
Kejadian-kejadian yang telah terjadi selama ini sedikit demi sedikit berkaitan dengan Biel. Grace dan Biel saling memberi informasi tentang apa yang mereka ketahui. Mereka satu persatu mengkaitkan apa yang telah terjadi.
"Jadi ayah juga tidak mengetahui bahwa Queen sudah berada di negara ini? Dan tidak mengetahui bahwa dia mengalami amnesia?" tanya Grace.
"Aku tidak mengetahui sama sekali." Jawab Biel.
"Baiklah, jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Grace.
"Tentu saja menyingkirkan yang selama-lamanya seperti menyingkirkan ibunya." Jawab Biel.
"Ayah tetap sama seperti almarhum ibu, kejam dan tidak berperasaan." Jawab Grace.
"Grace yang harus kau ingat adalah semua ini dilakukan untuk mu. Kau tau, kakek mu sudah memberikan saham yang lebih banyak kepada Queen dibandingkan dengan dirimu. Coba saja selama ini kau menunjukkan kepadanya bahwa kau tertarik dengan dunia bisnis. Dan bukan aku yang mengelola." Jawab Biel.
"Ayah, haruskah kita membahas tentang hal ini kembali? Ayah juga mengetahui alasan mengapa aku tidak mau langsung menangani bisnis keluarga Abraham. Aku hanya ingin mendapatkan dari usaha ku sendiri. Aku juga ingin bebas." Jawab Grace.
"Aku paham, tapi untuk kali ini. Kembalilah sebelum Queen menguasai seluruh harta dari kakek mu." Jawab Biel.
"Akan aku fikirkan. Tapi ingat, aku tidak ingin berkaitan dengan rencana ayah." Jawab Grace.
"Oke. Akan Aku pastikan bahwa tidak ada kaitannya dengan mu. Tidak mungkin ayah membiarkan anak ayam masuk ke dalam rencana." Jawab Biel yang memeluk putrinya itu dengan sangat lembut.
"Iya." Jawab Grace yang memeluk balik Biel.
"Kau terlalu tidak peduli dengan semua ya namun sebenarnya peduli. Ingatlah Grace semua ini demi kehidupan mu sendiri." Jawab Biel dalam hati saat memeluk anaknya itu.
"Istirahatlah. Kau pasti lelah." Jawab Biel melepaskan pelukannya lalu memberikan ciuman kening untuk anak perempuan yaitu.
Grace menganggukkan kepalanya lalu pergi ke kamarnya.
Di tempat lain, Al yang sudah tertidur bersama dengan Queen di rumah kaca. Al terbangun di dini hari karena sebuah telepon yang berdering dari ponselnya. Al mengangkat telepon, dengan menjauhkan dirinya dari sisi Queen yang masih tertidur lelap. Al yang tidak ingin mengganggu, pergi keluar dari kamar kaca dan mulai berbicara.
"Ada apa? Jika ini bukanlah hal yang penting maka aku akan sangat marah." tanya Al dengan nada kesal.
__ADS_1
"Aku sudah mendapatkan informasi dari DNA sniper itu. Dan juga sudah mendapatkan dari pusat." Jawab Sam.
"Kau di mana?" tanya Al.
"Aku dengan Joy hampir tiba di vila mu." Jawab Sam.
"Baiklah aku tunggu di halaman depan." Jawab Al.
"Baiklah. Kami akan segera ke sana." Telepon mati.
Al kembali ke dalam rumah kaca dan mulai merapikan selimut yang digunakan untuk menyelimuti Queen. Queen yang terasa bahwa dirinya sedang di cium oleh Al untuk berpura-pura tidur. Al mencium kening Queen lalu berangkat pergi.
"Aku tidak akan pernah memaafkan orang yang telah menyakiti wanita ku. Aku pasti akan melindungi mu." Jawab Al setelah mencium Queen lalu berdiri dari tempat tidur dan berjalan keluar.
"Dia mau kemana?" tanya Queen dalam hati.
Al yang keluar dari rumah kaca, diam-diam di ikuti oleh Queen. Al duduk di taman bunga halaman depan villa.
