
Malam hari di Villa Queen dan Al. Al yang pergi membuatkan minuman hangat yang di minta oleh Queen. Untung saja di dalam kulkas stok semua bahan-bahan sungguh lengkap. Ada Lemon di dalam kulkas.
Al langsung menghidupkan teko listrik untuk menghangatkan air. Sambil menunggu, Al mencuci bersih lemon dengan air mengalir di wastafel lalu memotongnya. Mengambil teh Jepang yang masih terbungkus setiap bungkus kecil berisi 5gram.
Al mengambil gelas teh lalu memasukkan semua bahan yang sudah di siapkan. Gula, lemon, teh Jepang dan air panas yang telah mendidih ke dalam gelas. Setelah itu membawakan sedikit roti kering untuk Queen.
"Aku membawakan sedikit cemilan, teh lemon ya masih panas, tunggu sebentar baru di minum." Jawab Al yang meletakkannya di atas meja laci di samping tempat tidur Queen duduk.
"Terima kasih." Jawab Queen.
"Apakah ada hal lain lagi yang kau butuhkan? Aku akan menyiapkannya." Tanya Al kembali.
"Tidak ada, itu saja." Jawab Queen.
"Okeh." Jawab Al.
"Bisa kau jelaskan semuanya terlebih dahulu yang sempat terhenti di sana?" tanya Queen.
"Sebenarnya di antara para pembunuh yang akan menyerang mu adalah orang suruhan Elena." Jawab Al.
"Apa? Elena? Dia lagi dia lagi?" tanya Queen.
"Karena Ayah dia adalah salah satu tangan kanan organisasi pembunuh gagak hitam." Jawab Al.
"Apa? Bagaimana mungkin? Siapa nama Ayah Elena?" tanya Queen.
"Eldon." Jawab Al.
"Eldon? Hmmmmmmm, pantas saja." Jawab Queen.
"Kau mengenalnya?" tanya Al yang merasa aneh karena pernyataan Queen yang seperti itu.
__ADS_1
"Dan untuk penembak di apartemen juga adalah orang organisasi pembunuh gagak hitam.Tapi atas perintah siapa aku juga tidak mengetahuinya. Aku dan bawahan ku sudah mencari tau tentang hal itu, tapi tidak menemukan petunjuk yang lebih selain mengetahui bahwa dia adalah bagian dari organisasi itu." Jawab Al menjelaskan.
"Jadi karena alasan itulah Sam mengikuti ku." Jawab Queen mengungkit kembali pernyataan ya.
"Tentu, keselamatan mu lebih penting dari hal apapun. Jadi ku mohon, jangan lakukan hal yang membahayakan diri mu lagi." Jawab Al yang menundukkan kepalanya. Al yang duduk di sofa jauh dari Queen.
"Laki-laki ini benar-benar mengkhawatirkan diriku." Jawab Queen dalam hati.
Queen mengambil teh lemon yang sudah hangat untuk di minum. Setelah menghabiskan setengah, Queen mengalihkan pembicaraan.
"Aku ingin istirahat," ucap Queen meletakkan gelas nya dan membaringkan tubuhnya dan menyelimuti dirinya.
"Baiklah. Aku akan keluar. Selamat beristirahat. Jika membutuhkan apapun. Katakan saja kepada ku. Aku akan menunggu di luar." Jawab Al yang berdiri. Al ingin sekali mendekat kepada Queen, tapi ia merasa bahwa Queen sepertinya ingin sendiri.
"Kenapa dia berekspresi seperti itu? Buat berdebar saja." Jawab Queen dengan menutupi dirinya dengan selimut ketika Al keluar dari pintu kamarnya.
Al yang keluar dari kamar Queen langsung mengambil ponselnya. Al menelpon singa. Singa yang berada di markas camp militer sedang berada di dalam ruangan introgasi. Singa baru selesai mengintrogasi Eza yang di bawa olehnya ke markas.
"Sudah bos. Tapi dia tidak mau mengakui semuanya. Dia lebih memilih untuk menyembunyikan semuanya. Dan ekspresi yang di tampilkan oleh nya sama sekali bukan seorang yang sembarangan. Dia sudah di latih untuk tetap bungkam walaupun dalam keadaan seperti itu. Aku sudah melakukan semua taktik untuk membuatnya buka mulut. Tapi tetap sama, dia tidak mengatakan apapun. Dan jawaban yang di berikan olehnya tetap sama. Tidak ada yang berubah sama sekali." Jelas Singa kepada Al.
