
Al yang membuka pintu apartemen dan membawa pesanan yang di inginkan oleh Queen. Sedangkan Queen sedang sibuk dengan cemilan yang akan di bawa olehnya untuk camping esok hari.
"Sedang bersiap untuk besok?" tanya Al yang baru datang.
"Sudah sampai?" tanya Queen yang menoleh Al yang sedang berjalan ke arah dapur.
"Sudah, ayo makan dulu sate yang aku belikan sesuai dengan pesanan mu. Tinggalkan dulu hal itu, nanti di lanjut setelah selesai makan malam." Jawab Al kepada Queen meletakkan makanan itu di atas meja makan.
Al membuka jaket yang dipakai olehnya lalu meletakkannya di gantungan jaket yang berada dekat dinding di ruang tamu. Lalu pergi ke wastafel untuk mencuci tangannya.
Queen yang tidak berfikir untuk mencuci tangannya terlebih dahulu langsung membuka bungkusan dan lihat makanan membuatnya selerah. Queen langsung menyantapnya.
"Kau tidak mencuci tangan mu dulu?" tanya Al kepada Queen.
"Untuk apa? Lagian ini menggunakan tusuk dan tidak langsung memegang makanan yang akan masuk ke dalam mulutku." Jawab Queen dengan asyik menyantap sate yang berada di dalam mulutnya.
Al yang tidak ingin berdebat kembali mengambil hand sanitizer yang berada di kantongnya. Al mendekati Queen dengan memegang tangan kanannya lalu menyemprotkan hand sanitizer, begitu pula dengan tangan kiri Queen.
"Kuman selalu ada apalagi di tangan mu." Jawab Al.
"Lelaki pembersih." Jawab Queen dengan lirih tapi tetap menikmati makanannya dan menghiraukan Al yang begitu protektif tentang kebersihan.
"Kau mau kemana? Jangan bilang ikut dengan ku camping juga?" tanya Queen setelah selesai menikmati makanannya.
"Ada yang harus di urus. Aku akan mengantarmu ke kampus besok, setelah itu akan pergi beberapa hari. Kenapa? Apakah berharap aku akan ikut acara kalian?" tanya Al yang menggoda kembali.
"Siapa bilang aku berharap kau juga ikut? Lagi pula tidak ada yang salah jika ikut acara besok karena kamu juga salah satu dari dosen yang mengajar kami." Jawab Queen.
"Aku tidak bisa, lagi pula masa pengganti ku sudah selesai." Jawab Al.
"Oh." Jawab Queen.
__ADS_1
"Tenang saja, aku tidak akan mengganggu waktu pribadimu di hari weekend minggu ini. Jadi sesuai kesepakatan yang telah kita buat maka aku mengizinkan mu untuk pergi. Bersenang-senanglah bersama dengan teman-teman angkatan mu. Tapi ingat, jaga diri mu baik-baik dan jangan dekat-dekat dengan lelaki mana pun." Jawab Al.
"Lelaki mana yang akan mendekati aku?" tanya Queen yang tidak pernah berpikir bahwa sebenarnya banyak laki-laki yang tertarik dengannya namun karena sifatnya yang terlalu dingin dan pendiam itu membuat banyak laki-laki takut untuk mendekatinya.
"Kau tidak mengetahui saja bahwa betapa menariknya dirimu." Jawab Al.
"Tapi jangan fikirkan itu, aku akan menjemputmu setelah aku menyelesaikan tugas ku. Aku juga tidak akan berlama-lama sehingga bisa melihat mu." Jawab Al.
"Aih, sudahlah. Kau selalu saja seperti itu saat berbicara denganku. Lebih baik aku istirahat." Jawab Queen berjalan masuk ke dalam kamar.
"Good night my wife." Jawab Al dengan tersenyum kepada Queen. Queen hanya mengabaikannya saja kembalikan padanya untuk melangkah menuju ke kamar.
"Aku akan mengirimkan beberapa orang untuk mengikuti mu ketika aku tidak berada di samping ya." Jawab Al.
