
Al pergi membawa Queen ke sebuah restoran Tiongkok sesuai dengan anjuran orang-orang yang memberikan pendapat dan juga beberapa referensi yang di dapat dari internet. Al membawa Queen untuk memakan sebuah sup teratai yang bagus untuk perut.
"Bisa?" tanya Al kepada Queen untuk berjalan menuju masuk ke restoran.
"Bisa. Sudah tidak sakit lagi." Jawab Queen.
"Baguslah. Ayo kita keluar." Jawab Al.
Mereka berdua masuk ke dalam restoran dan pelayan menyambut mereka dengan membungkukkan badannya. Al sudah mereservasi pesanan untuk mereka.
"Tuan Al Selamat datang di restoran kami."
Al hanya memberikan senyuman kepada mereka.
"Silahkan ikut karyawan saya." Jawab sang manajer yang langsung berbicara dengan Al.
Al dan Queen masuk kedalam ruangan yang berada di luar di pinggir restoran. Dengan mengambil reservasi tempat duduk di situ akan memberikan sebuah fasilitas pemandangan yang dapat melihat hamparan laut juga gedung-gedung tinggi yang terlihat dari restaurant tersebut.
Lampu-lampu gedung kota menjadi hiasan yang begitu indah Jika dilihat dari kejauhan. Al sengaja memesan tempat beli untuk menjadi dinner yang mewah. Al juga sudah memesan seseorang yang bermain biola untuk menjadi iringan musik ketika mereka menikmati makanan.
Al yang menarik kursi dan mempersilakanku untuk mempersilahkan Queen duduk, Queen duduk dan membuka maskernya.
"Pantas saja, mereka memang pasangan yang cocok. Yang lelaki tampan dan wanita juga cantik seperti Barbie." Jawab para pelayan mengetahui Al adalah pelanggan tetap mereka.
"Kalian bekerja dengan baik jangan bergosip." Jawab Manajer.
"Baik bos."
Mereka kembali mengerjakan pekerjaannya setelah bergosip tentang kecantikan fisik yang tergambar dari wajah Queen.
"Bagaiman pemandangan ya?" tanya Al.
"Bagus. Dari mana mendapatkan referensi tempat seperti ini sejak tadi?" tanya Queen.
"Apa kau lupa dengan diriku yang bebas?" tanya Al.
"Menemukannya sendiri dari berkelana?" tanya Queen.
"Tentu, hampir seluruh negara ini sudah aku jelajahi setiap sudutnya. Jadi sangat mudah mencari referensi tempat-tempat yang bagus." Jawab Al.
__ADS_1
"Pantas saja. Jadi dari tadi mereka juga sudah mengenal mu?" tanya Queen.
"Begitulah. Mungkin ini sudah menjadi kunjungan ku untuk kesekian kalinya." Jawab Al.
"Oh." Jawab Queen.
"Oh ya aku langsung memesan makanan kamu bertanya apa yang ingin kamu pesan. Apakah tidak apa-apa?" tanya Al yang baru saja bertanya namun para pelayan sudah membawakan beberapa makanan untuk mengisi meja. Meja bunda yang memiliki 2 sisi kursi yang diduduki oleh Al dan Queen yang saling berhadapan. Meja yang di atasnya ada sebuah mawar yang terisi 3 buah pada gas kaca berwarna putih bening. Dan sebuah lilin pewangi beraroma mawar.
"Tuan pesannya." Jawab Pelayan yang mulai menata makanan di atas meja.
"Aku sudah memesan bubur teratai, sop teratai ikan tuna dan juga salad buah beserta desert bunga teratai." Jawab Al.
"Semua serba teratai?" tanya Queen yang heran.
"Iya. Karena ini adalah restoran Tiongkok yang terkenal tentang olahan teratai." Jawab Al.
"Aku belum pernah mencobanya." Jawab Queen dengan jujur karena ini adalah pertama kalinya iya menikmati makanan yang bahan olahan dasarnya adalah teratai.
"Cicipi lah, ini sangat bagus untuk kesehatan rahim, daya tahan tubuh, memperlancar aliran darah, mengurangi sakit kepala dan masih banyak lagi." Jawab Al.
"Benarkah?" tanya Queen.
