
Queen yang melihat isi kulkas yang berada di dalam rumah sudah tidak ada bahan makanan apapun lagi. Mungkin ini dikarenakan ada beberapa bahan makanan yang ditanam sendiri oleh Bram dan Stella. Namun tetap saja, Queen ingin memakan sesuatu yang tidak didapatkan olehnya dari tanaman maupun di dalam kulkas.
"Sayang mau kemana?" tanya Stella.
"Ma, aku ingin makan buah kiwi yang ditabur di atas puding. Ingin ikan salmon yang di buat untu sushi dan juga es cream durian." Jawab Queen yang sudah bersiap ingin pergi ke swalayan.
"Jadi mau pergi ke swalayan?" tanya Stella.
"Iya, mama ikut ya karena aku tidak tahu tempat ini." Jawab Queen.
"Bukan mama tidak ingin ikut hanya saja mama tidak bisa meninggalkan gudang. Bagaimana jika di sore hari setelah Al pulang. Kalian pergi berdua ke pasar?" tanya Stella.
"Ya sudah aku sendiri saja ma pergi ya. Aku sudah memesan taksi online." Jawab Queen.
"Oke. Beritahu Al kamu di mana dan juga kabarin mama jika sudah sampai di sana. Lagian dari sini tidak jauh dari kota. Langsung saja di mall. Karena jika mencari di pasar tidak ada es cream. Sekalian juga jalan-jalan." Jawab Stella.
"Oke ma." Jawab Queen yang bersalaman dan juga mencium pipi kanan dan pipi kiri Stella sebelum berangkat pergi.
Stella yang mengantarkan Queen pergi dan melihat Queen masuk ke dalam taksi online yang sudah menunggu di depan rumah.
"Anak ini benar-benar seperti bukan Queen yang aku kenal selama ini. Atau memang dia sudah berubah semakin lebih dewasa. Aku tadi hanya sengaja menolak keinginannya untuk pergi karena biasanya Queen tidak akan pernah berani pergi untuk sendiri. Tapi kali ini dia berani pergi sendirian." Jawab Stella dalam hati yang mulai mencurigai tentang Queen yang telah banyak berubah.
Queen yang tidak menyadari hal itu hanya bersikap biasa saja sesuai dengan kebiasaannya. Queen pergi ke mall dengan membutuhkan waktu 1 jam perjalanan. Kebun anggur yang dimiliki oleh keluarga Stella berada di atas bukit negara C. Jika ingin ke kota maka akan turun bukit dengan waktu yang tidak terlalu lama, hanya membutuhkan waktu satu jam.
Queen menikmati perjalanannya sendiri mencari apa yang ingin ia makan dan juga apa yang ingin ia beli. Queen pertama-tama pergi ke supermarket yang berada di mall besar pada lantai 1. Queen membeli segala kebutuhan yang bisa memenuhi kulkas rumah Stella dan juga Bram.
__ADS_1
"Bisakah anda menunggu saya belanja? Saya hanya setengah jam saja belanja." Jawab Queen kepada supir.
"Baik nona." Jawabnya.
Queen meminta bantuan karyawan untuk membawakan belanjaan yang telah dibayar oleh keluar dan meletakkan pada taksi. Queen meletakkan semua belanjaan ke dalam taksi. Di tempat duduk belakang taksi sudah penuh dengan belanjaan Queen. Begitu juga dengan bagasi taksi.
"Nona bagaimana kau akan masuk?" tanya supir itu karena melihat belanjaan yang dibeli oleh Queen seperti belanja untuk stok selama sebulan penuh.
"Tolong bapak antarkan seluruh belanjaan ini ke alamat tadi." Jawab Queen kepada supir
"Maksudnya saya hanya mengantarkan semua belanjaan ini sedangkan anda tidak ikut bersama dengan saya?" tanya supir.
"Iya. Saya masih ingin belanja lagi. Jadi berapa biaya ongkos kirimnya?" tanya Queen.
"Saya pasti akan mengantarkan belanjaan anda ke rumah dengan baik. Terimakasih nona." Jawab supir taksi kepada Queen.