"Jangan lakukan untuk mengirim seseorang mengikutiku lagi." Jawab Queen di depan pintu kamar dan membalikkan badannya.
"Maksud ya?" tanya Al dengan cepat dan tepat.
"Apa dia mengetahui bahwa selama ini ada yang mengikuti ya untuk menjaga dirinya?" tanya Al dalam hati.
"Jadi dia dapat merasakan prajurit bayangan dari black wolf?" tanya Al dalam hati.
"Jika memang kau tidak suka dengan itu maka baiklah. Aku akan melakukan hal lainnya." Jawab Al dalam hati.
Queen kembali lagi ke ruang tamu untuk menutup tas ransel yang berisi barang-barang yang akan dibawa olehnya pada acara kemping kali ini. Setelah itu kembali lagi ke kamar.Queen tidur di dalam kamar, Al tidur di atas sofa seperti biasanya pada malam itu.
Keesokan harinya...
Al yang sudah bersiap dan Queen yang juga sudah bersiap.
"Ayo berangkat." Jawab Queen.
__ADS_1
Di tempat lain, semua orang sudah berkumpul di lapangan kampus. Ada yang membawa koper dan ada juga yang menggunakan tas ransel dan ada juga yang menggunakan tas sandang. Dengan berbagai outfit style yang digunakan oleh mereka.
Bus yang akan membawa para mahasiswa sudah berjajar di lapangan kampus. Dan para mahasiswa sudah berbaris sesuai dengan bus yang akan dinaiki oleh mereka. Hanya tinggal Queen yang belum tiba di tempat itu karena Queen tidak mengetahui bahwa jadwal titik kumpul keberangkatan telah dimajukan setengah jam lagi.
"Dimana Queen? Apakah dia tidak membaca pesan grup atau pesanku bahkan tidak mengangkat telepon aku yang sudah berulang kali." Jawab Fiona tidak dapat menghubungi karena memang Queen sangat jarang memegang telepon di pagi hari.
Queen yang diantar oleh hingga tiba di dekat jajaran bus. Mobil sport mewah Lamborghini yang di pakai oleh Al membuat para mahasiswa dan dosen yang ikut pada kegiatan ini melihat dengan antusias.
"Queen tunggu dulu." Jawab Al yang menggantikan kue untuk keluar dari mobilnya.
"Ada apa?" tanya Queen.
"Tangan kiri." Ucap Al yang menadahkan tangan ya
"Untuk apa?" tanya Queen.
"Lakukan saja." Jawab Al.
Queen menuruti perkataan yang di perintahkan oleh Al. Tangan kiri Queen diletakkan di atas telapak tangan Al. Lalu Al, mengeluarkan sebuah kotak kecil yang diletakkan di samping. Al mengambil jam tangan lalu memakaikan dengan Queen.
"Aku memakaikan yang lainnya, sekarang berbalik lah." Jawab Al, dan Queen tetap menurutinya tanpa bertanya apa yang sedang dilakukan oleh lelaki ini.
Al memasangkan kalung emas putih dengan mainan kalung berbentuk bulan. Al selesai memakaikan kalung dan jam tangan kepada Queen.
"Apa ini?" yang Queen.
"Hadiah untuk mu, jangan ditolak dan berjanjilah kepadaku untuk selalu memakainya." Jawab Al yang bernada mendominasi.
"Baiklah, aku pergi. Terima kasih dan hati-hati di jalan." Jawab Queen.
"Iya. Dah istri ku." Jawab Al kepada Queen yang terdengar beberapa mahasiswa yang berada di tempat itu.
__ADS_1
Mereka yang sejak tadi memperhatikan mobil yang berhenti selama 5 menit namun tidak ada satu orang pun yang keluar dari dalam mobil itu. Mereka berfikir aneh-aneh hingga Queen keluar dari mobil, mereka semua tercengang kaget.
"Queen." Salah satu yang memperlihatkan mobil Lamborghini yang berhenti di depan mereka.