"Iya. Makanlah." Jawab Al yang sedang mengelap sendok dan juga garpu. Lalu di berikan kepada Queen.
"Dia harus membersihkan hal itu lagi? apakah dia OCD?" tanya Queen dalam hati saat sedang memegang sendok dan garpu yang di berikan oleh Al.
"Makanlah jangan hanya di lihatin saja." Jawab Al
"Tentu saja. Aku akan menghabiskan jika memang enak." Jawab Queen.
Saat Queen akan memulai memakan tiba-tiba seseorang yang membawa biola berada di samping mereka dan memainkan biola yang mengeluarkan irama biola sebagai alunan musik menikmati makanan sambil melihat pemandangan.
Queen tidak terlalu memperdulikan iringan musik biola itu. Dia lebih tertarik dengan hidangan yang sedang dicuci olehnya ternyata sesuai dengan lidah milik ya. Queen dengan lahap makan satu persatu hidangan yang tersedia dengan begitu cepat. Al yang minat itu hanya tersenyum melihat Queen yang benar-benar lahap menikmati makan.
"Dia terlihat sangat menggemaskan ketika menikmati makanannya." Jawab Al dalam hati yang sejak tadi memperhatikan Queen makan namun membiarkan hidangannya tetap utuh.
"Apakah dengan melihat aku sejak tadi akan membuatmu kenyang?" tanya Queen yang sadar bahwa dirinya sudah tadi diperhatikan oleh Al.
"Melihat mu begitu lahap membuat ku bahagia." Jawab Al.
"Berhenti menggombal dan nikmati makanan yang ada di depan mu." Jawab Queen yang tiba-tiba menyuapi Al dengan satu sendok bubur.
__ADS_1
"Iya." Jawab Al yang menerima suapan itu dan mengangguk.
"Pelan-pelan." Jawab Al yang melihat ujung bibir Queen tertinggal makanan. Al mengelapnya dengan jari jempolnya. Dan kembali duduk di kursinya setelah spontan berdiri menyodorkan tangannya untuk menghapus sisa makanan di bibir Queen.
"Padahal kau bisa mengatakan saja dan biar aku yang melakukannya." Jawab Queen.
"Tidak apa. Aku menyukai hal ini saat melakukan ya." Jawab Al dengan tersenyum dan memasukkan jempolnya tadi ke mulutnya
"Ku fikir kau OCD akut. Ternyata tidak? Mes****m." Jawab Queen yang terlihat aneh.
"Tidak jika berhubungan dengan mu." Jawab Al.
"Ah sudahlah. Jangan ganggu aku makan." Jawab Queen yang tidak ingin memperpanjang percakapan yang pada akhirnya akan terdengar gombalan yang diberikan oleh Al.
"Ahhahha. kau begitu imut ketika sedang malu." Jawab Al.
Al memerintahkan pemain biola itu untuk memberhentikan alunannya. Dan sang pemain biola berhenti dan berpamitan pergi.
Al hanya menikmati beberapa suap sop dan meminum wine.
"Jangan sampai mabuk." Jawab Queen.
"Tidak. Ini hanya anggur putih. Sedikit saja." Jawab Al.
"Baguslah." Jawab Queen.
Pelayan datang kembali untuk mengambil piring-piring yang telah kosong makanan di atas meja. Mereka juga membawa hidangan penutup berupa desert.
"Kau benar-benar ingin membuat ku gemuk?" tanya Queen.
"Mau langsing atau gemuk yang terpenting itu adalah kamu." Jawab Al yang kembali menggoda dengan menyokong kepala dengan kedua tangan dan melihat Queen dari atas meja.
"Berhenti menggombal." Jawab Queen.
"Tentu saja tidak menggombal, memuji istri sendiri adalah hal yang baik dan harus di lakukan suami." Jawab Al dengan mudah nya.
"Kamu benar-benar player yang handal." Jawab Queen.
"Tidak, aku bukan playboy yang seperti kamu fikirkan Queen." Jawab Al.
"Oh benarkah? Berhenti menjadi orang lain, tetaplah menjadi diri sendiri dan berhenti menjadi orang yang berkata manis." tanya Queen dan memberikan peringatan kepada Al.
__ADS_1
"Kenapa bisa berkata seperti itu?" tanya Al.