Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 34


__ADS_3

Setelah jam perkuliahan Al selesai, mereka melanjutkan jam perkuliahan berikutnya dengan durasi 30 menit istirahat. Saat istirahat itu, Queen memilih untuk tidur di kelas. Sedangkan Fiona yang tidak berhasil membujuk Queen untuk ke kantin pergi sendiri membeli makanan ke kantin dan berniat membawakan Queen makanan juga.


Elena dan Yosi sedang sibuk berbicara tentang lipstik yang digunakan oleh Elena hari ini. Saat mereka berdua asyik membicarakan hal itu, ponsel Elena berdering dengan layar ponsel menunjukkan nomor baru.


"Sebentar aku angkat dulu." Jawab Elena kepada Yosi.


"Oke " Jawab Yosi.


"Siapa?" tanya Elena.


"Nona, kami sudah menemukan 3 orang itu." Jawab suara dari ponsel.


"Kalian jemput aku di kampus. Aku akan kesana. " Jawab Elena.


"Baik Nona, supir Anda akan segera ke sana. Kami akan menunggu anda tiba."


"Oke. Kalian jaga 3 orang itu baik-baik. Aku akan segera ke sana." Jawab Elena.


"Oke."


Elena yang menerima panggilan itu langsung menyimpan ponselnya di tas dan berjalan pergi meninggalkan kelas.


"Kau mau kemana Elena?" tanya Yosi yang melihat Elena sedang memakai tasnya dan berjalan akan pergi.


"Aku ada sedikit urusan. Kau amankan absen kelas ku hari ini." Jawab Elena.


"Tapi?" tanya Yosi yang tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan awal.


"Ayah menyuruh ku pulang. Jadi aku serahkan absen kelas dengan mu." Jawab Elena.


"Oke. Aku akan meminta izin kepada dosen nanti." Jawab Yosi.

__ADS_1


Elena yang pergi berjalan menuju ke pintu keluar kelas sambil melihat Queen yang sedang tertidur di atas meja.


"Aku akan segera mengetahui apa yang sebenarnya terjadi beberapa hari yang lalu." Jawab Elena dalam hati yang menghentikan langkahnya sambil melihat Queen dari dekat.


Elena melanjutkan langkahnya dan meninggalkan kelas menuju ke tempat yang di tuju olehnya. Supir yang menjemput Elena sudah tiba dan mereka pun pergi.


Membutuhkan beberapa menit, Elena tiba di sebuah gudang tua yang tidak berpenghuni. Elena diantar sopir masuk ke dalam gudang. Suasana 1 orang yang sedang berdiri di hadapannya 3 orang yang sedang di ikat dan didudukkan di atas kursi.


"Nona sudah tiba." Jawab pria yang berdiri. Pria yang menelpon Elena tadi.


"Bagaimana?" tanya Elena.


"Mereka mengatakan bahwa mereka telah dikurung oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya sehingga mereka tidak dapat kabur beberapa hari ini. Itulah mengapa kita tidak menemukan mereka dimanapun."


"Aku mengerti." Jawab Elena.


Pria itu langsung mengambil kursi dan Elena duduk di kursi yang sudah disediakan oleh bawahannya itu. Kursi yang menghadap ke 3 pria itu


"Saat itu kami sudah menunggu di depan gerbang kampus untuk menculik target. Kami mengikuti target sehingga mendapatkan kesempatan untuk menculiknya di tempat yang sepi. Saat itu kami sudah berhasil membawanya ke dalam mobil. Namun kami tidak menyangka dia dapat menyalahkan kami bertiga dengan begitu mudah. Saat itu dia telah kabur tanpa kami ketahui. Dan saat itu kami semua tidak sadarkan diri." Jawab pria di kiri.


"Dan saat kamu membuka mata sudah berada di sebuah ruangan yang tidak kami ketahui. Saat itu kami bertemu dengan dua orang pria yang mengintrogasi kami. Pria itu mengatakan kepada kami untuk memberi tahu siapa yang telah memerintahkan kami. Tentu saja kami tidak mengatakan tentang anda." sambung pria yang di tengah.


