Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 26


__ADS_3

"Kerja bagus. Sekarang lakukan sesuai rencana." Jawab Lelaki yang terlihat sebagai bos itu.


Tidak menunggu lama, beberapa sepeda motor sudah mulai berdatangan dan memenuhi arena balap liar di tebing itu. Queen masih saja di atas pohon dan tidak ingin bergerak menuju ke sana karena saat ini ia sedang melihat situasi yang telah terjadi.


Mereka mulai membaur pada orang-orang yang baru berdatangan dan memberikan minuman gratis kepada mereka sambil menunggu yang lainnya berkumpul. Karena waktu perlombaan balap ini masih setengah jam lagi.


"Kalian dengarkan baik-baik kalau malam ini kita kedatangan tamu spesial dari negara B. Ia sengaja datang ke tempat kita untuk menentang seluruh kandidat pembalap yang mahir saat ini. Untuk menunjukkan niat baiknya, ia sengaja membawa beberapa kaleng minuman untuk kita. Mari kita sambut Zerico."


"Zerico? Bukannya dia adalah pembalap terkenal dari Negara B itu?"


"Ia. Bagaimana mungkin ia datang ke tempat ini dan bermain secara ilegal sementara Dia memiliki lapangan sirkuit secara legal."


"Ia ini sangat aneh."


"Tapi tidak apa-apa. Ini adalah hal biasa yang dilakukan oleh orang-orang seperti dia. Karena terlalu lama berada di lapangan yang penuh dengan aturan maka ia juga ingin mencoba lapangan yang tidak penuh aturan ini."


"Kau benar."


Mereka yang baru saja datang, terus menerus menggosip dengan bergesekan satu sama lain tentang kedatangan Zerico.


"Terima kasih atas sambutan kalian. Jadi bisa kita mulai sekarang saja? setelah kita mendapatkan pemenangnya akan berpesta." Jawab Zerico.


"Aku juga setuju, jika kita memulai pesta lebih dulu dibandingkan dengan balapan. Kita akan mabuk lebih dulu sebelum berperang. Jadi lebih baik kita berperang lebih dulu untuk menentukan siapa yang akan menjadi nomor satu pada balapan malam hari ini." Ucap seseorang yang menggunakan tindik di telinga dan lidahnya yang sejak tadi sudah memperkenalkan Zerico dan akan menjadi wasit memulai balapan.


Semua orang menyetujui hal itu, dan mereka mulai mempersiapkan dirinya dan juga kendaraannya untuk berbaris di garis start.


"Siapa pun boleh mengikuti ini dengan memberikan 500$ sebagai taruhannya."


"Bagaimana?"

__ADS_1


"Baiklah, siapa takut." Ucap mereka satu persatu dengan mengeluarkan uang ada di dompet mereka dan wasit mulai mengikuti uang dari para peserta yang akan mengikuti balap.


Tidak ingin melepaskan kesempatan ini, Queen turun dari pohon karena melihat mereka sepertinya akan memulai balap. ia juga ingin mengikuti itu. Queen bergegas menuju ke arena gunakan helm untuk menutupi wajahnya dan juga mengendarai sepeda motornya ke arah sana.


"Sepertinya kau adalah orang baru di sini?" tanya Wasit yang sudah tiba di depan sepeda motor Queen yang ikut berbaris di garis start.


"Apa aku tidak boleh ikut?" tanya Queen.


"Wanita?" tanyanya dalam hati.


"Tentu boleh jika Anda memiliki kemampuan." Jawab wasit.


Queen memberikan uangnya kepada lelaki itu lalu menutup kaca helm dan menekan rem beserta gas. Mereka semua bersiap untuk segera balapan.


"Bos dia wanita satu-satunya yang ada di peserta dan juga sepertinya dia orang baru." Ucap wasit membisikkan kepada Zerico yang belum memakai helm.


"Oke." Jawab Zerico yang memasang helmnya dan melakukan sepeda motor miliknya untuk mendekati Queen.


"Bagaimana jika kita bertanding sebuah taruhan yang lebih menggiurkan selain dari uang 500$ itu?" tanya Zerico.


