
Ayo Kasih THR Author dengan cara :
Baca Novel Author terus sampai tamat.
Memberikan like, komentar, vote dan hadiah point' ya. Heheheh.
"Biar aku yang memperkenalkan." Jawab Queen.
"Sayang minum mu sudah siap. Minum dulu baru berbicara untuk memperkenalkan aku. " Jawab Al yang memberikan gelas berisi minuman lemon tea madu.
Queen yang menerima gelas itu dan minum sedikit.
"Kalian yang ada di meja ini pasti sudah mengetahui satu sama lain. Latar belakang yang terlihat dari apa yang kalian ketahui masing-masing. Hanya saja hubungannya dengan ku apa." Jawab Queen lalu melihat mereka semua.
"Dia Al, kekasih ku. Dokter Sam adalah teman Fiona, itulah mengapa aku mengenalnya. Dan Tuan Joy adalah teman Al berserta dengan Sam. Dan dia adalah kakek kandung ku John Abraham yang tidak lama di umumkan baru-baru ini." Jawab Queen yang menjelaskannya begitu.
"Sangat sebuah kebetulan Queen bisa mengenal orang-orang hebat seperti Sam dan Joy. Lalu bagaimana dengan Al? Siapa dia? Sejak kapan kalian mulai berpacaran?" tanya John langsung melontarkan hal-hal itu kepada Queen.
"Bukannya bisa dengan sekejap mata mencari tahu tentang Al walaupun aku memberitahu siapa dia?" Tanya Queen.
"Kenapa bicara anda seperti itu kepada kakek anda sendiri?" tanya Zaki yang memotong pembicaraan.
"Turunkan nada bicaramu dengan wanita ku!_ Ucap Al yang tidak menyukai Zaki.
"Al diam." Ucap Queen.
"Zaki diam!" Ucap John.
"Apakah kedatangan kakek kemari untuk mencari tahu tentang Al? Atau untuk mengetahui bagaimana kondisi ku? Apakah masih hidup atau tidak?" tanya Queen yang langsung melontarkan itu kepada John.
"Queen kenapa bicara mu seperti itu? Kakek tidak bermaksud untuk melakukan hal yang tidak baik." Jawab John.
"Tidak perlu. Tidak perlu untuk bersikap baik atau ingin mengetahui semua tentang ku. Tidak akan pernah bisa mengetahui apapun tentang ku." Jawab Queen bicara tegas.
"Apakah sesulit ini untuk menerima kakek?" tanya John.
__ADS_1
"Aku lelah, Al kita pulang." Jawab Queen yang mengajak Al untuk bergegas pergi meninggalkan tempat.
"Beri dia waktu untuk menerima hal ini. Kalian juga harus sabar menghadapi dia yang memang dingin seperti kutub Utara." Jawab Al sebelum pergi menyusul Queen kepada John.
"Jangan tinggalkan aku begitu saja." Jawab Al yang bergegas lari menyusul Queen.
"Apakah aku gagal menjadi kakek yang baik?" tanya John kepada Zaki.
"Tidak tuan, mungkin yang di katakan kekasih nona Queen benar. Kita harus sabar menunggu nona Queen bisa menerima anda." Jawab Zaki.
"Apa yang harus aku lakukan untuk dia menerima aku Zaki? Aku sangat khawatir semua tentang dia. Apakah itu tidak boleh?" tanya John.
"Kalau aku boleh saran, kalian berbaik hatilah kepada Queen. Aku juga belum mengenal dia terlalu lama. Tapi yang aku lihat dia memang gadis yang seperti itu. Dan aku dengar dari Al bahwa Queen juga baru mengetahui tentang kebenaran Ibu kandung dan Ayah kandung ya yang sudah meninggal. Mungkin dia butuh waktu untuk menerima semua itu." Jawab Joy.
"Lebih baik tindakan pertama yang harus dilakukan adalah mengajaknya berziarah ke tempat Ayah dan Ibunya di makamkan. Dan juga untuk saat ini, dia benar-benar syok tentang kejadian malam itu. Mungkin itu menjadi alasan dirinya untuk sulit menerima anda." Jawab Sam.
"Iya juga, kenapa aku tidak berfikir untuk membawa Queen pergi berziarah." Jawab John.