"Aku mengerti. Sepertinya dia bukan sembarangan orang. Tapi dia adalah pembunuh yang handal dalam menipu orang lain.
Dia sudah di latih sejak kecil sehingga ia sudah berfikir seperti itu." Jawab Al.
" Jadi apa yang harus kita lakukan Bos?" tanya singa.
"Kau lepaskan dia saja besok. Setelah itu, suruh seseorang untuk mengikutinya. Dengan begitu kita akan melihat dia akan menghubungi siapa." Jawab Al kepada Singa.
"Aku mengerti. Bahkan aku bertanya kepadanya untuk mengambil pengacara sendiri, tapi tidak di lakukan. Dan tidak ada satu orang pun yang menjenguknya. Jadi sepertinya dia tidak memiliki keluarga mana pun. Dan ketika aku bertanya tentang mayat yang kita temukan. Dia bersikap biasa saja. Namun ada sedikit ekspresi yang di berikan olehnya yang sedikit berbeda. Jadi aku sudah duga bahwa dia memang dekat dengan mayat itu." Jawab Singa.
"Lalu apalagi jawaban yang di berikan olehnya tentang mayat itu?" tanya Al kepada Singa.
__ADS_1
"Dia mengatakan bahwa itu adalah kembarannya. Namun sudah 5 tahun mereka berpisah dan tidak ada komunikasi." Jawab singa kepada Al.
"Lalu berdasarkan penyelidikan kami tentang di arena camp itu adalah dia sudah bekerja di tempat itu selama setahun. Dia juga berperilaku baik di tempat itu. Tidak ada komentar buruk tentang perilaku dirinya yang bekerja di tempat itu selama setahun." Jawab Singa.
"Apakah sudah mencari tahu tentang dirinya yang sebelum bekerja di tempat itu? Asal mula tentang dirinya?" tanya Al kepada singa.
"Melihat data yang di dapat bahwa dia adalah mahasiswa yang aktif sebagai pendaki di kota C ( Tempat Al meruntuhkan gedung casino.) Dan asal dia memang di sini, dia adalah yatim piatu yang tinggal di arena permukiman para gelandangan." Jawab Singa.
"Apakah ada tato di dalam tubuhnya?" tanya Al.
"Tato?" tanya singa yang sedang berfikir.
"Iya." Jawab Al.
"Tidak ada bos. Aku sudah membuatnya telanjang di ruang introgasi. Tapi dia berekspresi ketakutan. Lalu kami menyuruhnya untuk memakai baju kembali." Jawab Singa.
"Hmmmm. Aku sudah mendapatkan gambaran. semakin kita mencari tahu tentang dirinya aku yakin kita tidak akan menemukan apapun. Karena dia memang tidak memiliki cacat apapun. Tapi ada satu hal, sebaik apapun menutupi sebuah informasi, ada cela yang akan mengkaitkan tentang hal itu." Jawab Al.
"Maksudnya bos?" tanya Singa yang tidak paham.
"Tidak apa-apa. Sekarang berpura-pura saja sudah selesai mengintrogasi dirinya. Jangan lupa letakkan alat penyadap dan juga alat pelacak kepada dirinya." Jawab Al.
"Baik, aku mengerti." Jawab singa kepada Al.
"Terima kasih atas bantuannya. Dan aku tunggu berita tentang hal ini." Jawab Al.
"Baik bos." Jawab singa kepadanya.
Al yang sudah memastikan satu hal, ia pergi ke dapur untuk mengambil minum di dalam kulkas.
"Jadi dia benar-benar ada kaitannya dengan kelompok pembunuh itu? Jika tidak buat apa dia menjadi mahasiswa yang tinggal di tempat itu? Bukannya semakin tidak ada kaitannya dengan sesuatu maka semakin lebih mencurigakan?" tanya Al yang sedang meminum air mineral dalam kulkas.
__ADS_1
"Apa jangan-jangan mereka membuat sebuah rencana tentang kembaran yang dapat menjadi dua kepribadian untuk mengelabui orang lain?" tanya Al yang berfikir hanya alasan yang logis itu yang bisa di fikirkan olehnya.