"Apa?" tanya Queen dengan singkat.


"Bagaimana jika aku menang kau akan ikut dengan menjadi wanita ku sehari?" tanya Zerico.


"Jika aku menang?" tanya Queen.


"Terserah, minta saja apapun yang kau inginkan." Jawab Zerico.


"Oke." Jawab Queen dengan menutup kaca helm miliknya.

__ADS_1


Wasit sudah mulai menghitung mundur dari angka 10, semua peserta sudah bersiap dengan menyalakan sepeda motor. Saat Wasit menghitung angka 1, semua orang mulai melajukan sepeda motor miliknya menyelusuri jalanan ke bawah tebing yaitu di posisi pantai.


Penonton lainnya sudah ada yang di bagian tebing jalanan dan ada yang sudah menunggu di arena finish pertama yaitu daerah pantai lalu garis finish terakhirnya adalah kembali ke start Peserta yang terdiri dari 25 orang dengan satu-satunya wanita yaitu Queen di antara mereka. Yang mengetahui Queen adalah wanita hanya Zerico dan wasit itu.


Zerico yang pada awalnya sangat lengah karena menganggap bahwa Queen ini hanyalah seorang gadis yang lemah. Sampai pada titik garis finish pertama yang di pantai, Queen menjadi peringkat ke 5 dari 25 orang sedangkan Zerico memang sudah menjadi peringkat pertama. Ia melihat sebentar dari kaca spion kereta bahwa Queen tidak bisa di remehkan.


Sementara di sisi lain, Al mengetahui bahwa balapan sepeda motor ini sudah dimulai sehingga saat mereka semua tiba di start finish pantai, Al mengikuti mereka.


Semua orang saat ini sedang memperhatikan sepeda motor yang dikendarai oleh Queen dan juga Zerico. Mereka berlomba-lomba antara posisi satu dan dua. Hingga akhirnya di garis finish akhir Queen lebih dulu 5 detik sampai di garis sebelum Zerico yang bersamaan dengan Al tiba di garis finish.


Laki-laki yang tadinya sudah percaya diri akan menang dan mendapatkan Queen menjadi terdiam dan tidak dapat menerima kekalahan nya ini. Ia langsung hentikan sepeda motornya dan turun dari sepeda motor selalu berjalan ke arah Queen.


Sorakan dan kerumunan orang yang langsung menyerbu di keberadaan Queen menjadi pemenang malam ini. Queen yang sejak awal sudah menggunakan masker untuk menutupi wajahnya sehingga mereka tidak dapat melihat dengan jelas wajah Queen.


Mereka yang tadinya memerintahkan Queen untuk membuka helm menjadi sangat kaget saat Queen menerima permintaan mereka dengan membuka helm. Rambut panjang yang terurai dengan bola mata bulat dengan bulu mata lentik dan alis tebal menjadi sorotan perhatian bahwa yang melihatnya akan menafsirkan bahwa Queen adalah wanita cantik yang tertutup dengan masker.


"Wah, wah ternyata aku kalah." Ucap Zerico untuk mencari perhatian untuk semuanya dan terkhususnya Queen.


Sedangkan Al hanya sedang memperhatikan sekitar untuk mencari sesuatu yang dapat menjadi barang bukti tentang kaitannya geng Sativa.


Zerico yang di beri jalan oleh orang-orang untuk berjalan ke arah Queen.


"Ternyata memang wanita, bagaimana jika kau membuka maskernya. Aku dan lainnya hanya ingin mengetahui siapa sosok pemenang malam ini? Apakah wanita cantik yang pantas menjadi pemenang?" tanya Zerico.


"Uang?" Ucap Queen dengan berjalan lalu menadahkan tangannya kepada wasit.


"Dia mengabaikan ku?" tanya Zerico.


"Ini 10.000$ sisanya untuk kami dan pemenang 2 dan 3." Jawab Wasit memberikan uang kepada Queen.

__ADS_1


"Jika kau membutuhkan banyak uang, aku akan memberikannya. Bukannya aku ada taruhan dengan mu?" tanya Zerico.


__ADS_2