Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 139


__ADS_3

Tentara itu masuk kembali ke dalam ruangan dengan wajah yang cemas dan tergesah-gesah.


"Pelatih, pelatih, ini berita buruk." Ucapnya dengan wajah yang panik.


"Ada apa?" tanya Al.


"Pemandu mengatakan bahwa Queen tidak ada di arena camping. Dia juga sudah bertanya kepada teman baik Queen Fii...." Ucapnya yang tidak mengingat nama.


"Fiona." Jawab Al.


"Iya, pelatih itu. Katanya Queen menghilang setelah bersama dengan Fiona untuk membersihkan diri......" tentara itu menjelaskan apa yang diberitakan kepadanya.


"Baik aku mengerti. Jadi rencana kita adalah rencana B. Kalian segera berpencar dan jangan lupa untuk selalu memberikan kabar kepada ku." Jawab Al.


"Baik." Jawab mereka semua.


Mereka semua pergi dengan menggunakan sepeda motor gunung dan masuk ke arena hutan lindung. Semuanya berpencar dari setiap arah. Al juga pergi bersama dengan mereka.


Sementara di tempat camping. Eza yang melaporkan hal itu di posko dan mereka menganggap bahwa Queen mungkin hanya sekedar bermain-main saja dan tidak hilang. Namun beberapa orang mengatakan untuk menganggapnya serius. Karena fokus pada kegiatan mereka mengesampingkan hal itu. Dan memutuskan akan mencari Queen jika waktu sudah lama.


Semuanya fokus mendengarkan persentase setiap kelompok dan memberikan waktu bebas setelah kegiatan ini untuk membersihkan diri


"Elena, apa yang sebenarnya terjadi kepada Queen?" tanya Yosi.


"Aku tidak tahu. Dan bukan urusan aku." Jawab Elena.


"Apakah kau tidak berfikir jika ini terjadi kepada Queen. Dia jatuh ke jurang dan meninggal? atau di makan binatang buas. Queen meninggal karena karmanya. Bukankah itu menjadi pertanda baik kepada kita. Tanpa kita berfikir untuk membalas perbuatannya, dia sudah mendapatkan balasnya." Jawab Yosi sambil tertawa-tawa.


"Bagus juga kalau kau berfikir seperti itu." Jawab Elena dalam hati.


"Sudahlah jangan di bahas. Bagaimana jika kita pergi membersihkan diri. Tapi sebelum itu kita mandi di air terjun." Jawab Elena.

__ADS_1


"Bagus juga. Ayo, aku memakai pelindung ponsel agar kita bisa mendokumentasikan kita ketika berenang." Jawab Yosi.


"Ya sudah ayo." Jawab Elena.


Mereka pergi ke bawah air terjun bersama dengan yang lainnya. Mereka menikmati waktu bebas yang di berikan oleh pemandu dan pembimbing mereka. Jadi mereka bebas untuk melakukan apa saja. Dan akan kembali di saat malam hari untuk melakukan kegiatan api unggun dan membakar barbeque.


Tidak ada satu orang pun kecuali Fiona yang sedang mengkhawatirkan Queen yang menghilang. Mereka tidak peduli dengan hal itu. Namun lebih tepatnya, beberapa orang mengetahui apa yang terjadi.


"Apakah ayah sudah bertindak?" tanya Grace dalam hati ketika mendengarkan tentang Queen yang menghilang.


Grace pergi dari perkumpulan untuk menelpon sang Ayah.


"Ayah apakah ini perbuatan mu?" tanya Grace kepada Biel.


"Iya." Jawab Biel.


"Ayah tidak mengkaitkan aku bukan?" tanya Grace.


"Tentu saja tidak. Tenang saja. Aku tidak mungkin untuk melakukan hal itu. Jadi tenang saja." Jawab Biel.


"Tenang saja, aku sudah memerintahkan orang-orang ku untuk menculik Queen dan membunuhnya dengan cara yang seperti tidak membunuh. Hanya dijadikan sebagai kecelakaan. Putri ayah tenang saja, menikmati saja liburan kamu di sana." Jawab Biel.


"Oke Ayah." Jawab Grace mematikan ponselnya.


