Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 61


__ADS_3

Queen yang melanjutkan membaca buku terakhir dari karya sang ayah.


"Untuk hari ini sepertinya cukup, besok aku akan melanjutkan lagi." Jawab Queen dalam hati sambil menutup sampul buku terakhir yang sudah selesai dibaca olehnya.


Queen langsung menyusun buku dengan rapi di meja tersebut dan berjalan menuju pintu keluar perpustakaan. Al yang tadi tidak sengaja melihat Queen yang sedang serius membaca tidak ingin mengganggunya dan hanya mengambil satu buah buku yang memang menjadi alasan Al masuk ke dalam perpustakaan.


Al yang mengetahui hal itu hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan perpustakaan. Al sengaja pulang cepat hari ini dan kembali ke kampus dengan identitas lain yaitu Altezza. Al menggunakan mobil sport berwarna putih dan mempakirkan mobilnya di depan pintu gerbang kampus.


Menggunakan jas hitam dan kemeja putih dengan dasi hitam yang sangat menawan penampilannya. Rambut yang di kucir satu dengan menyisihkan sedikit rambut di kanan kiri dahi sebagai poni. Menggunakan aksesoris kaca mata hitam, jam tangan mahal, sepatu kulit edisi terbatas dan pin dasi yang harganya fantastis. Al menunggu Queen keluar dari kampus dengan berada di dalam mobil sportnya.


Karena tidak sabar menunggu Queen yang masih di dalam perpustakaan, Al memasuki kampus dengan mobil mewah itu sehingga membuat orang menjadi heran. Mata semua orang menuju ke arah mobil Al.


Al mempakirkan mobilnya lalu keluar dari mobil dengan berjalan ke arah parkiran sepeda. Al masih melihat sepeda Queen yang terparkir di parkiran.


"Wanita itu di mana? Apa mungkin masih di perpustakaan?" tanya Al dalam hati dengan melihat sepeda Queen masih di parkiran.


Sementara Queen yang sudah keluar dari Perpustakaan berjalan menuju ke tempat parkir sepeda yang diletakkan olehnya tadi pagi. Al yang membalikkan badannya untuk pergi ke perpustakaan menjadi terhenti ketika ia melihat bahwa sosok wanita yang ingin di jemput sudah berada di depan matanya. Queen berjalan ke arah Al yang juga berjalan menuju Queen.


"Kenapa kau di sini?" tanya Queen.


"Yang di tunggu akhirnya tiba." Jawab Al


Mereka berdua memberikan kalimat pertemuan sebagai kalimat sapaan bersama-sama.


"Ikut aku!" Jawab Al dengan langsung menggandeng tangan Queen dan menariknya berjalan menuju ke mobil yang di parkir olehnya di parkiran. Queen yang terkejut karena ditarik begitu saja oleh Al tidak dapat melawan hingga tiba di depan mobil.


"Masuklah!" jawab Al yang membukakan pintu mobil untuk Queen.


"Kita mau kemana?" tanya Queen.


"Ikut saja dulu." Jawab Al dengan langsung mendorong sedikit Queen untuk masuk ke dalam mobil dengan lembut.


Tindakan ini dilihat oleh Elena dan Yosi yang saat itu mereka berdua ingin masuk ke dalam mobil Elena. Yosi dengan cepat memotret adegan Queen yang ditarik oleh Al hingga saat mereka masuk ke dalam mobil mewah.


"Lihat! Apa yang dilakukan wanita itu?" tanya Yosi yang lebih pertama kali mengetahui Queen sedang ditarik oleh Al.

__ADS_1


"Queen? Bersama dengan pria mana dia?" tanya Elena.


"Entahlah, aku juga tidak mengetahui. Tapi lebih baik aku memfotonya." Ucap Yosi yang saat itu memang sedang memegang ponselnya.


"Laki-laki itu menggunakan jas yang tidak asing menurutku dan juga semua barang-barang yang dipakainya seperti aku pernah lihat di sebuah majalah." Jawab Elena sedang berfikir saat melihat semua hal yang dipakai oleh Al. Dari jas, sepatu, jam tangan, kaca mata dan semuanya.


"Maksud mu barang mewah?" tanya Yosi.