"Iya nona, kami tidak memberitahukan mereka sama sekali tentang perintahnya dan juga tentang geng Ayah Anda. Kami terus di introgasi beberapa hari ini, seperti yang kamu lihat tentang kondisi kamu yang sudah babak belur akibat tidakkah mereka yang terus mengintrogasi kami. Dan setelah beberapa hari mereka tidak mendapatkan informasi ini karena kami bertahan menyimpannya. Kami di lepaskan mereka di jalanan sepi tadi malam." Jawab Pria di kanan.


"Iya nona, aku juga menemukan mereka di sekitar jalan itu. Kodisi saat aku menemukan mereka sangat menyedihkan. Mereka hanya menggunakan pakaian dalam dan mata mereka di tutup kain hitam." Jawab Pria yang berdiri di samping Elena.


"Siapa mereka?" tanya Elena.


"Entahlah nona, sepertinya mereka adalah orang yang tidak boleh kita singgung. Dan pesan mereka adalah jangan pernah mengganggu wanita itu lagi.."


"Jadi mereka berkaitan dengan Queen?" tanya Elena.

__ADS_1


"Entahlah Nona, tapi sebelum Queen menyalahkan kami bertiga. Queen sudah mengetahui bahwa yang menculiknya adalah orang suruhan Nona."


"Queen mengetahui hal itu?" tanya Elena terkejut.


"Iya nona. Jika mereka adalah orang suruhan Queen, tentu saja mereka tidak akan bersusah payah mengintrogasi kami. Karena Queen sudah mengetahui hal ini."


"Benar yang kamu katakan itu. Pantas saja dia mengatakan hal itu kepada ku." Jawab Elena.


"Dan kau, benarkah informasi tentang identitas ya itu bahwa tidak ada berkaitan seni bela diri?" tanya Elena.


"Iya nona, aku sudah mencari tahu dengan detail bahwa Sella Queen tidak pernah melakukan pembelajaran seni beladiri apapun." Jawab pria yang berdiri.


"Ini aneh, apa mungkin ada orang yang tiba-tiba bisa berubah?" tanya Elena dalam hati.


"Apakah mungkin karena sebuah kecelakaan dapat mengubah kepribadian orang?" tanya Elena lagi kepada mereka.


"Kemungkinan 1% nona, karena sejak awal latar belakangnya tidak pernah belajar seni bela diri. Dan menurut dari pengamatan aku berdasarkan pengakuan mereka bertiga, Queen sudah menguasai seni beladiri yang sangat hebat. Buktinya mereka bertiga bukanlah orang yang mudah untuk dikalahkan. Tapi mereka bertiga dapat dikalahkan oleh seorang wanita yang bahkan tidak memiliki latar belakang belajar seni bela diri."


"Yang kau katakan memang benar dan ingin yang sangat aneh jika terlalu dipikirkan." Jawab Elena.


"Nona, kami sarankan untuk tidak mengganggu wanita itu lagi karena jika itu sampai terjadi mungkin bukan hanya nona yang terkena, namun juga Ayah anda." Jawab 3 laki-laki itu bersama-sama.


"Aku tidak peduli, selama ini tidak ada orang yang menindas aku sampai seperti ini." Jawab Elena harga dirinya yang sudah di coret oleh Queen.


"Nona, sepertinya aku setuju dengan mereka bertiga bawah ini tidak sesederhana yang kita fikirkan. Lebih baik, Anda fikirkan lagi dengan baik-baik." Jawab Elena.


"Kau, bunuh mereka sesuai dengan peraturan geng kita bahwa jika tidak menyelesaikan misi dengan baik maka nyawa taruhannya." Jawab Elena yang berdiri dan memerintahkan kerja yang ada di sampingnya untuk membunuh 3 orang itu.


"Tapi nona mereka bertiga adalah..." Ucap pria itu mengingat Elena.


"Lakukan saja yang aku katakan dan serahkan sisanya kepada ku. Aku akan memberitahu Ayah tentang apa yang terjadi. Dan Aku yakin bahwa ayah akan menyetujui keputusanku ini." Jawab Elena.

__ADS_1


"Baik nona." Jawabnya.


__ADS_2