-teman yang lainnya sedang menyelesaikan lembar jawaban mereka. Elena yang sudah selesai mengerjakan tugasnya melirik Queen.
"Lihatlah apa yang akan aku lakukan esok? Kau tidak akan pernah bisa hidup dengan tenang lagi. Akan aku buat kau sengsara." Jawab Elena.
Waktu sudah selesai dan seluruh mahasiswa diminta untuk menyerahkan lembar jawaban nya ke depan. Queen dan lainnya mengumpulkan lebaran jawabannya.
__ADS_1
"Ayo kita berangkat." Jawab Fiona yang membunuh Queen saat mereka sudah keluar dari kelas.
"Ayo." Jawab Queen.
Queen dan Fiona pergi ke mall dengan menggunakan mobil jemputan Fiona. Mereka berdua pergi ke pusat belanja terbesar di kota Boyalia. Sampai di depan Mall mereka langsung menaiki lift dan naik di lantai 5. Mereka pergi ke sebuah toko sport untuk membeli pakaian.
"Ngapain kita ke sini?" tanya Queen yang merasa tidak perlu oufit lagi. Karena sudah memiliki banyak baju.
"Tentu saja mencari style untuk camping. Di mulai dari pakaian sport, jaket, sepatu sport, topi, syal dan sebagainya." Jawab Fiona jalan semenarik Queen dari depan toko kemudian masuk.
"Ada yang bisa di bantu?" tanya pelayan.
"Kami akan melihat-lihat dulu." Jawab Fiona.
Fiona menarik Queen untuk memilih jaket musim dingin yang akan berguna untuk perjalanan mereka. Bukan hanya itu, selain melihat lalu mencoba dan juga bukan hanya satu subjek saja. Mereka juga melakukan hal yang sama dengan sepatu sport, baju dan celana sport, tas sport, topi dan yang lainnya.
Dari satu rak ke rak lainnya. Dari satu jenis barang ke barang lainnya. Hingga tiba di tas sport keluaran terbaru yang cukup mahal. Queen meliriknya dan ingin mengambilnya. Hanya saja sudah di rebut lebih dulu dengan Grace. Grace tiba-tiba datang di tempat itu.
"Queen?" ucap Grace yang berpura-pura. Padahal ia mengetahui bahwa tadi melihat Queen dan Fiona sedang berada di dalam toko sport.
"Ibu Grace?" tanya Queen dan Fiona yang terkejut.
"Kami hanya mencari beberapa hal yang di perlukan untuk besok Bu." Jawab Fiona lalu di anggukkan dengan Queen.
"Oh. Pantas saja. Tapi tas ini...?" tanya Grace.
"Silahkan ibu ambil jika memang menyukai ya." Jawab Queen yang berkata dan tidak ingin berdebat memperebutkan sesuatu.
"Benarkah? Wah, terima kasih. Lagi pula mungkin kalian tidak bisa membeli tas ini." Jawab Grace dengan pelan namun terdengar oleh Queen dan Fiona saat ia melihat harga bandrol di jaket tersebut.
"Iya. Kami permisi." Jawab Queen yang menyudahi hal itu.
Queen dan Fiona pergi meninggalkan Grace yang ingin membeli tas itu.
"Bungkus ini." Jawab Grace kepada pelayan dan melihat Queen bersama Fiona pergi, ia juga mengikuti ya.
Queen dan Fiona kembali lagi di rak sepatu sport karena Queen belum memilih sepatu mana yang ingin di beli oleh ya. Queen kembali mencari dari satu tempat ke tempat lain hingga melihat ada sepatu berwarna putih dengan sedikit liris bacaan brand berwarna hitam. Queen tertarik dengannya lalu mau di ambil bersamaan dengan Grace.
__ADS_1
"Upss kita bersama lagi." Jawab Grace.
"Ibu mau?" tanya Queen dengan sopan.
"Maaf Bu seperti ya ukuran untuk kaki ibu tidak ada. Hanya tinggal ukuran 38 ini saja." Jawab pelayan kepada Grace.
"Queen ini cocok untuk mu." Jawab Fiona.
"Sepertinya ini keberuntungan mu Queen. Saya akan mencari yang lain saja." Jawab Grace yang tidak ingin malu.
"Terima kasih." Jawab Queen singkat.
Fiona kesenangan dan langsung mengambil sepatu itu, dan saat melihat bandrol harganya Fiona terkejut.
" Queen ini harga sama dengan uang bulanan ku." Jawab Fiona dengan berbisik.
"Kenapa? Kalian tidak sanggup membelinya?" Jawab Grace kepada mereka berdua.
"Bagaimana jika aku yang membelikannya." Jawab Grace.
"Tidak perlu Bu, kami bisa membayarnya." Jawab Queen yang mengambil sepatu itu dan bersikap sopan berpamitan kepada Grace.
Fiona mengikuti Queen yang berjalan ke kasir. Grace tetap kokoh untuk menawarkan bantuan membayarnya hingga ke kasir.
"Hitung semuanya belanjaan yang mereka beli dan jaket yang aku beli tadi." Jawab Grace mengeluarkan kartu kredit miliknya.
"Baik nona." Jawab pelayan.
"Tidak perlu, kami akan bayar sendiri. Sekali lagi terima kasih atas niat baik ibu kepada kami." Jawab Queen yang menundukkan kepalanya kepada Grace.
"Dasar wanita keras kepala dan bersikap elegan." Jawan Grace dalam hati.
Kasir menghitung jumlah harga jaket dan memberikannya kepada Grace.
"Terima kasih telah berbelanja di sini, jangan lupa kembali lagi." Jawab kasir kepada Grace.
"Hitung semua yang di beli oleh ya dan oleh ku." Jawab Queen mengeluarkan black card dari tas hitam miliknya.
__ADS_1
Fiona, Grace dan Pelayan itu semuanya tercengang melihat Queen yang mengeluarkan kartu itu.