Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 195


__ADS_3

"Kenapa kami harus menjawab pertanyaan mu?" tanya seseorang kepada Al.


"Pertama, apa yang kalian lakukan disini? Apakah sesuai dengan hipotesis yang aku fikirkan bahwa organisasi gagak hitam sudah melebarkan sayapnya kemari dan bergabung sebagai pembunuh internasional?" tanya Al kepada mereka dengan wajah yang serius.


"Bagaimana kau mengetahui itu dengan jelas?"


"Kau? Bagaimana bisa tau kami dari gagak hitam?" tanya seseorang.


"Siapa kau?"


"Jika sudah tau kenapa harus bertanya lagi?"


Al terdiam dan mendekati seseorang yang baru saja memberikan jawaban yang pasti kepadanya. Al mendekati lelaki itu.


"Sudah aku duga bahwa apa yang aku fikirkan benar." Jawab Al namun seseorang yang baru saja di dekati Al itu buang muka.


"Aku lihat kau benar-benar setia dan jujur, tidak seperti yang lainnya." Jawab Al tersenyum tipis dan kembali duduk di kursinya.


"Maaf tuan kami telat." Jawab pengawal yang baru saja datang.


"Siapa lagi dua orang ini?" tanya orang-orang yang telah di tangkap di dalam hati mereka masing-masing.


"Kalian datang tepat waktu." Jawab Al.


Dua pengawal itu langsung mengambil posisi berdiri di masing-masing samping Al yang duduk di kursi dan menghadap mereka yang telah di ikat oleh Al.


"Pertanyaan kedua, hmmm bukan pernyataan tapi sebuah saran lebih tepatnya. Jika kalian ingin hidup maka jadilah bagian anggota ku, tapi jika tidak maka tidak ada ampunan bagi kalian. Dan satu hal lagi, jangan ada penghianat karena jika itu terjadi jangan salahkan aku karena tidak memberikan sebuah pilihan." Ucap Al kepada mereka yang membuat sebagian dari mereka terdiam dan terdiam melihat ekspresi serius Al dan aura membunuhnya.

__ADS_1


"Kalian berdua sudah tau apa yang harus di lakukan bukan?" tanya Al kepada kedua pengawal.


"Kami mengerti bos." Jawab pengawal.


"Oke. Aku akan pergi dari sini." Jawab Al kepada kedua pengawalnya dengan berjalan menuju sepeda motor dan dengan cepatnya sudah meninggalkan tempat itu.


Al pergi menuju sebuah bar yang ingin ia datangi untuk menemukan sebuah informasi. Sedangkan kedua pengawal bertugas membereskan mereka.


"Aku menyarankan kalian untuk menuruti apa yang di katakan bos karena kalian juga tidak akan rugi jika mengikutinya. Dan jangan mengira dia lemah karena tidak membunuh kalian, hanya saja dia selalu menghargai sebuah nyawa manusia. Bagi dirinya nyawa seseorang sangat berharga dari hal apapun di dunia ini dan dia tidak akan pernah membunuh seseorang tanpa alasan yang kuat. Jadi tidak ada alasan kalian untuk menolak tawaran baik yang diberikan olehnya." Jawab salah satu pengawal.


"Kalian juga sudah lihat bagaimana kemampuan dia bertarung. Dan juga aura menekan yang kalian rasakan sendiri. Bukankah kalian sudah menguji siapa bos yang ingin kalian ikuti itu? Dia bukan orang biasa yang bisa di ikuti orang dengan begitu saja. Kalian termasuk orang yang beruntung bisa bertemu dengannya. Tapi aku menyarankan kalian untuk mengikuti apa yang di tawarkan oleh bos tapi dengan syarat kalian jangan bertanya siapa dia, karena pada akhirnya kalian akan mengetahui itu dengan sendirinya. Lagi pula jika kalian menerima tawaran itu kalian tidak perlu untuk bersusah payah kerja seperti ini. Kalian masing-masing akan di pekerjaan di tempat yang sesuai dengan kemampuan kalian." Jawab pengawal satu lagi.


"Bagaimana jika bos kami terdahulu mengetahui bahwa kami berkhianat? Bukankah kami juga akan mati terbunuh olehnya?" tanya seseorang yang bertanya kepada pengawal. Seseorang itu adalah orang yang di tangi oleh Al tadi.