"Iya. Apa jangan-jangan?" tanya Yosi dan Elena bersama saling memandang satu sama lain.


"Foto terus." Jawab Elena yang memerintahkan Yosi dan memalingkan wajahnya kembali melihat adegan Queen yang di diperintahkan maksud oleh Al ke dalam mobil.


"Akan menjadi berita yang sangat bagus ini." Jawab Yosi.


"Pemikiran mu sama dengan ku." Jawab Elena dengan tersenyum licik.


Yosi dan Elena sudah mendapatkan beberapa foto yang dipotret oleh mereka langsung saat melihat adegan Al yang menjemput Queen.


Sementara Queen dan Al yang masuk ke dalam mobil Al akan segera pergi.


"Tidak perlu." Jawab Queen yang langsung mengambil tali sabuk pengaman untuk di lingkarkan ke tubuhnya.


Al langsung memundurkan mobilnya untuk mengambil posisi melaju meninggalkan parkiran mobil dan berjalan keluar dari arena kampus.


Queen melirik sedikit laki-laki yang berada di sampingnya dengan penampilan yang seperti itu.


"Kenapa lelaki ini berpenampilan seperti...." ucap Queen dalam hati.


"Sebelum ke tempat utama, aku akan membawamu dulu ke butik dan salon." Jawab Al yang memecahkan keheningan.


"Untuk apa?" tanya Queen.


"Kau akan tahu setelah itu. Jadi aku mohon kerjasamanya." Jawab Al yang tersenyum manis.


"Kau mengatur ku?" tanya Queen.

__ADS_1


"Tidak. Aku meminta tolong kepada mu." Jawab Al.


"Meminta tolong?" tanya Queen.


"Lihat berkas yang ada di depan mu." Jawab Al menunjukkan sebuah berkas. Queen langsung membacanya dan melihat dengan mata terbelalak.


"Bagaimana? Apakah bisa mengikuti kemauan ku hari ini?" tanya Al.


"Baiklah. Tapi ingat, serahkan sisanya." Jawab Queen meletakkan berkas itu.


"Oke." Jawab Al dengan tersenyum.


"Sudah aku duga, aku tidak akan mudah untuk menaklukkan sebelum aku memiliki sesuatu yang dapat membuat dia tunduk." Jawab Al dalam hati dengan melirik Queen sekilas.


Setengah jam perjalanan, mereka tiba di sebuah salon wanita.


"Selamat datang tuan Al," ucap seseorang wanita yang menyambut kedatangan Al bersama dengan Queen yang baru saja keluar dari mobil.


"Seperti yang aku katakan. Lakukan itu." Jawab Al kepada wanita itu.


"Baik tuan. Nona silahkan masuk bersama dengan tuan Al ke salon kami." Jawab wanita itu membukakan pintu.


Sampai di dalam salon dengan ruangan interior salon yang VIP. Pertama masuk ada sofa tempat tunggu orang-orang yang mengantarkan para wanita untuk melakukan salon. Jajaran kursi untuk memotong rambut dan menata rambut. Jajaran kursi untuk makeup. dan yang lainnya.


"Tuan silahkan tunggu, kami akan segera selesai." Jawab nya.


Di dalam salon itu tidak ada sama sekali pengunjung selain Queen dan Al. Selebihnya yang ada di dalam hanyalah beberapa orang karyawan yang bekerja di salon itu.


Al hanya menganggukkan kepalanya dan duduk di sofa itu lalu mengambil sebuah majalah untuk dibaca olehnya. Al menunggu dengan sabar sambil membaca majalah-majalah yang di sediakan di atas meja depan sofa.


"Nona Queen, silahkan ikut dengan kami." Jawab beberapa wanita yang mempersilahkan Queen untuk mengikuti mereka.


Sementara wanita itu membawa Queen di sebuah ruangan yang ditutup oleh dinding terpisah dari Al yang menunggu. Queen mengikuti mereka masuk ke ruangan.


"Haruskah ke salon seperti ini? Ini untuk pertama kalinya aku ke tempat seperti ini." Jawab Queen dalam hati melihat sekitar yang asing baginya.

__ADS_1


__ADS_2