Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 81


__ADS_3

Queen yang sudah selesai membersihkan dirinya langsung tertidur karena terlalu lelah. Di pagi hari yang cerah, seperti biasanya Queen bangun tepat waktu dan sudah siap untuk segera berangkat ke kampus.


Queen keluar dari lift di arena parkir. Queen berjalan ke arah sepeda yang telah dipakai olehnya di parkiran dengan berdekatan pada sepeda motornya.


Saat Queen ingin menggosok sepedanya tiga kali dayungan, Queen memberhentikan dan turun dari sepeda. Queen memeriksa ban sepeda yang telah kempes/bocor.


"Hmm, sepertinya hari ini tidak bisa mengendarai sepeda." Jawab Queen dalam hati.


Menuntun sepedanya kembali ke tempat parkiran dan meninggalkan sepedanya di samping sepeda motor miliknya. Queen tidak ingin mengendarai sepeda motor itu ke kampus. Hari ini, Queen pergi ke kampus dengan berjalan kaki.


"Untung saja masih lama lagi masuk les pertama." Jawab Queen dalam hati melihat jam tangan yang di pakai olehnya.


Queen yang tiba di gerbang kampus berjalan menuju kelas namun banyak mata yang sedang memandangnya dengan tatapan aneh. Mereka kebanyakan melihat handphone sambil melihat dia sedang berjalan.


"Aku merasa mereka sedang memperhatikan aku?" tanya Queen dalam hati namun tetap berjalan tanpa ekspresi bingung, ramah ataupun sedih. Queen tetap memberikan ekspresi datar dengan percaya diri berjalan menuju ke kelas.


Masih sampai ini depan pintu kelas, tiba-tiba Fiona langsung menarik tangan Queen untuk duduk bersama dengannya cepat-cepat. Dan para teman kelas mereka sedang berbisik-bisik sambil melihat Queen.


"Queen kau sudah melihat grup kampus?" tanya Fiona.


"Grup kampus?" tanya Queen yang tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh pilihan.


"Pantas saja. Lihat ini? Apakah ini benar?" tanya Fiona memberikan berita itu kepada Queen dari ponselnya. Queen membaca berita itu dan melihat foto yang telah tertera pada cerita tersebut.


"Siapa yang menyebarkan?" tanya Queen


"Tidak tahu, kami semua mendapatkan berita itu secara pribadi dan juga di grup kampus." Jawab Fiona yang sudah melihat situasi yang terjadi di tentang berita ini.


"Siapa yang melakukan ini?" tanya Queen dalam hati sambil memberikan ponsel milik Fiona.


"Jadi ini alasan mereka yang sejak tadi melihatku dengan intens?" tanya Queen.


"Begitulah. Sepertinya berita ini sudah tersebar ke seluruh kampus." Jawab Fiona.


"Queen bagaimana ini? Kau tidak apa-apa? Jangan memikirkan hal ini, aku percaya kepada mu. Dan sepertinya aku melihat foto kedua ini adalah tuan Zaki. Walaupun terlihat dari samping saja tanpa keseluruhan tapi aku yakin ini tuan Zaki karena plat mobil yang terlihat itu adalah milik kakek John Abraham." Jawab Fiona yang telah menyimpulkan isi berita tersebut.


"Tidak apa-apa. Tenanglah. Sekarang fokus saja dengan jam pertama perkuliahan." Jawab Queen dengan tetap tenang.

__ADS_1


"Wanita ini selalu membuat khawatir, tapi ekspresi wajahnya selalu tenang. Terkadang aku tidak mengerti apa yang sebenarnya dia rencanakan." Jawab Fiona dalam hati.


Grace masuk untuk mengajar mata kuliah pertama ini, Grace yang baru saja masuk langsung matanya tertuju ke arah Queen dan Memulai pembelajaran tanpa mengabsen seperti biasanya. Grace menyampaikan materi pada presentasinya hari ini jam mata pelajaran selesai.


"Maaf aku lupa mengabsen kalian, jadi aku akan mengabsen sebelum kelas ini berakhir." Jawab Grace dengan memulai memanggil nama-nama yang ada di absen satu per satu.


Selesai memanggil seluruh nama, Grace membereskan barang-barangnya di meja.