"Ini bisa menjadi uang masuk saya karena tanpa menggunakan aplikasi saya bisa mengambil ongkos yang nona berikan ini hanya untuk saya bukan pembagian dari aplikasi ke saya. Dengan begitu saya bisa mengantarkan anak saya untuk pergi mengecek kondisinya ke rumah sakit." Jawab supir taksi.
"Sama-sama. Ini rezeki anak bapak, saya doakan juga semoga anak bapak segera sembuh." Jawab Queen tersenyum melihat wajah bahagia supir taksi itu kepadanya.
"Sekali lagi terimakasih nona." Jawab Supir taksi kepada Queen lalu pergi mengantarkan belanjaan itu.
Ternyata, saat dalam perjalanan mengantarkan Queen ke kota. Supir taksi itu mendapatkan sebuah telepon dari sang istri. Anak mereka sakit namun hanya mengkonsumsi obat biasa. Belum ada pemeriksaan menyeluruh ke rumah sakit. Sang istri memberikan kabar bahwa sang anak suhu badannya mulai tinggi lagi.
Queen yang tidak sengaja mendengarkan percakapan mereka yang tidak bisa memeriksakan anaknya ke rumah sakit karena terhalang biaya. Mendengarkan hal tersebut, Queen dengan sengaja memerintahkan sopir taksi itu untuk menunggunya belanja dengan memberikan uang tunggu.
__ADS_1
Dan setelah uang tunggu itu, Queen juga meminta bantuan sopir taksi itu untuk mengantarkan belanjaan kerumah. Karena tidak perlu lagi Queen menyewa menggunakan aplikasi sewa taksi online. Dengan begitu supir taksi bisa mendapatkan keseluruhan penghasilan tambahan tanpa harus membayarnya pada aplikasi.
Queen sengaja melakukan hal itu untuk membantu sopir taksi dengan cara memberikan tanggung jawab pada pekerjaan tanpa harus memberikan bantuan secara cuma-cuma. Queen hanya ingin memberi bantuan dengan cara yang didapatkan dari tanggung jawab orang itu sendiri.
"Nona melakukan ya dengan sengaja?" tanya karyawan yang membantu Queen tadi membawa belanjaan.
"Tidak. Saya hanya melakukan apa yang ingin saya lakukan. Oh ya dimana saya bisa menikmati es cream durian di mall ini?" tanya Queen.
"Anda bisa naik ke lantai 5. Di sana ada khusus cafe es cream dengan berbagai aneka rasa." Jawab karyawan.
"Terimakasih." Jawab Queen langsung pergi.
"Sudah cantik, baik hati lagi. Idaman para lelaki jomblo seperti saya, tapi saya juga insicure untuk mendekati wanita seperti nona itu tadi." Jawab karyawan itu dalam hati lalu kembali bekerja.
Queen yang pergi langsung menaiki lift menuju ke lantai 5. Queen langsung berjalan mencari cafe yang dimaksud oleh karyawan itu tadi. Ternyata cafe ini cukup ramai pengunjung. Untuk memesan es krim sesuai porsi harus mengantri. Dan dalam antrian mereka sudah di sediakan tempat duduk.
"Nona sudah reservasi?" tanya seorang karyawan yang bertugas untuk menyambut pembeli.
"Belum. Ini pertama kalinya." Jawab Queen.
"Baik, anda ingin duduk di tempat mana?......" Queen mendengarkan penjelasan wanita yang menyambut pelanggan. Queen langsung meminta tempat duduk yang bisa melihat isi kota dari atas, tepatnya dekat kaca gedung mall pada cafe ini dan langsung di bawa oleh pelayan ke tempat duduk.
"Baik nona, silahkan tunggu dengan sabar ya. Karena banyak tamu yang sudah menunggu." Jawab pelayan dengan ramah tama setelah mendengarkan Queen ingin pesan apa.
"Iya." Jawab Queen dengan melihat sekitar memang banyak tamu yang duduk dan pesanannya belum datang. Dan sebagainya sudah menyantap pesanannya.
__ADS_1