Mereka terus bernegosiasi kepada kedua pengawal yang pada akhirnya mereka memilih tawaran dari Al. Para pengawal melepaskan mereka dari ikatan itu, namun sayangnya ada 4 orang yang setelah ikatannya telah di buka memilih untuk memberontak sehingga mau tidak mau pengawal itu menghabisi mereka dengan babak belur tanpa membunuhnya.


Yang lain melihat rekannya di hajar habis-habisan, mereka sangat beruntung memilih tawaran Al dari pada memberontak seperti rekannya. Dan mereka melihat kemampuan kedua pengawal sehingga membuat mereka lebih yakin atas keputusan itu.


Sementara Al yang berada di dalam bar mendatangi seseorang perempuan yang sebenarnya adalah agen informasi di wilayah itu. Al memberikan uang yang cukup untuk wanita itu dan ia menjawab semua pertanyaan dari Al. Semua hal yang ingin di ketahui oleh Al di dapat darinya.


Setelah dari bar, Al kembali ke rumah dan kedua pengawal memberikan ponsel kepada Al karena Joy menelpon ( lihat episode 193).


..........


"Jadi begitulah ceritanya. Aku mendapatkan informasi dari Joy tentang apa yang ingin aku selidiki. Dan sepertinya Joy tidak dapat menyelidiki tempat itu dengan sendirinya. Makanya aku harus pulang. Dan Joy berpesan bahwa hal ini ada kaitan dengan mu sangat erat." Jawab Al yang menjelaskan kepada Queen di dalam kamar.


"Jadi kapan kita akan kembali?" tanya Queen.

__ADS_1


"Malam ini, Joy sudah memesankan tiket kita." Jawab Al.


"Lakukan apa yang sudah di rencanakan. Aku akan mengatakan kepada Ayah dan Mama nanti." Jawab Queen yang berdiri dan ingin keluar dari pintu kamar.


"Kau setuju?" tanya Al yang memegang tangan Queen sehingga wajah mereka berdekatan.


"Iya. Tapi pergilah mandi dan gosok gigi dengan baik. Kau bau Alkohol. Aku akan pergi mengambilkan pereda mabuk." Jawab Queen.


"Aku tidak mabuk, aku hanya meminum satu gelas saja ketika di bar." Jawab Al yang membela dirinya.


"Aku mengerti." Jawab Queen yang melepaskan tangan Al.


Al yang mengikuti perkataan Queen dan Queen memberikan pereda mabuk kepada Al. Setelah itu, mereka pergi ke ruang tamu untuk makan siang. Dimana Bram dan Stella sudhs berada di meja makan.


Setelah selesai makan siang, Queen mulai membuka topik di meja makan.


"Ayah, mama. Ada yang ingin Queen sampaikan." Jawab Queen.


"Apa itu sayang?" tanya Stella.


"Queen dan Al tidak bisa berlama-lama di sini, tidak sesuai dengan rencana awal." Jawab Queen.


"Kenapa?" tanya Bram.


"Ini lebih ke urusan kuliah Queen, ada beberapa pekerjaan perkuliahan yang harus Queen perbaiki. Queen baru saja mendapatkan kabar bahwa 3 hari lagi Queen harus ke kampus untuk bertemu dengan beberapa dosen agar menyelesaikannya. Dan di sisi lainnya, Al mendapatkan panggilan bahwa dia malam ini segera kembali ke Boyalia." Jawab Queen.


"Iya mama, Ayah. Tapi aku sudah mengatakan kepada Queen untuk tinggal lebih lama saja disini dan membiarkan aku pulang dulu, tapi Queen adalah istri yang baik. Dia tidak ingin meninggalkan aku sendiri." Jawab Al membantu sehingga Queen terkejut atas ucapannya.

__ADS_1


"Hahahha. Tidak apa-apa, ayah sangat senang kalian satu sama lain saling menghargai dan juga kalian bisa kapan saja kembali kemari. Jadi kami tidak apa-apa, bukan begitu sayang?" tanya Bram kepada Stella .


"Tentu." Jawab Stella tersenyum.


__ADS_2