"Oh ya, Queen ikut saya ke ruang dekan. Dekan ingin bertemu dengan mu." Jawab Grace.


"Keluarkan saja dia dari kampus ini Bu."


"Ia, keluarkan saja. Mencoreng nama baik kampus saja."


"Dasar wanita murahan."


"Stop. Jangan berbicara apapun lagi, biar pihak kampus yang mempertanyakan hal ini lebih jelas. Kalian jangan menghakimi sendiri." Jawab Fiona yang baru pertama kali berani mengucapkan kalimat dengan suara keras.


"Iya. Kalian tenanglah. Queen ikut aku." Jawab Grace.


"Iya." Jawab Queen.


"Aku tidak apa-apa." Ucap Queen.


"Aku ikut dengan mu. Aku akan menemanimu." Jawab Fiona.


"Terserah." Jawab Queen dengan memakai tasnya lalu berjalan mengikuti Grace menuju ke ruang dekan. Fiona juga mengikutiku dari belakang hingga di depan ruang dekan.


"Masuklah." Jawab Grace yang masuk lebih dulu kedalam ruang dekan.


"Pak aku membawa Queen menghadap mu " Jawab Grace kepada dekan.


"Yang mana bernama Queen?" tanya Dekan saat melihat ada dua orang mahasiswi yang ikut dengan Grace masuk ke dalam kantor.


"Fiona apa yang kau lakukan di sini?" tanya Grace.


"Aku akan memberikan kesaksian bahwa Queen bukanlah orang yang seperti itu " Jawab Fiona.

__ADS_1


"Baiklah, kalian semua duduk." Jawab Dekan.


Mereka semua duduk di sofa ruang dekan.


"Jadi apa yang membuat saya harus menghadap anda pak?" tanya Queen.


"Queen kau seharusnya sudah mengetahui bahwa kau adalah mahasiswi jalur prestasi masuk ke kampus ini. Tapi yang telah kau lakukan dengan kehidupan pribadi mu yang mengikat kampus ini?" tanya Dekan.


"Bukan kah seharusnya anda bertanya lebih dulu, apakah berita itu memang benar atau tidak?" tanya Queen.


"Queen bersikap sopan kepada Dekan jangan berbicara seperti itu." Jawab Grace.


"Lalu kalian semua langsung menyimpulkan dan menghakimi aku bahwa apa yang telah diberitakan pada berita itu adalah benar?" tanya Queen


"Bisakah kau memberikan penjelasan tentang berita itu?" tanya Dekan.


"Bukannya percuma jika akan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya ketika kalian sudah menyimpulkan apa yang dilihat dari cerita tersebut?" tanya Queen.


"Kau bersikaplah sopan kepada dekan " Jawab Grace.


"Maaf saya potong. saya sudah berteman dengan Queen sejak pertama bergabung di kampus ini. Jadi saya yakin bahwa Queen bukanlah wanita yang seperti diberitakan itu." Jawab Fiona.


"Tapi bukti nyata bahwa wanita itu jelas-jelas adalah wajah Queen." Jawab Dekan.


"Aku tidak mengetahui lebih jelas tentang foto pertama. Namun, foto kedua aku mengetahui bahwa orang itu bukanlah sugar Daddy. Tapi lelaki di dalam foto itu bernama Zaki, sekertaris dan kepercayaan kakek John Abraham." Jawab Fiona.


"Zaki? Kakek John Abraham?" tanya Grace yang tiba-tiba terkejut.


"Kenapa dia bisa mengenal lelaki itu? Apa hubungannya? Dan kenapa kau yang menjelaskan?" tanya Dekan.


Queen menghentikan Fiona yang ingin menjawab pertanyaan dari dekat dengan tangan Fiona untuk memberikan kode.


"Apa hubungannya kau dengan mereka?" tanya Grace.


"Jika kalian sudah menyimpulkan sendiri tanpa mencari tahu apa yang telah terjadi maka silakan lakukan sesuai dengan aturan yang berlaku di kampus ini. Aku akan menerimanya." Jawab Queen.


"Kau?" tanya Dekan dengan sedikit emosi.

__ADS_1


"Jawab saja pertanyaan Dekan." Jawab Grace yang sebenarnya juga penasaran tentang hubungan Queen dengan John Abraham.


__ADS_2