"Jadi ini memang ulah Ayah. Ya sudahlah aku juga tidak ingin terlibat. Biarkan saja." Jawab Grace dalam hati.


Disisi lain Al dan tim yang mencari keberadaan Queen di seluruh hutan.


"Ada berapa titik jurang yang berada dekat dengan air terjun?" tanya Al kepada singa. Singa memberikan peta kepada Al dan Al menuju ke sana.


Al berhenti karena ada panggilan dari salah seorang tentara, padahal jika Al maju beberapa meter lagi akan menemukan seseorang yang sudah mendorong Queen. Dan menemukan Queen yang berada di jurang.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Al


"Tuan kami menemukan 3 mayat laki-laki. Sepertinya mereka meninggalkan baru beberapa jam yang lalu." Jawab tentara.


"Aku mengerti, kalian cari jejak yang mencurigakan di daerah itu. Terutama jurang atau gua." Jawab Al.


"Baik." Jawab tentara.


Tentara yang lain juga melaporkan semua tempat yang mereka telusuri namun tidak ada tanda-tanda.


Al kembali melanjutkan perjalanan ke depan. Al memberhentikan sepeda motornya karena telah melihat seseorang yang tergeletak di pinggir jurang.


Al sudah sangat khawatir bahwa seseorang itu adalah Queen. Al turun dari sepeda motornya lalu berjalan ke arah tempat itu. Al melihat kondisi mayat itu.


"Tusukkan?" tanya Al yang melihat bekas tusukkan di punggung lelaki itu. Luka pada punggung lelaki itu bukan hanya mengeluarkan darah saja namun membiru.


"Apakah ini racun?" tanya Al dalam hati. Al juga melihat wajahnya dan memeriksa segala hal. Menemukan tato yang sama seperti kelompok pembunuh gagak hitam.


"Mereka benar-benar berani!" Ucap Al ya sudah sangat emosi lalu melihat ke depan bahwa di depan adalah jurang. Al langsung bergegas melihat ke arah jurang.


Karena matahari sudah tenggelam dan bulan baru saja muncul membuat penglihatan terganggu. Suasana malam yang gelap. Al mengambil senter yang dibawa olehnya dari tas yang dipakai oleh nya tadi sebagai persiapan.


Al melihat ada jejak tanaman yang layu seperti sudah di timpa sesuatu. Al melihat ada sosok Queen yang menyangkut di dahan pohon. Dengan menggunakan baju kaos hitam dan celana hitam dengan posisi telungkup.


"Queen!" Panggil Al sudah yakin bahwa yang di bawah adalah Queen. Dengan bantuan sinar lampu. Al mengambil tali dari dalam tas miliknya dan mengikat di pohon. Membalutkan ke tubuhnya dan Al turun secara perlahan-lahan.


"Queen bersabarlah, aku akan membantu mu keluar dari tempat itu." Ucap Al kepada Queen yang berusaha untuk perlahan-lahan turun ke bawah.


Selangkah demi selangkah Al turun ke bawah hingga sampai di posisi Queen yang terlentang dan tidak sadarkan diri. Al memelukku Queen dan melihat bahwa untung saja dahan pohon ini kuat karena dibawah dahan ini ada sokongan batang kayu pada pohon.


Al melanjutkan untuk mengikat tubuh Queen di belakang tubuhnya. Dan Al mengikat tubuh Queen dengan tali ke tubuhnya. Al menggendong belakang tubuh Queen. Merasa ikatan sudah kuat, Al melanjutkan untuk memanjat ke atas dengan perlahan-lahan.

__ADS_1


Al yang sudah berlatih sejak dulu dengan beban berat pada tas militer sambil mendaki. Menjadi hal biasa saat mendaki sambil menolong seseorang baik itu teman seperjuangan atau sandra pada setiap misi. Al dengan mudahnya membawa Queen ke atas dan segera mencopot tali.


"Singa kemari sekarang di jurang tempat titik yang sudah kau katakan tadi di arah selatan. Dan basa beberapa orang untuk membawa mayat seseorang. Aku sudah menemukan wanita ku. Jadi kabarin yang lain. Dan siapkan dokter militer." Jawab Al memberikan kabar kepada Singa sang komandan militer.


__ADS_2