"Lalu bisakah aku bertanya kepada kalian tentang apa yang terjadi di malam itu?" tanya John.
"Baiklah, terima kasih atas sambutannya. Zaki kita pulang." Jawab John.
"Baik tuan." Jawab Zaki yang mendorong kursi roda dan berjalan keluar dari apartemen Sam.
"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan mereka dengan jujur?" tanya Joy mereka hanya tinggal berdua di depan meja makan karena semuanya telah pergi.
"Karena yang pantas mengatakan sebenarnya adalah Queen. Lihat saja, Queen tidak mengatakan yang sebenarnya di hadapan John. Itu menandakan dia belum mempercayai John." Jawab Sam.
"Benar juga. Ah sudahlah. Jangan urusin mereka. Bagaimana keadaan mu? Apakah racun itu benar-benar hilang?" tanya Joy.
"Iya aku baik-baik saja. Itu bukan racun yang kuat, hanya memberikan efek kelumpuhan sementara." Jawab Sam.
"Baguslah. Kalau begitu aku juga pergi karena sudah hampir dua hari tidak ke kantor. " Jawab Joy.
"Pergilah, terima kasih sudah menjenguk ku." Jawab Sam.
__ADS_1
"Sama-sama. Yang ku miliki hanya kalian bertiga. Bukannya kita sudah berjanji untuk saling menjaga?" tanya Joy.
"Iya. Jika bukan karena dia. Mungkin kita berdua tidak akan seperti ini." Jawab Sam.
Di dalam mobil masih dalam keheningan. Sejak Queen di dalam lift hingga mereka berdua di dalam mobil.
"Aku tidak di akui sebagai suami tidak apa-apa kok, di akui sebagai kekasih saja sudah bersyukur dan aku senang sekali." Jawab Al yang membuka pembicaraan terlebih dulu untuk menghentikan keheningan.
"Al?" panggil Queen yang membuka kaca jendela mobil sehingga angin masuk mengenai wajah Queen di dekat jendela dan tangan yang menyokong wajah Queen.
"Saya." Jawab Al.
"Bagaimana harus aku bersikap?" tanya Queen.
"Maksudnya bersikap seperti apa?" tanya Al.
"Sama seperti aku harus bersikap kepada mu? Karena aku hanya tinggal bersama Ayah sejak dulu. Aku hanya tau berinteraksi dengan Ayah. Sementara dengan mu apalagi dengan Kakek ku? Bagaimana aku harus bersikap?" tanya Queen yang menoleh melihat Al yang sedang menyetir.
Al yang mendengarkan hal itu terdiam lebih dulu sambil melirik wajah Queen yang penuh tanda tanya. Al meminggirkan mobilnya ke tepi jalan untuk berhenti. Tangan Al mengelus kepala Queen sambil tersenyum.
"Cukup jadi dirimu sendiri." Jawab Al.
"Kalau kau tidak tau bagaimana harus mencintai aku? Cukup biarkan saja aku yang mencintaimu mu."
"Kalau tidak mengetahui harus melakukan apa? Cukup diam saja dan lakukan apa yang kau mau lakukan, biar aku yang akan memperlakukan mu dengan baik dengan cara ku."
"Begitu juga dengan kakek mu. Kalau kau tidak tahu harus melakukan apa cukup menerima saja apa yang dilakukan olehnya." Jawab Al yang memberikan penjelasan kepada Queen.
"Bagaimana aku bisa menerima dia begitu saja. Aku tidak mengetahui dia seperti apa? Dan benarkah keluarga Abraham yang membunuh kedua orangtua ku? Bagaimana aku harus mempercayainya? Bagaimana aku harus bersikap dengan orang yang telah membunuh keluarga ku?" tanya Queen.
"Bukti yang di dapat belum semua jelas. Untuk mengetahui dengan jelas, bukannya kita harus mengetahuinya dengan cara mencari tahu?" tanya Al lalu Queen menganggukkan.
Al mendekati dirinya di kursi mobil dan menarik tubuh Queen untuk di peluk olehnya.
"Aku akan selalu bersama dengan mu. Jadi jangan takut untuk melakukan apapun dan jika tidak tahu harus berbuat apa, biar aku yang melakukannya." Jawab Al.
__ADS_1