"Apa yang di lakukan olehnya duduk di situ?" tanya Queen dalam hati yang melihat ya dari kejauhan.
" Sam? Joy? apa yang mereka lakukan di sini?" tanya Queen dalam hati yang bersembunyi dari kejauhan melihat hal itu.
Joy dan Sam berjalan ke arah Al duduk di taman.
"Kau lihat saja." Jawab Sam memberikan map pertama berisi informasi tentang seniper itu, tes DNA.
Sedangkan Joy memberikan map kedua yang berisikan informasi tentang seniper itu dari data badan intelijen.
"Cukup cepat juga." Jawab Al yang menerima berkas itu.
"Apa yang mereka bicarakan, aku harus mendekat." Jawab Queen dalam hati dengan perlahan-lahan mendekati mereka. Queen bersembunyi di balik jajaran batang bunga mawar yang menutupi.
"Jadi tes DNA itu menyatakan bahwa dia adalah sniper itu? Dan sniper itu adalah orang yang menjadi buronan Negara A yang telah menghianati negaranya sendiri karena telah bergabung dengan organisasi pembunuhan Gagak Hitam." Jawab Al yang membaca informasi sniper itu dengan singkat.
__ADS_1
"Iya. Makanya kami ingin melaporkan secara langsung kepadanya tentang apa yang telah kami dapatkan." Jawab Joy dan Sam.
"Kerja bagus."
"Tapi, kenapa orang gagak hitam mengincar Queen sampai seperti ini? Apakah ini tindakan Elena yang terus menerus kepada Queen. Karena ia selalu gagal, jadi ia meminta bantuan kepada Ayahnya?" tanya Al.
"Bisa saja itu yang terjadi. Siapa lagi yang akan melakukan itu jika bukan Ayah Elena yang memiliki kekuasaan seperti itu." Jawab Joy.
"Apakah kalian sudah mencari keberadaan sniper itu?" tanya Al.
"Kami sudah berusaha yang terbaik, tapi belum ada menemukan sniper itu." Jawab Sam.
"Lalu apa yang ingin kita lakukan? Karena itulah kami berdua langsung kemari untuk berdifusi kepadamu. Jika membutuhkan sesuatu sesuatu maka kami akan siap membantu." Jawab Sam lalu di Iyakan oleh Joy.
"Aku ingin data semua usaha yang dilakukan oleh keluarga Elena. Kita mulai dengan menghancurkan bisnis mereka." Jawab Al.
"Aku sudah mengumpulkan hal itu. Dan aku lihat mereka sudah setahun yang lalu berkerja sama dengan kita untuk proyek hiburan casino di kota C." Jawab Joy.
"Batalkan kontrak dengan mereka. Cari cela agar mereka yang salah bukan kita." Jawab Al.
"Lalu?" tanya Sam.
"Bisnis mereka bukan hanya ada satu casino di negara C. Aku mau seluruh casino yang di miliki oleh mereka di hancurkan. Buat mereka mengalami kerugian dalam sehari." Jawab Al.
"Lalu?" tanya Joy lagi.
"Lakukan kerjasama kita dengan beberapa bank yang sudah lama menjadi mitra kita untuk tidak memberikan bantuan peminjaman dengan mereka." Jawab Al.
"Oh satu lagi, aku ingin semua bisnis mereka. Semuanya mengalami kerugian. Aku ingin nama baik keluarganya hancur. Lakukan apa yang telah di lakukan oleh Elena kepada Queen. Jika dia pernah menculik Queen, maka culik dia. Jika dia pernah ingin menembak Queen dengan bantuan sniper handal, maka lakukan itu. Dan sebagai bonusnya adalah hancurkan penyokong ya." Jawab Al dengan tatapan tajam yang mengeluarkan aura membunuh.
"Kau sudah kembali seperti biasa ya." Jawab Sam dan Joy dengan saling memegang sisi bahu Al.
"Apakah ini Al yang aku kenal?" tanya Queen dalam hati mendengar apa yang di perintahkan oleh Al kepada Sam dan Joy dengan begitu sadis.
__ADS_1
Al memiliki ide yang menurut Queen adalah ide yang tidak memiliki hati.